Masyarakat Indonesia selalu ingin membutuhkan seorang pemimpin yang baik dan sederhana. Mulai dari pemimpin pusat, pemimpin provinsi, pemimpin kabupaten, hingga pemimpin di pelosok pedesaan. 

Sebab, pemimpin yang baik dan sederhana adalah pemimpin yang bisa diandalkan untuk  mewujudkan bonum commune bagi seluruh masyarakat. Maka, bagaimanakah tipikal pemimpin yang baik dan sederhana itu?

Pemimpin yang baik

Sejarah menunjukkan   pemikiran tentang kepemimpinan sudah muncul sejak jaman Yunani Kuno. Rapar Dalam bukunya “Filsafat Politik: Plato Aristoteles, Agustinus, Machiavelli”  menuliskan bahwa Plato, filsuf Yunani kuno, menggambarkan pemimpin yang baik adalah orang yang memiliki moral yang baik, terpuji dan sanggup berpikir secara filsafat serta dapat membantu pengikutnya memahami arti kebenaran.

Pemimpin harus mampu membantu pengikutnya mencapai kebahagiaan sebagai tujuan manusia. Manusia harus bersama-sama dengan orang lain dalam masyarakat untuk saling membantu mencapai tujuan itu dan pemimpin memfasilitasi usaha bersama menuju pencapaiannya dengan jalan yang benar.

Kepemimpinan adalah kebijaksanaan yang memungkinkan manusia mengenali kebenaran, rasionalitas yang melahirkan kebahagiaan dan moralitas yang menjaga kelurusan di jalan yang benar. Keutamaan yang terdapat pada seorang pemimpin adalah pengetahuannya tentang kebenaran dan jalan mencapai kebahagiaan manusia.

Sejalan dengan gurunya, Aristoteles murid Plato menekankan pentingnya keseimbangan rasional, moral dan sosial pada manusia untuk mencapai kebahagiaan. Pemimpin dengan rasionalitas dan moralitasnya membantu pengikutnya untuk menempatkan diri dalam kebaikan maksimal baik kualitas maupun kuantitas. Mereka yang tidak mengetahui tentang pengetahuan yang benar, tujuan manusia dan bagaimana mencapainya tidak layak menjadi pemimpin.

Jadi, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang  bermoral, yang sanggup berpikir dan mengarahkan para pengikutnya kepada kebenaran, dan kesejahteraan bersama. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bijaksana, yang mampu menyeimbangkan pemikiran secara rasional, moral, dan sosial demi pencapaian kebahagian bersama.

Pemimpin yang sederhana                              

Lao-tzu, filsuf timur, adalah sosok pemimpin yang sederhana. Sebuah model kepemimpinan yang sederhana menurutnya adalah  bahwa pemimpin yang sederhana adalah  pemimpin yang mampu meniadakan kediriannya, melepaskan egonya demi kepentingan pengikutnya atau rakyatnya. Pemimpin yang meniadakan kediriannya dan melepaskan egonya demi kepentingan rakyatnya adalah pemimpin yang memiliki integritas.

Pemimpin yang berintegritas itu berarti pemimpin yang memiliki keterpaduan antara ucapan dan tindakan, janji dan bukti, visi dan aksi, sehingga memancarkan kewibawaan di mata rakyat. 

Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang terampil membuktikan karya. Ini berarti pemimpin memiliki sikap yang kredibel dan akuntabel yang mana melaluiya mampu mengatasi setiap masalah yang menghimpit.

Pemimpin yang memiliki sikap kredibel adalah pemimpin yang mampu berpikir out of the box, menelusuri terobosan yang belum atau tidak terpikirkan rakyatnya. Melaluinya terwujud akuntabilitas yang merupakan tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara benar dan transparan. 

Pemimpin yang mempunyai sikap akuntabel adalah sosok pemimpin yang menyampaikan sesuatu berdasarkan data dan fakta, bukan omong kosong dan prasangka, bukan dusta dan penipuan. Pemimpin akuntabel juga merupakan pemimpin yang sanggup menangkap peluang secara cepat dan cermat.

Melepaskan ego, memiliki Integritas dan mampu bersikap secara  kredibel dan akuntabel adalah bagian yang utuh dari ciri kepemimpinan yang sederhana. Seorang pemimpin yang menghidupi nilai-nilai ini pertanda bahwa ia lebih mengutamakan kepentingan orang lain atau rakyat dibandingkan kepentingan diri sendiri. 

Jadi pemimpin yang sederhana adalah pemimpin yang merakyat, yang mengutamakan kepentingan bangsanya dibandingkan kepentingan dirinya dan keluarganya.                                                              

Jokowi pemimpin yang baik dan sederhana

Pemimpin-pemimpin dunia seperti Yesus Kristus, Muhammad Saw, Siddhartha Gautama dan Mahatma Gandhi, adalah sosok pemimpin yang baik dan sederhana. Mereka adalah pemimpin yang bijaksana, mereka berbicara tentang kebenaran guna mencapai kebahagiaan bersama. Mereka memiliki integritas, berjuang untuk rakyat, untuk kepentingan bersama, dan karena itu mereka amat dicintai oleh rakyatnya atau pengikutnya. 

Sama halnya mereka, Indonesia pun memiliki sosok pemimpin-pemimpin yang baik dan sederhana. Jika menelisik dan mau belajar dari sejarah, Bung Hatta adalah salah satu sosok pemimpin yang baik dan sederhana, karena ia dicintai oleh kawan dan lawannya. Ia menyuarakan kebenaran dan amat sangat dekat dengan rakyat.

Hingga kini, di ulang tahun bangsa Indonesia yang ke-76, kita patut berbangga dan bersyukur karena kita memiliki sosok pemimpin yang baik dan sederhana. Sosok pemimpin yang memiliki kebijaksanaan, yang memiliki integritas, yang dengannya bekerja untuk kepentingan umum. Dialah Jokowi, kepala negara saat ini.

Ia adalah sosok pemimpin yang baik dan sederhana, bukan saja di mata rakyat Indonesia tetapi juga di mata dunia. Ia adalah sosok yang bekerja mewujudkan bonum commune bagi seluruh masyarakat. 

Secara tertentu boleh dikatakan bahwa melalui kepemimpinannya setidaknya perekonomian Indonesia, pembangun infrastruktur dan suprastruktur jauh lebih berkembang dan lebih maju dari periode kepemimpinan sebelumnya. Selain itu, kepemimpinan yang baik dan sederhana diwujudnyatakan juga melalui sikap yang responsif, kreatif, inovatif, dan solutif dalam mengatasi pandemi covid-19.

Maka, sebagai rakyat patutlah kita berbangga dan bersyukur. Semoga ulang tahun bangsa Indonesia yang sudah memasuki usia ke-76, semakin mengukuhkan persatuan dan kesatuan sebagai satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air, yang bekerja dan berjuang bersama menuju bonum commune yang adil, jaya, dan makmur.