Jorge J. E. Gracia lahir pada tahun 1924, di Kuba. Ia adalah seorang professor dalam bidang filsafat di Department Of Philosophy, University Of Buffalo di New York. Ia menempuh Undergraduate Program (B.A.) dalam bidang filsafat di Wheaton College (lulus tahun 1965), graduate program (M.A.) Dalam bidang yang sama dan melanjutkan di University Of Chicago dan doctoral program juga dalam bidang filsafat di University Of Toronto.

Melihat ketekunannya dalam mendalami bidang filsafat, tidak diragukan lagi bahwa Gracia termasuk orang yang memiliki ilmu mendalam tentang berbagai bidang filsafat, seperti filsafat metafisika/ontologi, historiografi filosofis, filsafat bahasa/hermeneutika, filsafat skolastik, dan filsafat Amerika Latin.

Di bidang hermenuetika, Gracia telah menulis dimensi logis dan epistemologi dari sebuah teori tekstual yang menjadi perhatian penting dan sangat diperhitungkan dalam mengambil sudut pandang yang relevan. Gracia mengambil dua buah pemikiran yaitu analitik dan continental.

Gracia mencoba memberikan analisis logis dari gagasan teks yang ditarik perbedaan antara teks dan bahasa, artefak, benda-benda yang mengandung unsur seni. Ini dia lakukakn untuk mempermudah mengklasifikasikan teks yang sesuai dengan modelitas sehingga dengan mudah mengidentifikasi fungsinya masing-masing. 

Dalam bukunya yang berjudul A Theory Of Textuality, Gracia mencoba mengenalkan sebuah teori interpretasi yang dikenal dengan teori fungsi interpretasi (interpreter function). 

Dalam teori interpreter function atau fungsi interpretasi, Gracia membagi tiga tahap penting yang harus dilalui dan diperhatiakan untuk bisa mendapatkan sebuah pemaknaan yang komprehensif.

Tahap pertama adalah historical function, bahwa interpretasi tidak bisa lepas dari sejarahnya. Ini berhubungan dengan pencipta teks dan audiens pada saat teks tersebut muncul.

Tahap kedua, meaning function, yaitu menciptakan pemahaman di benak audiens kontemporer dan mengembangkan makna dari teks. 

Tahap terakhir adalah implicative function, yang menunjukkan bahwa pemaknaan teks dapat dipahami dari tindakan yang dilakukan oleh audiens.

Bagi Gracia, teks merupakan sebuah entitas historis, yang berati bahwa teks merupakan satu kesatuan yang disusun oleh pengarang dalam waktu tertentu dan tempat tertentu yang bertujuan untuk menyampaikan sebuah pesan makna tertentu kepada audiens tertentu. Maka, teks adalah bagian dari masa lalu.

Problem fundamental bagi kita sebagi audiens kontemporer/penafsir adalah bagaimana kita berdialog dan berinteraksi dengan teks tersebut dan bagaimana kita sebagai penafsir bisa menemukan kembali makna masa lalu, sedangkan kita tidak memiliki akses langsung terhadap makna tersebut. Penafsir hanya bisa mengakses entitas yang digunakan oleh pengarang dan berusaha menemukan makna yang dimaksudnya dalam menyampaikan pesan tertentu.

Gracia menawarkan beberapa pandangannya tentang hermeneutika kontekstual yang tertulis di dalam A Theory of Textuality: The logic and Epistemology. Dengan teori The development of textul interpretation (pengembangan interpretasi tektual), dalam buku tersebut Gracia membagi interperasi ke dalam dua bagian, yaitu interpertasi tekstual dan interpretasi non tekstual.

Apakah sebuah interpretasi itu tergolong pada yang pertama atau yang kedua, tergantung pada tujuan interpretasi tersebut. Dengan  harapan mampu menjembatani masalah kesenjangan antara situasi teks itu diciptakan dengan situasi yang dihadapi oleh audiens di masa kini. Hal tersebut bertujuan untuk menggali makna yang terkandung di dalam teks, sehingga bisa relevan untuk situasi masa kini.