Di antara kalian mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata LGBT. Lalu apa yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata tersebut? hubungan sesama jenis? orientasi seksual? atau sebuah penyakit? Jadi, LGBT sendiri yaitu lesbian, gay, biseksual, dan transgender. LGBT sendiri identik dengan bendera pelangi atau one love.

Sekarang singkatan ini melingkupi banyak orientasi seksual dan beragam identitas gender dan berkembang menjadi LGBTQIA atau LGBTQ+. LGBTQIA dengan Q singkatan dari queer, I singkatan dari intersex, dan A singkatan dari aseksual. Tanda “+” mewakili identitas seksual lainnya termasuk pan seksual dan Two-Spirit.

Di dalam Islam sudah jelas sekali bahwa LGBT adalah bentuk penyimpangan terhadap ajaran Islam sendiri dan berakhir dengan azab. Dipertegas lagi dalam Al-Qur’an tepatnya QS. As-Syu’ara/26:165-166 bahwa kaum LGBT sendiri adalah kaum yang melampaui batas. Bukan hanya Islam, tetapi agama lain pun dengan tegas melarang orientasi seksual ini.

Namun, sekarang sudah marak sekali kampanye LGBT ini. Kaum LGBT merasa bahwa mereka adalah kaum minoritas yang tertindas dan berhak hidup tenang.  Mereka mati-matian mendukung LGBT dengan dalih hak asasi manusia, kesetaraan, dan keadilan. Namun, apa kalian tau kalau ternyata mereka bukan sekedar mengkampanyekan tetapi ternyata lebih dari itu.

Baru-baru ini ada yang dibuat bungkam dengan kaum “LaGiBeTe” ini. Sebagai tuan rumah piala dunia 2022, Qatar secara terbuka memang melarang LGBT. Bahkan sebelum piala dunia dimulai. Jika melanggar, maka akan ada sanksi berupa teguran, denda, sampai hukuman penjara.

 Dilansir dari CNN Indonesia, ban kapten pelangi atau One Love dilarang digunakan pemain pada piala dunia 2022 dan menyebabkan sejumlah tim termasuk Jerman gagal memakai ban kapten tersebut.

Tetapi karena tujuan awal komunitas LGBT ini bukan hanya sekedar mengkampanyekan, jadi ada nih pendukung “si paling maksa” nekat pakai atribut berbau LGBT yang udah jelas dilarang. Padahal udah tau gabakal dibolehin masuk, tapi tetep aja maksa.

Ternyata bukan hanya para pengunjungnya, reporter media barat juga nekat banget menggunakan ban kapten one love. Dimana kalau digunakan oleh kapten maka akan langsung kena pelanggaran kartu kuning. Tujuan dari reporter itu sendiri sih biar bisa dilihat jelas oleh para penonton. Gak bisa banget apa menghargai peraturan negara lain?

Tidak hanya dari piala dunia 2022 saja, beberapa postingan dari pemilik akun Instagram @ridzqisuci dimana membahas negara-negara yang terang-terangan mendukung komunitas LGBT seperti Prancis, Jerman, Amerika Serikat, dll.  Tujuan mereka sebenarnya hanya mencari keuntungan berkedok membela hak asasi manusia.

Menurut data dari Witeck Communications, daya beli komunitas LGBT di AS menyentuh angka 1,4 triliun dollar. Meningkatnya persaingan di antara perusahaan untuk pasar ini juga telah mengubah tren media menjadi peluang pemasaran dan kemitraan yang solid.

Maka dari itu, mereka sangat gencar mengkampanyekan produk masing-masing untuk menyuarakan LGBT. Mereka benar-benar sudah tidak peduli dengan nilai norma dan agama. Apalagi kaum LGBT ini ternyata dinilai setia dengan brand dan cenderung akan menggunakan brand yang mendukung LGBT.

Parahnya lagi, apa kalian tau dengan sosok bernama Jessica Stern?nama lengkapnya Jessica Eve Stern. Ia seorang sarjana dari akademisi AS tentang terorisme. Ia menjabat sebagai profesor riset di Pardee School of Global Studies di Boston University. Dia pernah menjadi dosen di Universitas Harvard.

