Sikap jujur merupakan sikap positif yang harus dimiliki setiap orang. Namun pada saat sekarang, kejujuran merupakan hal yang mulai langka dan jarang kita jumpai. Kejujuran dapat menunjukan jalan kebaikan yang nantinya dapat membantu mengantarkan kita ke surga.

Nabi menganjurkan kita sebagai umatnya untuk selalu berbicara dan berbuat jujur. Kejujuran merupakan akhlak mulia yang mengarahkan pemiliknya kepada kebajikan. Sifat jujur merupakan tanda keislaman seseorang dan juga tanda kesempurnaan bagi si pemilik sifat tersebut.

Pemilik kejujuran memiliki kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Sikap jujur merupakan faktor terbesar tegaknya agama dan dunia. Kehidupan dunia akan hancur dan agama juga menjadi lemah diatas kebohongan, khianat serta perbuatan curang.

Mengapa sikap jujur itu penting? Karena kejujuran dapat membuat hati kita nyaman dan tentram. Ketika kira berkata jujur, tidak ada ketakutan yang mengikuti atau bahkan kekhawatiran tentang terungkapnya sesuatu yang tidak kita katakan. Dengan kejujuran, seorang hamba akan mencapai derajat orang-orang yang mulia dan selamat dari segala keburukan.

Dapat kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari bahwa orang yang jujur akan dipermudah rezeki dan segala urusannya. Contoh yang perlu kita teladani adalah kejujuran Nabi Muhammad Saw. Ketika beliau dipercaya oleh Siti Khadijah untuk membawa barang dagangan lebih banyak lagi. 

Selama membawa barang tersebut, beliau selalu menerapkan kejujuran kepada para pembelinya. Beliau selalu berkata jujur tentang kondisi barang dagang yang dijualnya. Sifat jujur yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. selama berdagang mendatangkan kemudahan dan keuntungan besar.

Sebaliknya, orang yang tidak jujur atau bohong akan dipersulit rezeki dan segala urusannya. Orang yang berbohong akan terus berbohong karena menutupi kebohongan yang diperbuat, dia harus berbuat kebohongoan lagi. 

Ketika seseorang sudah berani menutupi kebenaran, bahkan menyelewengkan kebenaran untuk tujuan jahat, berarti ia telah melakukan kebohongan. Kebohongan yang dilakukannya itu telah membawa kepada apa yang dikhianatinya.

Jujur ada beberapa macam, yaitu jujur hati atau niat, jujur dalam perkataaan dan jujur dalam perbuatan. Jujur hati atau niat yaitu motivasi bagi setiap gerak dan langkah seseorang dalam rangka menaati perintah Allah Swt. Dan ingin mencapai rida-Nya. Jujur sesungguhnya -berbeda dengan pura-pura jujur. Orang yang pura-pura jujur berarti tidak ikhlas dalam berbuat.

Jujur dalam ucapan yaitu memberikan sesuatu sesuai dengan realitas yang terjadi. Setiap hamba berkewajiban menjaga lisannya, yakni berbicara jujur dan dianjurkan menghindari kata-kata sindiran karena hal itu sepadan dengan kebohongan. Benar atau jujur dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara macam-macam kejujuran.

Jujur dalam perbuatan yaitu seimbang antara lahir dan batin hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dan amal batin. Jujur dalam perbuatan ini juga berarti melaksanakan suatu pekerjaan sesuai dengan yang diridai Allah Swt, dan melaksanakannya secara terus-menerus dan ikhlas.

Kejujuran harus ditegakkan meskipun berat dan susah. Orang yang jujur akan menjadi mulia disisi Allah Swt. maupun disisi manusia. Ungkapan tentang “orang jujur akan hancur” adalah keliru. Allah Swt. menyifatkan diri-Nya dengan kejujuran. Ini adalah bukti kesaktian jujur.

Sekarang ini makin terbuka mata kita terhadap keunggulan perilaku jujur. Betapa banyak orang yang tidak jujur harus dipenjara. Merealisasikan kejujuran baik dalam hati, jujur dalam perkataan maupun dalam perbuatan membutuhkan kesungguhan. Adakalanya kehendak untuk jujur itu lemah,adakalanya juga jujur itu menjadi kuat.

Berani Membela Kebenaran dan Kejujuran

Kita harus menanamkan pada diri kita untuk selalu berani membela kebenaran dan berperilaku jujur baik kepada Allah Swt. , orang lain, maupun diri sendiri. Jika kita sudah bisa membiasakan berperilaku jujur, kita akan mendapatkan hikmah yang luar biasa dalam kehidupan sehari-hari.s

"... Barang siapa berkhianat, niscaya pada hari kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian setiap orang akan datang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi." (Q.S Ali-Imran/3:161)

Kita harus menyadari dan mengetahui akibat dari kebohongan sehingga kita bisa menjauhi sifaat buruk tersebut. Contoh akibat dari kebohongan adalah hilangnya kepercayaan orang lain terhadap kita, susah mendapatkan teman, susah mendapat pekerjaan karena tidak dipercaya.

Perilaku berani membela kebenaran dan kejujuran dapat diterapkan diberbagai hal dalam kehidupan sehari-hari, baik dirumah, disekolah, maupun dilingkungan masyarakat yang kita tinggali. Ada beberapa hal yang dapat dipetik dari perilaku jujur, antara lain sebagai berikut:

  1. Perasaan enak dan hati tenang. Jujur akan membuat hati kita menjadi tenang, tidak takut akan diketahui kebohongannya kerena tidak berbohong.
  2. Mendapatkan kemudahan dalam hidup.
  3. Selamat dari azab dan bahaya.
  4. Membawa kebaikan, dan kebaikan akan menuntun kita ke surga.
  5. Dicintai oleh Allah Swt. Dan Rasul-Nya.