Jiwaku telah memilihmu, kekasihku
Di tengah alam raya
Ketika ombak bergulung
Dalam hening malam itu
Saat bintang berkerlip
Rembulan menatap mesra di atas sana

Jiwaku telah memanggilmu, kekasihku
Di tengah luas samudra
Ketika banyu mengalir lembut
Bayu mendesirkan segenap rasa
Melekatkan sukma kita
Dalam darah dan airmata

Jiwaku telah mendekapmu, kekasihku
Di sini, di atas jembatan bertabur bunga
Di tengah keagungan semesta
Saat Dia persatukan kita
Tuk selalu mencinta
Sampai ajal tiba

 Kau jiwaku
Tiada yang mampu mengambilmu dariku
Tiada yang mampu mengambilku darimu


Hingga Kau Terpejam di Bahuku

Berbincang denganmu
Kala fajar menjelma
Kala langit bermandi cahaya
Kala jingga merona indah
Hingga malam tiba

Kita bersuara,
Bernyanyi sepenuh rasa
Tentang semua yang terlihat,
terdengar, dan terasa
Tentang manusia
Tentang semesta
Tentang cemas dan asa
Tentang impian dua jiwa
Tentang kita di hari tua

Kita berdendang dalam keinginan
Memeluk, mengecup, mendamba
Kita terlelap dalam ombak gairah
Bercumbu sampai tetes embun pertama
Dalam setia, dan hasrat, nan mesra

Hadirmu, lengkapi  hidupku
Berdansalah denganku
Hingga kelopak matamu
Terpejam di bahuku


Menyatu

Dalam hujan
Debur ombak
Lembutnya pasir
Sunyinya malam
Kutemukan dirimu
Dalam diriku
Aku di dalammu


Hingga Senja

Sekali kurasakan bibirmu
Berkali kuinginkan lagi
Menikmatimu
Sampai keriput kulitmu
Putih seluruh rambutmu
Tetap rasamu
Penuhi aku


Terindah

Kadang harummu menyelinap
Memasuki hatiku
Menyebar
Memabukkan
Buatku tak mampu berhenti
Rindukan dirimu
Inginkan tubuhmu
Mencintai jiwamu
Kau
Lelaki
Terindah
Dalam hidupku


Selamat Tidur, Sayang

Aku ingin pejamkan mataku
Saat kau pejamkan matamu
Aku ingin baringkan tubuhku
Di sisi kau baringkan tubuhmu
Aku ingin menatap wajahmu
Sebelum kau lelap dalam pelukku
Aku ingin hadir dalam mimpimu
Seperti kau hiasi mimpiku

Tidurlah kau kini kekasihku
Bintang kan menjagamu
Esok kubangunkan kau
Dengan kecupku


Pertengkaran Kita

Dalam tiap pertengkaran
Dalam tiap kemarahan
Dalam tiap kebencian
Dalam tiap tetes airmata
Cinta tetap di sana
Dua kata menghapusnya
Maafkan aku
Tiga kata meniadakannya
Aku sayang kamu


Setia

Cintaku tak mati
Oleh lemahmu
Cintaku tak pupus
Oleh salahmu  
Cintaku tak pudar
Oleh lakumu  
Karena cintaku
Hanya untukmu
Selalu


Perjalanan Kita

Cahaya menyorot tubuhmu
Telagamu temui pandangku
Senyum membuncah di wajahmu
Tertawan hatiku sejak itu
Kata demi kata
Menguntai suka, derita
Tawa, tangis, haru, bahagia
Marah, kecewa, perih, luka
Ketidakdewasaan, kelemahan
Kekuatan, penerimaan
Kecupan, pelukan
Membungkus waktu
Selimuti hidupmu,
Sirami jiwaku
Sampai kembali menjadi debu


Madu

Hari ini pertama kalinya
Kau teteskan madu di dadaku,
Manisnya meresap, menelusup kalbu
Lembut menyentak, buatku lupa dunia
Kala bibirmu mengecap rasa yang tertumpah

Butir demi butir turun menyentuh
Bak rintik hujan yang kupuja
Basahi jiwaku yang kering
Sensasinya,
Tajam menusuk dalam kesejukan

Sentuhanmu selalu indah bagiku
Tiap detik sepenuh rasa
Dalam semilir angin di antara dedaunan
Dengan lukisan tua
Di atas kepala kita
Ketika suara lalu lintas teredam dalam temaram cahaya

Pilu air mata kita berpadu dalam gelora
Perdalam cinta semakin cinta
Adakah yang mengerti
Selain kita yang mendamba di dalam luka
Selain kita yang bercinta di atas puing-puing asa

Kasihku,
Masih terpeta jejak kecupmu
Sepanjang aliran madu di atas tubuhku


Tak mungkin kulupa dirimu

Tak mungkin kulupa dirimu
Kau yang membuat tiada menjadi ada
Kau yang membuat belum menjadi telah
Kau yang pertama
Buatku mengenal indahnya surga

Tak mungkin kulupa dirimu
Kau yang desahkan nafas termesra
Kau yang baringkan tubuh merekah
Kau yang bangkitkan segala rasa
Buatku melenguh dalam nikmatnya cinta

Tak mungkin kulupa dirimu
Kau yang membuat kelabu jadi bahagia
Kau yang nyanyikan kidung terindah
Kau yang pahamiku dalam ratusan wajah
Kau yang milikiku sepenuh jiwa dan raga

Tak mungkin kulupa dirimu
Sampai tiada lagi rambut hitammu
Di antara helai putihmu
Kau tetap di hatiku


Thank You for Loving Me

It must be uneasy for you
To handle me the way I am
Only you, know me very well
To the deepest skin that can’t be seen

Nobody has the patience as you have
While I’m not being an angelic one
Arousing the pure thing I have in much
To kiss you now, I kiss you then
Please your lips, just be ready there 

I’m grateful to have you as my man
It’s indeed you always and ever
Grow flowers in our garden
Sprout my love time after time
Beautify my life more than u know

You, I have no one to compare
For your love will never end
For my love will never change