Semua orang pasti pernah merasakan kegagalan. Tanpa adanya kegagalan tidak akan ada pelajaran. Kegagalan mengajarkan pentingnya arti perjuangan. Dengan adanya perjuangan, menuntun kita untuk selalu dekat kepada Tuhan. Kesulitan pasti akan selalu menghampiri, tetapi kemudahan akan selalu menyertai.

Sebagai seorang pelajar tentunya pasti mempunyai mimpi. Mimpi yang besar pastinya akan tercipta sebuah ekspektasi yang besar pula. Walaupun kita mempunyai ekspektasi yang besar, bukan berarti kita tidak bisa memperjuangkannya. Ekspektasi inilah yang justru mendorong kita untuk selalu berjuang lebih keras.

Dahulu saya pernah diremehkan oleh orang karena mempunyai mimpi yang terlalu tinggi. Jujur, saya waktu itu sangat sakit hati dan sampai menangis semalaman. Namun, saya berpikir untuk fokus terhadap keinginan yang ingin saya capai.

Walaupun pasti akan ada omongan-omongan tidak enak yang selalu menghampiri saya. Akan tetapi, saya selalu berusaha percaya diri dan tidak terpengaruh terhadap perkataan orang lain. Saya juga yakin kalau setiap ada kemauan pasti ada jalan.

Pada waktu itu saya mendapatkan kuota SNMPTN dari sekolah. Saya sangat senang karena ini merupakan kesempatan emas bagi saya untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, saya bingung untuk memilih jurusan mana yang cocok untuk saya.

Akhirnya saya memutuskan untuk memilih program studi agroteknologi di Universitas Siliwangi. Saat pengumuman SNMPTN 2020, ternyata saya harus menelan pil pahit bahwa saya tidak lolos seleksi SNMPTN 2020. Jujur, saya sangat kecewa dan sedih karena harus gagal dalam seleksi SNMPTN 2020.

Orang tua saya menyarankan saya belajar lebih giat dan tidak boleh menyerah. Mendengar hal tersebut, saya semakin semangat belajar untuk bisa berkuliah di tahun 2020. Saya menjadi sangat yakin karena adanya dukungan dari orangtua. Orangtua berpesan agar saya juga tidak lupa untuk berdoa.

Selanjutnya, saya mengikuti seleksi SBMPTN 2020. Persiapan saya untuk mengikuti SBMPTN 2020 ini sangat berat. Saya harus dihadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19. Adanya pandemi mengharuskan saya untuk memakai masker, sarung tangan, dan faceshield. Saya sangat tidak nyaman mengerjakan soal-soal SBMPTN karena saya kesulitan untuk bernapas.

Saat pengumuman SBMPTN 2020, saya berharap bisa lolos seleksi SBMPTN 2020. Namun, Tuhan belum mengizinkan saya untuk bisa lolos seleksi ini. Saya sangat sedih dan kecewa untuk yang kedua kalinya. Orang tua saya pun juga sedih karena saya belum diterima di PTN manapun. Orang tua saya menyarankan saya untuk bisa mencoba di jalur seleksi mandiri.

Saya mengikuti 10 seleksi mandiri PTN. Namun, saya harus menelan pil pahit untuk ke sekian kalinya karena saya dinyatakan tidak lolos seleksi mandiri PTN. Saat itu, saya benar-benar dalam kondisi dengan mental down. Saya menjadi pemalu saat bertemu dengan seseorang karena takut dengan perkataan orang yang sarkas terhadap saya.

Namun, orangtua menyarankan saya untuk memilih 2 pilihan, yaitu melanjutkan studi S-1 di PTS (Perguruan Tinggi Swasta) atau gap year dengan mengikuti bimbel online untuk mempersiapkan SBMPTN 2021. Jujur saya sangat bingung di antara 2 pilihan tersebut, lalu saya meminta waktu ke orangtua saya untuk dapat memikirkan pilihan tersebut.

Akhirnya, saya memutuskan untuk mengikuti bimbel online. Orangtua saya pun setuju dengan keputusan saya. Beliau berpesan agar saya harus bersungguh-sungguh dan mempersiapkan SBMPTN 2021 dan menerapkan “DUIT”, yaitu kepanjangan dari doa, usaha, ikhtiar dan tawakal.

Selama saya belajar di bimbel online, saya sangat menikmati setiap proses yang saya tempuh. Tak hanya belajar, saya juga sering mendapat motivasi dari guru bimbel saya. Motivasi yang saya ingat adalah Patience is needed when you want to achieve a success, yang artinya Kesabaran dibutuhkan ketika kamu ingin mencapai kesuksesan.

Saya menjadi lebih senang berlama-lama di dalam rumah karena mempunyai suasana belajar yang baru. Saya juga mempunyai teman-teman virtual baru yang sangat keren. Mereka mengajak saya untuk berdiskusi bersama membahas soal-soal yang belum dipahami.

Saat ujian SBMPTN 2021 (UTBK), saya mengerjakan soal-soal dengan baik dan penuh hati-hati. Inilah kesempatan saya untuk bisa lulus SBMPTN 2021 dan bisa berkuliah di PTN. Saya dan orang tua sangat berharap bahwa kali ini saya bisa kuliah di PTN. Saya juga tidak ingin mengecewakan orangtua saya untuk yang kedua kalinya.

Selain mendaftar SBMPTN 2021, saya juga mendaftar seleksi UMPTKIN 2021 dan SM UNS (Seleksi Mandiri UNS) jalur tulis. Hal ini saya lakukan agar bisa memperbesar peluang saya untuk bisa berkuliah di PTN. Saat pengumuman SBMPTN 2021, saya dinyatakan tidak lolos dalam seleksi SBMPTN 2021. Namun, saya percaya bahwa masih ada jalan untuk bisa lolos di PTN. 

Saat pengumuman seleksi UMPTKIN 2021, Alhamdulillah saya dinyatakan lulus di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan program studi pendidikan Biologi. Beberapa hari kemudian, Alhamdulillah saya dinyatakan lulus SM UNS 2021 dengan program studi Pendidikan Kimia. Saya dan orangtua saya sangat bersyukur karena akhirnya saya bisa lulus PTN.

Saya sangat berterima kasih kepada Allah SWT karena-Nya saya bisa mewujudkan cita-cita saya. Saya juga berterima kasih kepada orangtua saya yang sudah memberi support kepada saya. Tak lupa, saya berterima kasih juga kepada guru bimbel online saya yang udah membimbing saya untuk bisa lulus SBMPTN 2021.

Saya percaya bahwa Tuhan itu akan selalu mengabulkan setiap keinginan hambanya. Saya juga yakin bahwa doa dari orangtua dan dukungannya sangat berarti bagi saya. Pelajaran yang saya dapatkan ialah kesabaran sangat diperlukan untuk bisa meraih kesuksesan.

Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, karena ia kita bisa tahu artinya sebuah perjuangan. Hasil juga tidak akan pernah mengkhianati proses. Proses yang membawa kita untuk mencapai sebuah kesuksesan. Jangan pernah menyerah bahwa akan ada pelangi yang muncul setelah hujan tiba.