Rezim Jokowi sudah berjalan sekitar empat tahun. Pelantikannya sebagai Presiden Indonesia ke-7 dilakukan di Gedung DPR/MPR, Jakarta pada tanggal 20 Oktober 2014 lalu. 

Jokowi memenangkan pemilu pada 9 Juli 2014. Pidato pertama Jokowi sebagai Presiden adalah menyerukan rakyat Indonesia untuk bersatu dan bekerja keras dalam mengembalikan kejayaan maritim Indonesia. 

Pada masa kampanye sebelum terpilih menjadi Presiden, Jokowi dan Tim sukses merumuskan Nawacita sebagai prioritas utama. Berikut adalah Nawacita dari Jokowi pada tahun 2014 lalu:

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya, dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim. 

2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan. 

3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. 

4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya. 

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia Pintar"; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program "Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera" dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektare, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019. 

6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. 

7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. 

8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia. 

9. Memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.(kpu.go.id) 

Dari sembilan prioritas utama Jokowi tersebut, dinilai selama empat tahun, adalah sebuah produk yang gagal total. Pemerintahan Jokowi dan JK sangat jauh dari harapan rakyat Indonesia sebagaimana cita-cita pendiri bangsa. 

Jargon "kerja, kerja, kerja" serta narasi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang sering diucapkan di depan publik merupakan suatu pernyataan yang ambigu. Rakyat seolah dipaksa oleh pemerintah untuk melakukan dan mengerjakan apa yang menjadi tugas dan kewajiban dari pemerintah itu. 

Setiap kali kunjungan ke daerah-daerah, Jokowi tampak eksis di masyarakat. Masyarakat yang menjadi sasaran kunjungan terlihat histeris dengan kehadiran Presiden, di saat itu juga followers Jokowi bertambah.

Jalan pemerintahan Presiden Jokowi sering kali menuai kontroversi, misalnya pembubaran ormas HTI. Pembubaran HTI adalah bentuk wujud pembungkaman terhadap demokrasi dan kebebasan hak berpendapat. Jokowi dinilai sejumlah kalangan gagal dalam hal penegakan hukum dan hak asasi manusia. 

Selama tiga tahun berjalan memimpin sebagai presiden, ada 18 orang dieksekusi mati. Jumlah tersebut lebih banyak dari eksekusi mati di era pemerintahan SBY selama 10 tahun. 

Indonesia menjadi sorotan dunia internasional mengenai hukuman mati. Forum PBB sangat menyesalkan keputusan Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang masih menerapkan hukuman mati. 

Sejumlah Aktivis HAM mendesak Presiden Jokowi untuk mengubah hukuman mati menjadi penjara seumur hidup. Namun, hingga menjelang akhir masa jabatan dari sang Presiden, suara tersebut tampaknya diabaikan. Lagi-lagi, Jokowi gagal dalam hal penegakan hukum dan HAM.

Sejumlah penggiat Hak Asasi Manusia menilai bahwa akan sulit bagi Presiden Jokowi untuk menuntaskan kasus HAM karena di lingkaran istana terdapat sejumlah mantan jenderal yang diduga kuat terlibat dalam pelanggaran HAM masa lalu.

Wiranto, misalnya. Nama Wiranto tercatat dalam buku penggiat HAM dan terlibat dalam sejunmlah penculikan aktivis 1998. Presiden Jokowi dituntut untuk memecat menteri Wiranto dan beberapa menteri lainnya. 

Nawacita Adalah Mimpi Jokowi

Presiden Jokowi memiliki sejumlah perkerjaan besar yang harus diselesaikan dalam masa periode lima tahun kepemimpinannya sesuai dengan Nawacita yang telah dicanangkan. Mimpi besar Jokowi untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Tampaknya masih jauh di depan mata. 

Para menteri Jokowi bekerja keras untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sejumlah infrastruktur digenjot untuk percepatan pembangunan, terutama fokus pada pembangunan kawasan Indonesia Timur. Mereka dituntut untuk kerja keras siang maupun malam demi tercapainya Indonesia yang sejatera dan mandiri.

Kunjungan ke setiap pelosok negeri terus dilakukan oleh Jokowi bersama dengan jajaran dari istana untuk melihat langsung permasalahan di tengah-tengah masyarakat, terlebih khusus daerah Papua. 

Dalam empat tahun memimpin sebagai Presiden Republik Indonesia, hampir tujuh kali berkunjung ke Provinsi Papua untuk melihat langsung sejauh mana pembangunan di daerah tersebut. Letak geografis Papua yang cukup berat tak menyurutkan niat Jokowi untuk terus bekerja dan membangun Papua. 

Salah satu mimpi yang menjadi prioritas Jokowi adalah Trans-Papua. Meskipun sangat sulit untuk diwujudkan, namun Jokowi nampaknya optimis dengan apa yang dia kerjakan. 

Geografis Papua tak semudah geografis di pulau Jawa. Dalam menjangkau satu kabupaten ke kabupaten lainnya, orang harus menggunakan pesawat, terlebih khusus di daerah pegunungan tengah Papua.

Akhirnya, Jokowi adalah utopis memang benar adanya. Artinya bahwa Jokowi punya mimpi yang sangat besar bagi bangsa dan negara untuk menjadi negara yang berdaulat dan mandiri secara ekonomi. 

Memang benar, Nawacita Jokowi masih jauh dari harapan dan dianggap oleh sebagian kalangan adalah sebuah produk yang gagal total. Namun, di satu sisi, Jokowi sangat optimis dengan apa yang dia kerjakan. Baginya, kritikan itu merupakan suatu ciri khas dari negara demokrasi dan itu semua wajar-wajar saja. 

Pemerintahan akan berjalan dengan baik jika diimbangi dengan kritikan dan saran sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah pusat maupun daerah. Tanpa kritikan, negara akan berjalan dengan pincang tanpa penyeimbang dari para kritikus maupun kubu oposisi.