Siapa Narkissos ?

Narkissos (bahasa Yunani: Νάρκισσο ‘Narcissus’) merupakan salah satu tokoh dari sekian banyak mitos Yunani Kuno. Dikisahkan bahwa Narkissos merupakan pemuda yang tampan. Ayahnya adalah dewa sungai bernama Kefissos dan ibunya seorang nimfa bernama liriofe. Karena ketampanan Narkissos membuat banyak yang jatuh cinta kepadanya.

Dalam beberapa pendapat dikisahkan bahwa Narkissos sangat suka memandangi wajahnya sendiri melalui pantulan air sehingga ia pun jatuh cinta dengan bayangannya sendiri. kecintaan dengan dirinya sendiri secara berlebihan menyebabkan ia sering memandangi bayangannya dalam air. Suatu hari dia tidak sadar menjulurkan tangannya untuk menyentuh bayangannya diair hingga membuatnya tenggelam dan akhirnya tumbuh bunga Narsis ditempat tersebut.

Narsisme

            Seorang psikolog ternama Sigmund Freud mengambil tokoh Narkissos untuk di jadikan sebagai simbol sifat manusia yang mencintai dirinya sendiri secara berlebihan. Sifat kecintaan terhadap diri sendiri itu disebut Narsisisme atau Narsisme. Sesungguhnya mencintai diri sendiri merupakan hal yang wajar dalam diri manusia tapi dikatakan tidak normal jika berlebihan.

            Sifat narsisme telah ada dalam diri setiap manusia sejak lahir (Freud, 1914). Dengan adanya sifat narsisme dapat menyeimbangkan kebutuhan yang berkaitan dengan hubungan dengan orang lain. Bahkan sifat narsis sangat baik untuk memotivasi setiap individu untuk berkembang dan berprestasi. Namun terjadi masalah jika sifat narsis tersebut sangat berlebihan seperti Narkissos yang mati karena sifat itu.

Narkissos Yang Modern

            Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi ditandai dengan lahirnya produk-produk teknologi seperti media sosial, ponsel pintar dan PC yang semakin cangih membuat Narkissos bangkit merasuki orang-orang yang hidup saat ini terutama remaja.

            Orang-orang masa kini terutama remaja secara tidak sadar terbuai dengan ketampanan dan kecantikanya parasnya melalui kamera kemudian di posting dimedia sosial. Bahkan para Narkissos sekarang bisa memanipulasi parasnya demi kecintaannya terhadap dirinya. Ini merupakan bentuk Narsisme tingkat tinggi.

            Perbedaan Narkissos Yunani Kuno dengan Narkissos modern saat ini adalah terletak pada dunia mayanya. Narkissos Yunani kuno media dunia mayanya adalah air sedangkan Narkissos sekarang media dunia mayanya lebih canggih lagi yakni cermin, lensa, internet dan media sosial.

            Kematian Narkissos yang disebabkan oleh sifat narsisnya memang miris namun lebih miris dengan kondisi para Narkissos saat ini. Banyak diantara mereka yang rela merendahkan harga dirinya demi berbuat konyol didepan kamera kemudian diekspos dimedia sosial, beberapa diantara mereka tidak punya banyak waktu lagi untuk belajar, bekerja dan berpikir karena lebih memilih keluyuran kemana-mana membuat foto selfi maupun foto bareng, bahkan ada diantara mereka yang telah meninggal dunia gara-gara mepertaruhkan nyawanya mengambil gambar ditempat berbahaya. Semua yang mereka lakukan demi rasa kecintaan terhadap dirinya sendiri. Mereka sangat bangga melihat potretan dirinya dalam dunia maya meskipun terkadang mereka memanipulasi parasnya.

            Buat yang belum kerasukan hati-hatilah dengar arwah Narkissos dan jangkitan virus-virus Narkissos kekinian.