Tidak terasa momen HUT NKRI yang ke-72 tinggal menghitung jam lagi. Momen yang bersejarah dan bernilai tinggi ini akan segera datang lagi.17 Agustus 1945 adalah hari lahir bangsa Indonesia hari dimana Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya  dan hari dimana Bangsa Indonesia diakui secara konstitusional (De Facto dan De Jure).

     Indonesia yang secara jejak historis merupakan negara jajahan kaum Imperium (Portugis, Inggris, Perancis, Spanyol, Belanda dan Jepang) Indonesia mengalami masa penjajahan yang tidak mudah.Perlawanan demi perlawanan terus dilakukan oleh rakyat Indonesia pada masa penjajahan tersebut, perlawanan dilakukan semata-mata hanya untuk mewujudkan satu kata “KEMERDEKAAN”

 Kini, Indonesia telah 72 tahun meniti dan terlepas dari belenggu Penjajahan, namun banyak yang mengatakan kita telah terlepas dari penjajahan bersenjata akan tetapi penjajahan dalam bentu lain masih bersemayam di negeri kita.Jadi, apa sebenarnya merdeka dan kemerdekaan itu?

 Merdeka secara Bahasa artinya terbebas dari belenggu, penjajahan dan  bebas atas dirinya sendiri (negara telah bebas atas negaranya sendiri) dan Kemerdekaan adalah realisasi daripada merdeka.

  Indonesia, telah tercatat kemerdekaannya di tahun 1945, yang dimana kemerdekaannya di proklamirkan dengan dibacanya teks proklamasi oleh Ir. Soekarno selaku presiden pertama dan juga salah satu pendiri bangsa Indonesia ini.

  Indonesia yang dibentuk berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang dibaliknya ada perjuangan yang berdarah-darah untuk mewujudkan kemerdekaannya. Namun kemerdekaan yang diwujudkan adalah kemerdekaan atas penjajahan.

 Sedangkan Indonesia belum mencapai kemerdekaan substansial, kemerdekaan substansial adalah kemerdekaan suatu negara yang benar-benar berdaulat di berbagai bidang, baik bidang politik, ekonomi, pendidikan, budaya, teknologi, hukum, dan sebagainya. Dalam kemerdekaan substansial, bangsa tidak terikat dengan perjanjian atau hal-hal yang membuatnya tidak berdaulat secara penuh .

 Beberapa bulan belakangan ini, Indonesia diguncang dengan kekacauan seputar Isu Sara dan Agama. Dimana agama menjadi hal yang sensitif di Negara ini, Radikalisme dan Intoleransi hadir di Negara ini.

 Mungkin beberapa orang atau kelompok merasa tidak ada yang salah dengan hal ini, namun bila kita mengamati hal ini secara terus-terusan hasil yang kita dapatkan adalah saat ini di negara ini kebebasan dalam ber-agama mulai samar terlihat.

 Paham-paham radikalisme mulai menjajah negara ini, bahkan sampai ada yang menuntut meruntuhkan dasar negara ini, merdeka melahirkan sekat diantara umat beragama yang tadinya harmonis menjadi sensitif di negara ini.

Bukan hanya itu pula anak-anak bangsa dan pemuda-pemudi bangsa telah kehilangan jati dirinya sebagai anak bangsa Indonesia yang berbudi pekerti. Mereka telah dijajah oleh teknologi dan budaya asing.

 Kurangnya sopan santun dan moral pancasila telah melahirkan anak-anak bangsa yang bersifat pasif, tidak no-pro aktif dan masa bodoh. Hal ini menjadi hal yang patut diperhatikan, bagaimana tidak anak-anak bangsa dan pemuda-pemudi bangsa ini merupakan aset utama dalam Sumber daya manusia dan juga merupakan penunjang masa depan negara ini.

 Selain itu negara ini masih belum lepas dari para penjahat-penjahat berdasi dan berijazah mereka adalah para koruptor yang telah menjadi tersangka namun masih juga berlenggak-lenggok tanpa rasa bersalah.

 Para koruptor yang telah menjadi tersangka juga masih bisa membela dirinya dan dibela. Mereka yang telah mengeruk habis negara ini masih juga bisa bersantai dan ber-hahaha-hihi di negara ini.

Kemajuan negara ini bergantung pada masyarakatnya dan elemen-elemen pemerintahannya. Negara ini akan terus terpuruk bila masih saja ada orang-orang bersifat serakah, bermasa bodoh dan tidak cinta tanah air didalamnya.

 Sudah saatnya kita semua menyatu dan kuat tanpa adanya sekat karena fikiran dia beragama ini, bermazhab ini, beraliran ini, bersuku ini dan itu. Sudah saatnya kita bersama membangun negara tercinta kita ini.

 Menanamkan moral dan budi pekerti kepada anak-anak bangsa negara ini. Bersama melawan koruptor, bersama melawan radikalisme dan terorisme. Bukankah indah bila kita bersatu dan kuat?

17 Agustus 1945-17 Agustus 2017, 72 tahun sudah bangsaku merdeka tempatku lahir, mengais kehidupan, memiliki karakter dan identitas. Terima Kasih Indonesia dan pahlawan bangsaku...

            Selamat hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Jayalah Indonesiaku! Jayalah Negeriku!!