Hari ini Jose Mourinho dipecat oleh Tottenham. Sepertinya hubungan yang mulai memburuk dengan Daniel Levy selaku chairman menjadi penyebabnya. Secara resmi hari ini diumumkan oleh akun Instagram Tottenham Hotspur.

"The club can today announce that Jose Mourinho, and his coaching Joao Sacramento (Assistant Coach), Nuno Santos (Goalkepeer Coach), Carlos Lain and Giovanni Cerra have been relieved of their duties."

Begitulah pengumumannya, Mourinho dan jajaran staff telah dibebastugaskan. Hal ini tentunya menimbulkan tanda tanya. Padahal 25 April nanti piala Carabao Cup telah menanti melawan Manchester City. Ryan Mason pun ditunjuk sebagai pelatih sementara.

Mourinho telah melatih Tottenham satu setengah tahun, dan melakukan beberapa transfer. Yang sayangnya masih belum kuat untuk bisa bertahan di papan atas klasemen. 

Ada beberapa alasan mengapa Mourinho dipecat. Pertama kalah melawan Arsenal dan Dinamo Zagreb. Kalah dalam derby London merupakan hal fatal, dan itu terjadi 14 Maret 2021. Sedangkan tersingkir dari Liga Eropa merupakan hal paling fatal, dan bisa saja penyesalan terbesar bagi Mourinho tahun ini. 

Pertanyaannya kenapa ia masih saja memainkan Lloris? Kenapa ia enggan merotasi banyak pemain? Hal ini hanya Mourinho yang tahu. Ia hanya merotasi sedikit pemain, padahal seharusnya ia dapat lebih memainkan pemain muda.

Kedua sensitif terhadap ucapan pemain ke publik. Seperti Bale yang mengatakan bahwa ia ingin kembali ke Real Madrid, maka langsung kembali menjadi penghuni bangku cadangan. Padahal performa sebelum-sebelumnya Bale mampu menunjukkan assist dan pergerakan yang cukup baik.

Ketiga terlalu banyak kehilangan poin melawan tim papan tengah dan papan bawah. Hal ini karena Mourinho enggan merotasi pemain. Ia hanya merotasi jika melawan tim yang dianggapnya bisa menang. Ia tidak berani untuk memainkan pemain cadangan lebih sering. Ia tidak seberani Pep yang merotasi pemain, meski kehilangan kesempatan untuk memenangkan piala FA.

Keempat Mourinho cukup berlebihan membanggakan pencapaian masa lalunya, dan terfokus pada hal yang dianggapnya benar. Ia perlu belajar kembali, sebab taktiknya kini melakukan defensif direct football, dan serangan balik cepat perlu menyesuaikan dengan kondisi tim. Taktik yang menyesuaikan keahlian pemain, bukan hanya memaksakan pemain harus mengikuti taktiknya.

Kelima jajaran pelatih perlu untuk dibenahi, sebab asisten pelatih dan jajaran staf pelatih lain sangat penting untuk mengontrol kegiatan klub. Pelatih yang kompeten akan mampu memaksimalkan kemampuan dan memunculkan potensi lebih sang pemain. 

Sayangnya Mourinho kembali dipecat sebelum 3 tahun melatih. Sama seperti saat melatih Manchester United. Sayangnya kali ini trofi belum dapat diraihnya. Ia bisa jadi menyesal telah melatih Tottenham. Hal ini dapat menurunkan reputasi dan mentalnya. Tapi Mourinho dapat mencoba melatih kembali ke liga Spanyol. Atletico Madrid mungkin saja cocok dengannya. Atau ia bisa kembali ke liga Italia dan bersama klub Atalanta?

Mourinho perlu untuk memutuskan menjual pemain. Sebab seringkali Mourinho enggan menjual pemain, dan menunggu pemain tersebut sendiri yang menyatakan keinginannya untuk pergi. Hal ini tentunya tidak bagus untuk internal tim, sebab Mourinho seringkali membuat kekacauan karena ucapannya.

Mourinho perlu merekrut staf pelatih yang berkualitas, sehingga pemain dapat meningkatkan keahliannya. Kemudian sebaiknya ia berhenti berpindah-pindah tim sebelum 3 tahun. 

Transfer Mourinho dengan dana yang begitu terbatas Tottenham memang cukup baik, tapi sayangnya belum cukup kuat untuk bersaing dengan Manchester City, Liverpool, Manchester United dan Chelsea. 

Klasemen liga Inggris saat ini begitu sengit, sebab tim-tim seperti Leicester, West Ham, Leeds dan Everton memiliki kedalam skuad yang cukup baik. Sehingga Arsenal, Wolves dan Aston Villa harus berada di papan tengah. Bahkan Newcastle, Southampton, dan Brighton pun tak bisa diremehkan.

Selisih poin peringkat 2 hingga 8 begitu sedikit. Hal ini membuat persaingan menuju liga Champions dan liga Eropa masih begitu terbuka. Tentu bermain di liga Champions selain dapat menambah keuangan klub, juga dapat meningkatkan reputasi pemain. Apalagi UEFA Champions League Anthem yang dapat membuat pemain deg-degan.

Saya suka Mourinho karena ia begitu percaya diri dengan kemampuannya. Meski tak jarang ia melakukan hal yang memicu amarah pemain dan supporter. Tapi Mourinho dapat menunjukkan kemampuan melatihnya dengan pengalamannya yang mewah. Chelsea, Real Madrid, Inter Milan merupakan klub besar, dan klub tersebut telah diberikan trofi oleh Mourinho.

Sebaiknya Mourinho mulai memikirkan kembali untuk belajar dan lebih jeli dalam melihat peluang. Bukan berarti Tottenham tidak bagus, tetapi seharusnya Mourinho dapat melatih klub yang memiliki pendapatan yang lebih besar. Supaya bisa melakukan transfer sesuai dengan keinginannya.

Intinya banyak pihak yang mengkritik bahwa Mourinho sudah habis. Hal itu tentunya bergantung pada dirinya sendiri. Apakah ia bisa kembali melatih klub besar? Apakah ia mengikuti pendapat orang lain? Ataukah ia mengikuti inner beliefnya sendiri? Hal itu hanya bisa diputuskan olehnya sendiri.