Survei terbaru tentang penggunaan bahasa-bahasa di seluruh dunia, mendudukan Indonesia sebagai bangsa trilingual nomor 1 di dunia dengan kombinasi - bahasa Jawa+Indonesia+Inggris dan di tahun 2014, komunitas berbahasa Jawa tercatat sebagai komunitas linguistik terbesar nomor 10 di dunia dengan jumlah penutur 84. 300.000 (delapan puluh empat juta tiga ratus ribu).

Berdasarkan pertanyaan yang sering diajukan kepada saya dan pengamatan saya sebagai pengajar kajian Indonesia di luar Indonesia, peminat bahasa Jawa di luar Indonesia khususnya, bisa dikatakan lumayan besar. Seringkali saya menerima email dari Rusia, Saudi Arabia atau Amerika yang isinya menanyakan buku teks untuk belajar bahasa Jawa yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Yang masih menjadi tantangan saat ini adalah tidak atau belum tersedianya bahan belajar-mengajar bahasa Jawa (yang ditulis dalam bahasa Inggris) yang bisa dipakai oleh siapa saja yang tertarik untuk belajar atau mengajarkan bahasa Jawa kepada penutur yang bukan orang Indonesia.

Buku tata bahasa Jawa yang ditulis oleh salah seorang pakar bahasa Jawa Profesor Stuart Robson ini bisa menjadi pemicu dimulainya ‘budaya’ menulis bahan belajar-mengajar bahasa Jawa pada khususnya dan bahasa-bahasa (daerah) lain di Indonesia pada umumnya.

Buku ini adalah edisi ke3 karena merupakan reinkarnasi dari ke2 versi sebelumnya (Javanese Grammar for Students, edisi 1, 1992 (Monash Papers on Southeast Asia No.26), dan edisi ke 2 yang diterbitkan oleh institusi tang sama sepuluh tahun kemudian (2002).

Buku ini terdiri dari 104 halaman dengan pendekatan yang berbeda dari kedua versi sebelumnya. Perbedaan itu diwakili dengan istilah ‘Graded’ yang berarti materi dikenalkan secara bertahap disesuaikan dengan tingkat kesulitan proses belajar-mengajar bahasa (Jawa.) Tata bahasa dikenalkan tahap per tahap, lewat topik-topik yang berbeda, dari tingkat yang sederhana sampai yang kompleks.

Informasi baru seperti istilah atau ungkapan yang tidak ada di kedua versi sebelumnya ditambahkan karena pada dasarnya bahasa Jawa bukanlah bahasa yang mandeg dan selalu berkembang sesuai  dengan perkembangan jaman.

Isi buku terdiri dari  28 unit, jadi bisa secara mudah dipakai untuk mengajar satu topik per minggu (Di negara-negara seperti Australia, Amerika dan negara-negara Eropa, pelajaran bahasa biasanya dilakukan dalam dua semester setahunnya dan setiap semester berisi 12 minggu kegiatan kelas disusul dengan 2 minggu ujian akhir).

Ke-28 unit tersebut memakai pendekatan ‘frasa bahasa percakapan’ dan daftar lengkap frasa verba (frasa kata kerja) dibagian ‘How do you say it in Javanese?’.  Biasanya banyak kamus atau buku yang berfokus pada terjemahan dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Inggris.

Yang menjadi pertanyaannya adalah  bagaimana pembelajar bahasa Jawa yang adalah penutur bahasa Inggris bisa mengungkapan idenya dalam bahasa Jawa, karena tidak (belum) adanya kamus bahasa Inggris-Jawa? Bagian buku yang berjudul ‘How do you say it in Javanese?’, mencoba memulai menjawab pertanyaan itu dengan daftar yang untuk sementara bisa dikatakan ‘lengkap’. 

Mahasiswa atau siapa saja (orang non-Indonesia) yang sudah belajar dan menguasai bahasa Indonesia dan tertarik untuk lebih memahami budaya, politik dan masyarakat Indonesia dengan lebih mendalam, (biasanya) tertarik untuk belajar bahasa lain yang ada di Indonesia, misalnya bahasa Jawa.  Buku ini bisa menjadi semacam ‘pengenalan’.

Selain itu, buku ini juga bermanfaat bagi para peneliti atau ahli linguistik Indonesia.  Setelah buku ini, tantangan berikutnya adalah menulis buku teks bahasa Jawa dengan fondasi tata bahasa dan penggunaan bahasa Jawa ‘moderen’ yang bisa dipakai untuk belajar dan mengajar oleh tidak hanya masyarakat Jawa di Indonesia, tetapi masyarakat di luar Indonesia pada umumnya.

 

Stuart Robson: Javanese Grammar for Students; A Graded Introduction.
Clayton: Monash University Publishing, 2014.
ISBN: 9781922235374, Aus$29.95