Berpacaran sering menjadi hal yang didambakan semua orang dari yang muda, dewasa, bahkan tua. Terkadang orang berlomba-lomba untuk mendapatkan pacar, agar orang lain menganggap bahwa ia memang laku. Terutama hal ini terjadi pada anak muda yang sering merasa baper pada dunia percintaan atau yang  lebih dikenal pada generasi sekarang yaitu bucin.

Akan tetapi, tidak semua orang mudah untuk mendapatkan pacar secepat kilat. Ada tipe-tipe orang yang perlu sedikit atau bahkan lama waktu untuk bisa mendapatkan pacar. Orang-orang sering menyebutnya dengan kata jomblo. 

Pengertian jomblo menurut KBBI adalah “gadis tua, wanita tua, atau perawan tua yang intinya berarti seseorang yang tidak memiliki pasangan dalam hidupnya. Bisa juga diartikan bahwa orang jomblo sebenarnya ingin segera memiliki pasangan, tetapi kenyataannya ia belum bisa mendapatkan.

Selain jomblo ada juga sebutan single yang berarti bahwa orang tersebut memang belum ingin memiliki pasangan dan ingin lebih fokus dengan karirnya terlebih dahulu. Banyak orang membanding-bandingkan antara jomblo dan single. 

Karena keduanya memang hampir mirip, tetapi sebenarnya berbeda. Menurut blog yang pernah saya baca jomblo itu nasib sedangkan single itu prinsip. Maka banyak anak muda yang jika diberi pertanyaan “ Udah punya pacar?” jawabannya “Masih single kok pak/buk” sambil tersenyum tersipu malu.

Bicara lebih dalam mengenai jomblo, ada dua versi jomblo yang trend di kalangan kaum milenial yaitu jomblo ngenes dan jomblo happines. Teori lengkap mengenai keduanya tidak akan ditemukan di sumber manapun, kecuali jika kalian tanyakan sendiri pada ahlinya jomblo, ups. Dua versi ini sering dihubung-hubungkan dengan para jombloners. Terutama untuk mereka yang jomblo awet atau jomblo akut, hehe.

Jomblo ngenes selalu jadi versi yang dihindari banyak orang, meskipun realitanya memang ngenes. Versi ini merupakan seseorang yang sering murung, galau, dan loyo hanya karena tidak memiliki pasangan. Keinginan untuk memiliki pasangan lebih kuat atau lebih ngotot, sehingga sering memikirkan cara-cara atau trik agar segera mendapatkan pasangan. 

Ditambah lagi jika setiap hari ia melihat kebahagiaan-kebahagiaan mereka yang memiliki pasangan. Dalam hati pasti timbul rasa galau dan bertanya pada diri sendiri, “Kapan ya aku bisa seperti mereka dengan pasanganku nanti.” Kasihan juga ya.

Sebutan jomblo ngenes pastinya tidak bersumber dari diri sendiri. Mana ada yang mau disebut jomblo ngenes, pastinya tidak ada dong. Biasanya hal itu muncul dari mulut teman-teman yang lebih peka dan memperhatikan secara detail gerak-gerik kita yang ngenes ini. 

Alhasil jadilah sebagai bahan candaan di kala perkumpulan mereka. It’s okay sih jadi candaan bisa membuat teman-teman senang, yang penting si jomblo tersebut tidak menganggap serius hal ini.

Namun, terkadang ada yang merasa sangat tersinggung dengan hal ini dan membuatnya frustasi. Hingga menghalalkan segala cara agar ia memiliki pasangan, seperti lewat bantuan supranatural yaitu pelet dan tindakan menipu. Hal ini mungkin karena faktor lingkungan di sekitarnya seperti teman-teman yang sudah memiliki pacar sedangkan ia belum.

Bisa juga karena pemikirannya yang belum dewasa. Kemudian saat itu memang terjadi dan ketahuan publik maka dampaknya akan beresiko untuk kedepannya. Karena orang pasti tidak mau memiliki pasangan yang seperti itu.

Selanjutnya, ada versi jomblo kedua yaitu jomblo happiness yang katanya banyak diakui para jomblo. Jomblo dengan versi ini bersifat agak cuek atau bodo amatlah dengan pasangan. Karena mereka percaya pasangan itu bisa datang sendiri nantinya jika Tuhan sudah berkehendak. 

Mereka tidak pikir pusing walaupun tidak memiliki pasangan. Cukup dengan dirinya, keluarga, dan teman-teman mereka bisa selalu bahagia. Walaupun terkadang timbul keinginan untuk memiliki pasangan seperti teman-temannya, tetapi ia lebih dibawa enjoy dan tidak spaneng dalam menghadapi masalah seperti ini.

Sebenarnya, entah itu jomblo ngenes atau jomblo happiness, kita tidak perlu memilih mau jadi yang mana. Jika memang teman-teman kita yang menciptakan julukan itu untuk kita, maka lebih baik dibawa santai dan sebatas candaan saja. 

Kecuali jika perlakuan yang diberikan sudah melewati batas, seperti menjelek-jelekan nama kita atau hingga mengucilkan diri kita. Bahkan jika sampai kepada tindakan pembulliyan. Maka hal ini harus segera ditindaki dengan kita bisa menegurnya secara baik sambil mengajak sahabat atau saudara kita.

Persoalan kita memiliki pacar atau tidak, jangan menjadi beban pikiran kita. Kalau memang hingga sekarang belum memiliki pacar, berarti memang belum saatnya. Tuhan sudah menyiapkan pasangan sendiri-sendiri untuk umat-Nya. 

Ketika nanti waktunya sudah tepat, Tuhan pasti akan mengirimkannya kepada kita. Kita harus tetap fokus menjalani kehidupan kita dengan semangat dan berusaha yang terbaik. Kehidupan juga tidak melulu soal pacar atau memiliki pasangan, karena semua aspek lainnya juga penting untuk kita pikirkan.