Mahasiswa
1 bulan lalu · 235 view · 3 min baca · Gaya Hidup 82468_33813.jpg
Ilustrasi: NYT

Jatuh Cinta Itu Memang Harus Jatuh dan Cinta

Begini, kalau dipikir-pikir, manusia mana sih yang tidak pernah jatuh cinta? Jatuh cinta itu semacam hakikat semesta yang pasti dimiliki oleh setiap manusia di dunia ini. Cintanya seorang pria terhadap wanita, cintanya seorang ibu terhadap anaknya, hingga cintanya seorang bos terhadap karyawannya. 

Cinta itu, kalau dipikir-pikir lagi, ternyata memiliki banyak universe. Bukan hanya Marvel, cinta juga punya lho.

Banyak manusia terperangkap dengan berbagai persepsi yang itu-itu saja. Terperangkap dengan cara-cara manusia lain yang tidak bertanggung jawab yang telah berhasil mencuci otak manusia hingga saat ini. 

Cinta, di era saat ini selalu disimbolkan dengan patahnya hati, rindunya jiwa, hingga cinta sepasang kekasih yang sangat melarutkan emosi. Cinta dibingkai dengan pola yang sudah bisa ditebak. Cinta itu adalah mencintai yang lain. Titik.

Perlu kita sadari, banyak hal tentang cinta yang terjadi di lapangan tidak seindah apa yang kita lihat di film, sinetron, atau buku-buku novel. Cinta, jika kita benar-benar membedahnya bukan soal suka sekali, kasih sekali, hingga ingin sekali. 

Sebenarnya, jika kita lebih menelaah, ada kata keempat dalam KBBI yang tertulis bahwa cinta itu adalah susah hati (khawatir). Ya, kalian sudah sadar? Cinta itu tidak selalu bahagia.

Cinta tidak punya hak-hak prerogatif yang membuat dirinya bisa memberikan kebahagiaan terus-menerus. Sebagai manusia, kita semestinya menyadari, cinta punya seribu hal yang tidak terduga. Punya seribu semesta yang beragam. Dan yang pasti, punya seribu persepsi yang unik.


Ketika cinta tidak memiliki hak-hak istimewa yang membuatnya hebat, begitu juga hal-hal yang berkaitan dengan jatuh cinta. Cinta dan jatuh cinta adalah dua bentuk yang tak bisa terpisah. 

Ketika ada mereka yang menyebut bahwa jatuh cinta itu adalah sebuah proses terbentuknya cinta yang berujung ke sebuah perasaan ingin memiliki, nyatanya merakalah manusia-manusia yang masih tidak tahu bahwa jatuh cinta itu ternyata terdiri dari dua suku kata. Jatuh dan cinta. Walaupun di KBBI arti jatuh cinta adalah menaruh cinta kepada

Saya tidak ingin membahas kalimat tersebut. Saya ingin membahas arti yang luas dari sebuah jatuh dan cinta.

Seperti yang disebutkan tadi jika sebenarnya cinta itu memiliki banyak universe. Mestinya jatuh cinta atau jatuh dan cinta itu juga punya dunia dan pengalaman yang berbeda-beda.

Pada kenyataannya, jatuh cinta itu memang menyenangkan. Sangat, sangat menyenangkan. Seperti hidup di dunia yang berbeda. Jatuh cinta itu unik, lucu, ngegemesin, dan yang diharapkan adalah berujung menjadi sebuah cinta. Jatuh cinta lalu cinta, sebuah akhir yang selalu diharapkan para penderitanya.

Tapi ya, namanya juga hidup, jatuh cinta itu memang harus jatuh dan cinta. Harus jatuh ketika sebuah perasaan ingin memiliki tidak pernah menjadi cerita yang nyata. Harus tetap cinta ketika sebuah patah hadir menjadi duri yang menyakitkan dalam sebuah harap jatuh cinta. 

Jatuh cinta membuat kita mabuk, terlena, dan tidak menyadari satu hal. Ada dunia nyata yang tidak selalu menyenangkan. Ada dia yang tak selalu cinta kamu. Itu.

Cinta yang sering jadi simbol kebahagiaan juga punya banyak kekurangan. Begitu juga yang terjadi dalam prosesnya. Jatuh cinta.

Ingat, jatuh cinta tidak selalu berakhir bahagia. Ingat, jatuh cinta itu kadang jahat. Ingat, jatuh cinta itu bahkan bisa membuat bulir-bulir air mata kebahagiaanmu berubah menjadi air mata kesedihan. 


Jatuh cinta seperti janji-janji manis para politikus ketika kampanye. Terlihat manis memang, tapi akhirnya bikin hati geregetan. Jatuh cinta bisa begitu, sobatku semua.

Jadi, harus bagaimana kita menanggapi semua dinamika yang terjadi menyoal cinta dan jatuh cinta tersebut?

Pada akhirnya respons kita adalah sebuah pilihan. Sebuah bentuk kedewasaan yang termanifestasi dalam bentuk merelakan, melepaskan hingga yang paling sakit, melihat dirinya bahagia tanpa diri kita.

Bahwa dalam prosesnya, jatuh cinta itu menjadi sebentuk pengalaman yang akan membentukmu untuk menapaki jatuh cinta-jatuh cinta berikutnya. Sebuah jatuh dan cinta yang akan membuat hatimu kuat ketika benar-benar merasakan apa arti cinta yang sesungguhnya yang tentu tidak melulu bahagia dan tawa. Bahwa sesungguhnya cinta dan jatuh cinta adalah bagaimana kita berproses dalam menghadapi dan mengalaminya.

Cinta, cinta, cinta yang kalau kata Chairil Anwar itu, bahaya yang lekas jadi pudar. Begitu juga jatuh cinta. Adalah sebentuk risiko-risiko yang cukup berbahaya yang kita tidak tahu apakah orang yang kita jatuhkan cinta tersebut juga memiliki perasaan yang sama. Apakah juga akan mengambil risiko yang sama dengan kita. 

Jatuh cinta, jatuh dan cinta itu adalah hal-hal yang penuh risiko yang sering kita lupakan. Sewujud nyata dari ketidakpekaan hati soal risiko yang pada akhirnya kita wajarkan. Dan akhirnya kita lupakan, tertawakan, hingga menjadi sebuah kenangan.

Artikel Terkait