Musik terkadang menjadi salah satu media yang mampu mewakili perasaan seseorang. Saya melihat ketika seseorang patah hati, musik-musik Barat cocok untuk mewakili perasaan galau dan depresi. Lirik dari musik-musik Barat memang ampuh mewakili perasaan sakit pada hati seseorang. 

Contohnya, lagu All I Ask dari Adele yang pernah ditafsirkan maknanya dalam tulisan Ulil Abshar Abdalla. Saya menyematkan Adele sebagai musisi galau Barat atau the queen of galau karena lirik dalam lagu-lagu galaunya memang tidak pernah basi untuk didengar kala galau berkecamuk di dada.

Tapi untuk urusan momen Anda jatuh cinta, saya menyarankan tidak mendengarkan lagu-lagu Barat. Karena lirik mereka untuk jatuh cinta ini dikemas dengan imajinasi yang berlebihan. 

Saya justru menyarankan Anda ketika jatuh cinta untuk mendengarkan lagu dari Indonesia. Musisi Indonesia rupanya “jago” dalam menulis lirik ungkapan jatuh cinta. Ini kebalikan dari musisi Barat.

Setiap manusia pasti pernah jatuh hati dan cara mengungkapkannya tentu tiap orang berbeda. Saya menyebut jatuh hati ini sebagai kekaguman kepada seseorang. Entah itu kagum karena cara bertuturnya, cara berapakaiannya, cara menatap cita-citanya, atau cara menjalani hidup lainnya dari orang yang kita kagumi.

Ada banyak bentuk ekspresi ketika seseorang jatuh hati, salah satunya dengan mendengarkan musik yang bertema jatuh hati atau dalam bahasa Inggrisnya “falling in love”.

Musik dengan liriknya menjadi magic bagi pendengarnya. Ungkapan rasa cinta dalam setiap baitnya seperti menjadi perjalanan hidup bagi dirinya. Saya menempatkan lagu jatuh hati yang dinyanyikan oleh Raisa ini sebagai hit ketika saya merasa kagum kepada seseorang. Kagum definisi bagi saya adalah jatuh cinta secara terhormat. 

Dan Raisa dalam lagunya Jatuh Hati ini mencoba mengekspresikan jatuh cinta dengan jalan terhormat sebab ia dalam liriknya mengatakan:

“Kutak Harus Memilikimu” di akhir reff-nya.

Kagum itu adalah rasa cinta kepada seseorang, namun ia pasrah bahwa cinta memang tidak harus dimiliki. Menjadi pengagum rahasia justru bagi saya lebih terhormat ketimbang mengungkapkannya. 

Saya memaknai cinta akan terus tumbuh ketika ia tidak dimiliki, cintanya akan terus merambah dalam lingkaran penasaran kepada sosok yang dia kagumi itu. Justru ketika cinta sudah dimiliki, rasa penasaran itu perlahan hilang dan kian hari kian memudar.

Raisa menepis bahwa ia tidak jatuh cinta, namun ia justru merasa jatuh hati. Di sini saya mulai berpikir bahwa Raisa membedakan antara jatuh cinta dengan jatuh hati. 

Saya mencoba menafsirkan bahwa jatuh cinta adalah sebuah perasaan yang timbul dari lahiriah. Sementara jatuh hati lebih kepada perasaan batiniah. Meskipun definisi cinta bagi sebagian kalangan adalah hal yang bersifat esoteris.

Jatuh hati lebih kepada persoalan batiniah, seperti yang diungkapkan dalam penggalan lirik lagu Raisa :

Kuterpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu, terkagum pada pandangmu caramu melihat dunia.

Pertama Raisa menyebut “tutur” atau perkataan. Cara bicara seseorang terkadang memang membuat orang lain jatuh hati. Tutur atau cara bicara; bukan hanya sebatas nada bicara saja, namun lebih kepada bagaimana seseorang merangkai kata yang diucapkan ketika berbicara dan hal tersebut merupakan cerminan kepribadiannya. 

Kedua, Raisa menyebut “jiwa.” Seseorang dengan jiwa yang meneduhkan membuat kita nyaman (katakanlah berteman) dengannya. Jiwa dalam pembawaan seseorang terhadap segala situasi juga mampu membuat orang lain jatuh hati. 

Ketiga, Raisa menyebut “cara pandang dalam melihat dunia.” Cara pandang yang tidak sempit dalam melihat segala sesuatu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi orang lain. 

Di sini saya membayangkan seseorang yang tampil dengan cara berpikir “Out of the Box”. Sebagian orang jatuh hati kepada lawan jenisnya karena mempunyai pribadi yang unik dan berani tampil berbeda sendiri.

Terlihat jelas Raisa memilih jatuh hati secara batiniah yang dalam lirik pada reff ia mengatakan 

Kuharap kau tahu bahwa kuterinspirasi hatimu. 

Ketiga komponen yang disebutkan Raisa mulai dari tutur bicara, jiwa, dan cara pandang atau mindset itu merupakan cerminan batin seseorang. 

Raisa dalam lagunya tidak menyebut komponen, misalnya tampan, harum tubuhnya, tinggi badannya, atau status lainnya itu karena ia tidak sedang jatuh cinta. Dalam lirik ia tegaskan bahwa:

Aku bukan jatuh cinta, namun aku jatuh hati.

Ia tidak sedang memfokuskan kepada jatuh cinta lahiriah, tetapi sedang jatuh cinta batiniah.

Kesimpulannya, Raisa dalam lagu Jatuh Hati sedang mengedukasi pendengarnya untuk jatuh hati kepada seseorang secara terhormat, bukan mengimajinasikan jatuh hati itu secara berlebihan dan memaksakan orang yang kita kagumi itu harus menjadi milik kita seperti penggalan di akhir reff 

 Kutak harus memilikim,u tapi bolehkan ku selalu di dekatmu.

Selain lagu ini menceritakan tentang jatuh hati secara batiniah, namun juga ada pesan yang terselip bahwasanya semua orang dapat memilih jatuh hati secara batiniah atau jatuh cinta secara lahiriah.