Dilansir dari Tribunnews Jessica Stern sebagai utusan Khusus Amerika Serikat di bidang memajukan HAM kelompok LGBTQ+ dikabarkan akan datang ke Indonesia berlangsung pada 7-9 Desember 2022 lalu. Kedatangan Ia sendiri tidak lain bertujuan untuk membahas dan memajukan hak asasi manusia kaum LGBTQ+.

Namun, hal itu mendapat tentangan dari Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. Beliau menganggap bahwa kedatangan Jessica Stern sendiri hanya untuk merusak serta mengacak-acak nilai luhur agama dan budaya bangsa Indonesia. Terlebih katanya, dari enam agama yang diakui di Indonesia tak ada satupun yang mentolerir praktik LGBTQ+.

Ternyata Jessica Stern tidak hanya berencana mendatangi Indonesia. Tetapi sebelum-sebelumnya ia telah mendatangi Vietnam pada 28 November sampai 2 Desember 2022 dan Filipina pada 3-6 Desember 2022. Apalagi kalau bukan dengan tujuan membahas hak asasi manusia kaum LGBTQ+. Kelihatan banget maksanya!

Netizen juga jelas menolak mentah-mentah kedatangan Jessica Stern. Hal ini bisa dilihat di platform Twitter dengan hashtag #UsirLGBTdariIndonesia untuk menyuarakan penolakan kedatangan Jessica. Tapi kita sebagai umat beragama tidak boleh lengah karena kaum “LaGiBeTe” bakal terus mencari cara agar semua orang di dunia ini menerima perilaku seks menyimpang mereka.

Ada yang lebih parah lagi ternyata. Dikutip dari news.detik.com, di Jerman tepatnya di Berlin terdapat masjid yang pro LGBT. Di dalam ruangannya terbentang bendera pelangi. Masjid ini juga mengizinkan pria dan wanita sholat dalam shaf yang sama. Perempuan dibolehkan menjadi imam shalat yang dimana ada jama’ah laki-laki. Bahkan perempuan boleh membuka aurat saat shalat. Masjid ini juga menjadi satu-satunya masjid yang beraliran liberal.

Dilansir dari kanal youtube Worldwide Disaster, di Jerman juga terdapat ka’bah pelangi yang dikhususkan untuk muslim pro LGBT melaksanakan ibadah haji untuk menyaingi ka’bah di Mekah. Naudzubillah, semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan mereka.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan agar kaum LGBT tidak mengambil alih kekuasaan dunia dan mengembalikan mereka ke fitrah yang sebenarnya?karena kita juga harus melakukan sebuah tindakan agar mereka kembali ke perilaku normal dan tidak menyimpang. Karena pada dasarnya LGBT itu bisa disembuhkan. Salah satu caranya bisa dengan ke psikolog yang benar dan tepat.

Di dalam Islam sendiri ada beberapa cara bagaimana menyembuhkan penyakit LGBT menurut Ustadz Abu Haidar as-Sundawy, antara lain:

1. Sadar bahwa itu adalah sebuah kesalahan. Jangan membela diri bahwa itu adalah kodrat atau sesuatu yang Allah berikan. Allah tidak mungkin memberikan keburukan seperti itu.

2. Hubungan sesama jenis tidak dilakukan oleh binatang. Maksudnya jangan pernah berperilaku lebih buruk dari binatang.

3. Pelajari dosa dari suka sesama jenis. Karena Allah mengazab mereka dengan azab yang dahsyat.

4. Pelajari mulianya orang yang menjaga diri dari syahwat dan dosa.

5. Pilih teman-teman yang ahli ibadah. Agar bisa membawa kita menjadi lebih baik. Hindari orang-orang yang membawa pengaruh buruk.

6. Minta pertolongan kepada Allah sesering mungkin.

Di saat kita berusaha mengembalikan mereka ke fitrah yang sebenarnya di situlah bentuk kepedulian kita untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Semoga kita dijauhkan dari orang-orang yang hanya membawa keburukan untuk kita.