Pernahkah kalian mempunyai teman yang mudah sakit hati, cepat tersinggung, atau mungkin mudah menangis hanya karena hal sepele?. Dan kalian merasa itu sangatlah berlebihan dan menganggap mereka baperan.

Tahukah kalian ada satu tipe kepribadian yang tidak suka lho dianggap baperan. Kepribadian itu ialah si perasa. Siapakah sebenarnya si perasa itu?. Secara singkat seseorang dengan tipe perasa adalah orang yang memiliki kepribadian highly sensitive person (HSP) atau kadar sensitif yang tinggi.

Saya adalah salah satu orang yang memiliki  kepribadian highly sensitive person (HSP) atau yang lebih di kenal dengan sebutan Si perasa. Saya pernah mengalami kejadian di mana saya dibilang baperan oleh teman saya.

Waktu itu pada saat saya duduk di bangku sma kelas 11, ketika pada salah satu jam mata pelajaran yang kosong kami sekelas bebas di dalam kelas. Saya berdua dengan teman sebangku saya diajak foto selfie oleh salah satu teman sekelas.

Pada saat berfoto selfie tiba-tiba teman yang mengajak saya tadi bilang kalau foto gayanya jangan kaku-kaku. Mendengar lontaran teman saya, saya pun meminta maaf karena teralu kaku , saat itu saya menanggapinya  masih dengan tertawa, lalu saya mencoba berganti gaya.

Teman saya tadi bilang kalau gaya berfoto saya sangat kaku untuk kedua kalinya, saya pun akhirnya bertanya bagaimana gaya berfoto yang tidak kaku. Lalu teman saya tadi mencontohkan beberapa gaya sambil berkata berfoto itu jangan kaku-kaku seperti kanebo kering

Karena dibilang terlalu kaku seperti kanebo kering, saya merasa kurang nyaman dan entahlah sedikit sakit hati mungkin. Saya pun mencoba menyingkir dan tidak ikut berfoto selfie lagi

Dan teman saya yang tadi berkata lagi “dian ga asik gitu aja baperan". Saya pun hanya tersenyum masam sambil dan menjawab kalau saya biasa saja.

Jujur sebenarnya saya merasa sedikit sakit hati saat dibilang seperti kanebo kering walaupun maksud mereka hanya bercanda dan tidak bermaksud menghina. Saya juga tidak tahu kenapa hanya dibilang seperti itu saja sudah sakit hati. Saya juga sangat tidak terima ketika dibilang baperan.

Sebenarnya tidak hanya satu kali saja saya dibilang baperan oleh orang lain. Satu lagi kejadian ketika saya dibilang baperan. Kejadiannya sama pada saat saya masih duduk dibangku SMA kelas 11.

Ketika itu saya ingin menghampiri dua orang teman  saya, dan dua orang teman saya itu berbisik sambil melihat ke arah saya, sehingga saya mengira mereka membicarakan saya.

Lalu saya bertanya kepada mereka kalian sedang bisikin apa?. Mereka lalu menjawab sambil senyum-senyum dan menjawab kalau tidak bisikin apa-apa, sambil melihat ke arah saya lagi.

Lalu saya memberanikan diri bertanya apakah mereka sedang bisikin tentang saya, salah satu di mereka membalas kalau mereka tidak membisikkan saya. Karena mereka mungkin sudah melihat raut muka saya yang sudah tidak enak, salah satu dari mereka pun menjawab sambil tertawa kalau mereka hanya bercanda dan mengatakan saya baperan.

Mungkin waktu itu maksud mereka hanya bercanda tetapi saya sudah terlanjur menganggapnya serius sehingga saya sudah merasa sedih dan sakit hati.

Jika kalian pernah menjumpai  orang yang seperti itu, maka dapat dipastikan mereka adalah orang yang memiliki kepribadian highly sensitive person (HSP) atau si perasa.

Kenapa kami si perasa tidak suka dibilang baperan? Bagi orang yang sudah tahu mereka memiliki kepribadian highly sensitive person (HSP) tentu saja tidak terima ketika di anggap baperan. Karena kami tahu kalau memiliki hati yang sensitif bukan baperan.

Dalam KBBI pun membedakan antara sensitif dan baper. Sensitif itu berarti mudah untuk merasa iba, kasihan, dan empati pada orang lain. Sementara baper, lebih seperi perasaan gampang galau atau segalah hal yang beraitan dengan perasaan mengenaskan.

Kedua kata tersebut saja sudah bisa menjelaskan kalau sensitif dan baper itu memiliki makna yang berbeda dan tidak bisa disamakan.Biasanya si perasa yang tidak terima dianggap baperan akan merasa tertekan, merasa overthingking dan membuat perasaannya terluka.

Tetapi kadang-kadang si perasa juga dapat menerima dengan positif ketika dianggap baperan. Biasanya mereka menganggap itu sebagai bahan mengintrospeksi diri sendiri.

Nah, setelah penjelasan di atas kalian pasti udah tau dong kenapa si perasa tidak suka dibilang baperan. Lalu apa saja sih yang dirasakan orang yang memiliki kepribadian highly sensitive person (HSP) itu?.

Menjadi orang yang memiliki kepribadian highly sensitive person (HSP)  atau perasa mungkin terdengar sangat melelahkan karena memiliki tingkat kepekaan yang sangat tinggi.

Memang terkadang melelahkan karena kami si perasa juga tidak tahu perkataan apa saja yang dilontarkan orang lain kepada kami yang dapat membuat sedih dan sakit hati seperti contohnya kata baper.

Kami si perasa juga tidak dapat memprediksi perlakuan apa saja yang dapat membuat kami tersinggung, marah, atau mungkin menjadi lebih emosional

Kami si perasa hanya bisa mengelola perasaan kami pada saat situasi sulit agar tidak kewalahan dan membuat kami merasa emosi yang negatif, seperti marah, sakit hati atau sedih.

Kami si perasa memang sering kali dianggap baperan oleh orang lain, kami bisa saja menanggapinya secara positif sebagai bahan introspeksi diri, tetapi kami juga bisa meresponnya dengan negatif yang dapat membuat kami merasa tertekan atau merasa overthinking .

Kami si perasa berharap  untuk dapat mengerti kalau kami itu sensitif bukan baperan. Dan juga kami berharap jika ingin berinteraksi dengan kami si perasa dapat memilah kata-kata agar kami tidak sedih atau merasa sakit hati, dan membuat suasana lebih santai.