Staf Pengajar
1 bulan lalu · 98 view · 4 min baca menit baca · Gaya Hidup 99035_61949.jpg
Above the Clouds at Sunrise (1849) by Frederic Edwin Church

Jangan Pernah Kehilangan Harapan untuk Tetap Bertahan Hidup

Hari ini adalah milik kita dengan segala kesempatan yang masih bisa dijalani dengan sesungguhnya. Maka tak patut kiranya bila melepas begitu saja waktu yang tengah digenggam dan memberinya kepada ruang untuk bersikap pesimis menatap masa depan. 

Bagaimanapun permasalahan itu, kehidupan haruslah tetap berjalan meski gelap rasa batin tak kunjung menemukan cahaya terang. Seperti sungai yang tenang mengalir lepas tanpa tekanan yang menyiksa untuk berhenti berkarya adalah semangat muda yang mesti tetap kita giatkan tanpa takut melihat waktu. 

Setiap tekanan batin yang menyiksa membutuhkan pendengaran musik, adakalanya kita membutuhkan mendengarkan lagu You Are The Reason yang dibawakan Calum Scoot saat di kala ruwet biar gak terlalu berat kali. 

Memang benar bahwa tanpa musik, kata Nietzsche, hidup adalah suatu kesalahan. Maka jangan memperparah keadaan dengan menyelesaikan sesuatu tanpa mendengar. Kesadaran manusia pada prinsipnya membutuhkan pengalaman pendengaran untuk mengerti bagaimana kehidupan ini berjalan.

Dalam menulis, saya harus putar lagu Shallow yang dibawakan Lady Gaga dalam film A Star is Born dan mendengarkannya berulang-ulang.

Mungkin berpuluh-puluh kali sampai pada akhirnya saya mendapatkan sengatan inspirasi untuk menulis judul opini yang saya kira tepat mencerminkan keadaan yang tengah kita hadapi saat ini mengenai modernitas waktu dalam tekanan revolusi 4.0, yaitu "Jangan Pernah Kehilangan Harapan untuk Tetap Bertahan Hidup." 

Meski tak sesempurna yang diharapkan, jujur dari pemikiran yang terdalam semoga sampai ke hati para pembaca tulisan ini. Sebagai pesan untuk jangan pernah kehilangan harapan untuk tetap bertahan hidup di dunia yang penuh dengan ketimpangan ini. 

Meskipun terkadang banyak yang menolak untuk mendengar segala keluh-kesahmu, percayalah kamu tetap yang terbaik. Dukamu abadi memberi arti kepada dunia bahwa tiada kesempurnaan dalam hidup.


Namun menerima kekurangan adalah kesempurnaan yang sesungguhnya, tidak hanya sekadar mengingat ketakutan dan kecemasan yang bisa berujung pada penyesalan. Sayangilah dirimu dengan tetap memberi keyakinan untuk bahagia meski tak harus memiliki.

Cak Nun mengatakan, "Untuk menemukan cinta sejati, kadang-kadang merasakan kepahitan yang lebih terlebih dulu, untuk menemukan cahaya, kita harus menyadari kegelapan." 

Setiap perjalanan di antara kita pasti mengalami keputusasaan yang besar di mana masa depan memiliki tantangan yang kuat penuh lika-liku yang begitu mencekam, sehingga kita harus berani untuk tetap tabah menjalani hari ini dan esok dengan seadanya tanpa harus gelisah untuk mementingkan hidup menuju abadi. 

Tanpa harus mencaci maki, tanpa harus menyalahkan keadaan, dan tanpa harus menebar hoaks kebencian. Hari ini adalah milik kita dan berjalanlah melintasi waktu dengan penuh keyakinan optimis. 

Setiap rasa sakit itu memiliki makna yang begitu besar sehingga dari kecil kita diajarkan untuk terus bersabar di dalam kesusahan, tabah tanpa menghitung jerih menahankan rasa sakit itulah kekuatan yang sesungguhnya.

Memang tak mudah untuk mendapatkan motivasi sebab kita tentu menjalani kehidupan yang berbeda dari orang yang ada disekitar kita. Kita tak bisa menyalahkan dia, dan kita tak harus mengecam diri sendiri karena kegagalan. 

Kita lebih menunjukkan kebahagiaan kita didepan orang daripada menunjukkan masalah kita didepan orang, sebab kita memiliki keyakinan untuk tidak menambah beban kehidupan bagi orang yang tengah kita jumpai.

Dalam ketakutan menerima nasib yang tak sesuai dengan harapan selalu saja ada godaan untuk ingin mengakhiri suatu kehidupan. Namun itu bukanlah solusi. Semua godaan sesat itu berawal dari sikap pesimis. 

Pesimis artinya sama dengan bunuh diri, karena ia menghentikan pergerakan memacu mental. Sikap pesimis dalam menjalani hidup adalah cikal bakal dari keputusasaan yang besar. 

Maka jangan pernah sampai kehilangan harapan untuk tetap bertahan hidup di dunia ini. Jalani hari dengan berani untuk tetap tegar dan semangat, jangan mudah kalah dengan sikap pesimis. 

Mantapkan langkah dan yakin esok akan lebih bahagia dari yang kini dijalani. Optimis dengan penuh keyakinan teguh bahwa perjuangan tak boleh berhenti dengan begitu cepat, lagi, lagi, dan lagi mantapkan langkah ini.

Adapun harapan yang berlebih bisa menyebabkan krisis rasionalitas yaitu tumpulnya membangun sistem menuju pengetahuan. 

Seperti yang diucapkan Kahlil Gibran "Para guru yang bijaksana tidak menawari Anda untuk masuk ke dalam rumah kebijaksanaan, melainkan membawakannya ke ambang pikiran Anda." 

Kita boleh kehilangan waktu tetapi tidak dengan cinta karena ialah alasan mengapa kita hidup. 

Berbagi rasa tidak hanya untuk mengejar kesempurnaan melainkan kemampuan menerima kelemahan itu secara sempurna. 

Kahlil Gibran mengatakan "Cinta tumbuh bukan karena menemukan orang yang sempurna, melainkan kemampuan menerima kelemahan-kelemahan orang itu secara sempurna." 

Selalu ada harapan untuk mendapat lebih ketika keinginan pertama telah terwujud, sehingga seseorang lupa untuk mensyukuri kebahagiaan yang telah ia miliki sebelumnya. Kita dihantui oleh keinginan-keinginan yang tak pernah ada habisnya. 


Hanya kesadaran diri sendirilah yang mampu menuntun sikap untuk tetap tenang dan menikmati proses yang kini telah dilalui. "Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan kata Kahlil Gibran. 

Dan semua hasrat serta keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta."

Keluarga adalah salah satu alasan kenapa kita tak harus mengakhiri secara cepat kehidupan ini dengan putus asa. Ada banyak orang yang mencintai kita tanpa kita sadari meski keadaan amat melelahkan. 

Maka berjalanlah walau habis terang kata Ariel Noah, sebab dalam keadaan gelap kita menerangi jalan yang buntu dengan kasih dan semangat. 

Dalam lirik lagu Shallow tertulis "Ini other good times i feel my self." Yang berarti dalam keadaan buruk kita bisa mengenal diri kita. 

Dalam keadaan susah juga disaat seperti itulah kita banyak mengenal arti hidup yang tak hanya banyak senang minim makna melainkan selaras dengan keindahan alam yang sejuk teduh nan hijau.

Artikel Terkait