Perasaan apa yang muncul dalam benak anda, ketika saya munculkan kata Bullying atau penindasan? pasti akan muncul suasana yang tidak menyenangkan dalam benak anda.

Atau bahkan ada yang gereget karena trauma pernah jadi korban penindasan atau sedang  mengalami penindasan?

Penindasan merupakan segala bentuk kekerasan baik itu secara fisik maupun mental, yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan bisa terjadi secara terus menerus.

Indonesia berada di peringkat 10 besar dengan kasus penindasan yang terjadi, setidaknya sumber tersebut bisa dicari di platform google.

Kemudian, bagaimana sikap kita apabila ada anggota keluarga kita atau bahkan diri sendiri menjadi korban Penindasan? 

Berikut beberapa kiat-kiat yang bisa dijadikan referensi bagi anda:

Pertama : Kenali Dan Pahami Tentang Diri Anda Sendiri Agar Anda Tahu Karakter Anda.

Pembully terkadang mencari mangsa dengan melihat apa yang berbeda dari diri calon korban dibandingkan yang lain dalam suatu lingkungan atau komunitasnya. 

Barangkali pembully menindas karena anda bertubuh pendek, gemuk, tinggi, kurus, warna kulit, status ekonomi, suku, ras, atau apapun kreativitas jahat pembully yang telah memutuskan anda menjadi objeknya.

Karena itu, mulailah pahami tentang diri anda sendiri, temukan karakter anda, agar anda paham apa, siapa dan bagaimana diri anda.

Setelah anda mendapatkan sisi positif dan negatif anda, jadikanlah itu motivasi untuk menjadi bijaksana, lebih kuat, lebih pandai dan lebih percaya diri dari sebelumnya. 

Jadi korban bully atau penindasan memang menyakitkan, namun itu bisa membuat anda menjadi pribadi yang lebih pengasih, empatik, mengerti, dan bersyukur.

Kedua : Bertanggung Jawablah Atas Hidup Anda Sendiri Agar Si Penindas Tidak Selalu Berkuasa Atas Diri Anda.

Penindas mencapai tingkat kepuasan dalam menindas apabila dia berhasil mempengaruhi emosi diri anda, dan lebih puas lagi apabila anda dikendalikan nafsu dan emosi anda oleh si penindas.

Para penindas mungkin tidak berhenti menyiksa anda, namun anda bisa memutuskan bahwa tidak ada yang bisa membuatmu merasa buruk, tanpa seizin diri anda.

Tanamkan sugesti dalam diri, “Penindas boleh saja menghina dan berkata buruk tentang diri saya, namun kalian tidak dapat memperburuk diri saya. Aku tahu siapa diriku, dan aku akan berdiri di atas diriku sendiri.”

 Diri anda yang bertanggung jawab atas kebahagiaan dan hidup anda sendiri.K

Ketiga : Pilihlah Jalan Anda Dalam Membalas Penindas.

Tetapkan jalur hidup berdasarkan nilai-nilai keteguhan yang tak tergoyahkan oleh siapapun. Pilihlah apakah anda kemungkinan akan menyimpan dendam dan mempunyai niat suatu saat akan membalas si penindas yang telah menindas anda atau barangkali anda memutuskan untuk menunjukkan kesabaran, kasih, kemurahan, kebaikan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.

 Mungkin berat untuk dilakukan, namun saya juga tidak menyayangkan anda apabila mempunyai sikap seperti itu,  apalagi kalau anda pernah atau sedang menjadi korban suatu penindasan.

Hal itu memang tidak mudah, tapi pernahkah anda berpikir mungkin itu adalah cara Tuhan menguji kekuatan dan imanmu dengan mengizinkan seorang penindas mengganggu hidupmu atau melakukan sesuatu yang menyakiti hatimu. 

Apabila anda juga sependapat dengan pemikiran ini, maka pertimbangkan juga untuk melakukan beberapa nilai kehidupan yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

Keempat: Ciptakan Zona Amanmu, Bangun Kekuatan Dan Rasa Aman Dari Dalam Dirimu Agar Anda Kebal Terhadap Penindasan.

Setelah anda memutuskan untuk memiliki nilai dan tujuan hidup, bertanggung jawab atas kebahagiaan diri sendiri, dan membangun kehidupan, anda bisa membuat zona nyaman yang bisa membuat anda merasa nyaman dari tekanan sang penindas.

Maksud saya disini ialah bukan membuat bunker atau bahkan perlindungan secara fisik dalam menghadapi ancaman dari seorang penindas, tapi carilah dan temukan apa yang anda senangi, kemudian konsentrasi ke hal itu.

Kemudian nikmatilah selama anda berada di dalam yang menjadi fokus anda, karena Tuhan memberikan minimal satu bakat atau talenta kepada setiap Umat-Nya.

Contohnya seperti bakat di bidang seni musik, mengkreasikan bahan-bahan menjadi suatu masakan, menguntai kata sehingga menjadi karya berupa tulisan, dan lainnya. 

Kembangkan itu, ciptakan zona aman di benakmu, tempat yang bisa anda tuju secara mental dan emosional untuk menenangkan diri serta mengumpulkan kekuatan ketika si penindas atau tantangan lain datang menghampiri.

Kelima: Taklukkan Penindas Yang Ada di Dalam Dirimu, Pantau Dan Kendalikan Emosimu Agar Berhasil Mengatasi Penindasan.

Apakah anda ingat saat seorang penindas melancarkan aksinya kepada anda? Apakah orang itu mengatakan sesuatu yang kejam, mengancam anda secara fisik dan mental, meneror diri anda di media sosial, atau menghasut orang lain untuk juga ikut menindas anda?

Bagaimana perasaan anda setelah hal tersebut terjadi? Apa emosi yang timbul? Apakah anda merasa terluka, marah, putus asa, depresi, frustasi?

Selanjutnya, apa yang anda lakukan sebagai respon terhadap tindakan penindas ketika anda membalas?

Apakah si penindas berhenti mengganggu anda? ketika anda membalas perbuatan si penindas, apakah anda merasa lebih baik atau makin buruk, dan seketika anda merasa anda tidak lebih baik sifatnya dari si penindas anda?

Manusia mempunyai emosi karena suatu alasan, emosi itu tidak sekadar menimpa anda secara kebetulan dan penting mengetahui apa saja yang memicu emosi anda agar anda bisa mengendalikan respon dengan lebih baik dalam cara-cara yang menguntungkan secara jangka panjang.

Emosi berguna dalam membentuk pola pikir dan respon emosional menjadi lebih baik atau buruk suatu keadaan.

 Jadi, kualitas hidup reaksi emosional anda sangat dipengaruhi oleh pilihan yang anda ambil saat merespon perasaan anda.