Hikmah pagi aku dapatkan kali ini, jangan pernah bosan untuk terus berkarya pada setiap saat. Cuitan itu mengiris mataku saat baru terbangun dengan lewat media sosial yang saya scroll secara berputar-putar. Seketika pikiranku langsung tersendat dan berpikir akan cuitan itu, saya yang merasa belum bisa memberikan manfaat banyak berkeinginan untuk ikut berkarya seperti orang-orang hebat, walau karya yang ingin saya buat nanti hanya seberat zarrah. 

Sebenarnya saya tak pernah tahu persis seberapa berat zarrah itu, tetapi dalil itu sering kali dipakai para penceramah bahwa teruslah berbuat baik walau hanya seberat zarrah. Tetapi makna yang bisa dipetik bahwa teruslah melakukan kebaikan walau sedikit saja. 

Saya tersadar dan terus terpikir bahwa waktu yang tersisa mesti dimanfaatkan dengan karya-karya yang bisa saya persembahkan. Gumam itu terus menghampiri pagiku sampai saya selesai shalat subuh. 

"Kenapa ya, saya tidak bisa terus berkarya setiap hari," kataku dalam pikiran sambil merenung. 

"Saya harus pegang ini dengan baik-baik, saya tidak boleh bersantai-santai lagi, apalagi tidur  kembali usai shalat subuh, saya harus bisa untuk tidak tidur lagi setelah selesai shalat subuh," lanjut saya berkata dalam pikiran dan berjanji pada diri sendiri. 

Saya harus akui bahwa sering kali tak menepati janji pada diri sendiri, bukan pertama kalinya saya bergumam seperti ini, itu sudah keseringan sampai saya tak bisa mengingatnya lagi. Kadang sebentar saja janji itu saya tepati, tetapi saya terlupa dan selamanya tidak melaksanakan lagi. Masalah itu membengkak dalam diri saya, ketekunan dan kekonsistenan tak pernah abadi dalam tindak tanduk saya. 

Cahaya pagi mulai terlihat, kini saya duduk sambil memegang android yang saya punya, cerita saya tuliskan sesuai apa yang saya rasakan dan ingin terus bisa saya lakukan. Saya duduk pada teras depan di gubuk marhaenis Majene, tempat orang-orang pada bercanda gurau bahkan diskusi kenegaraan. 

Teman-teman saya masih menikmati tidur paginya, saya tidak berbuat banyak dan tidak ada urusanku terkait tidur mereka, karena hal itu juga sering saya alami. Terhitung sejak karya ini saya buat tidak akan tidur pagi dan tak tahu sampai kapan saya bisa memegang omongan ini.

***

Setiap karya yang kita persembahkan terkadang tidak tahu kebermanfaatannya seperti apa, mungkin saja ada orang di luar sana yang menanti karya kita, itu saya pikir tidak mustahil. 

Saya memang biasa merenungi bahwa harus bisa berkarya sebanyak-banyaknya, melalui tulisan sebagai hobi yang saya punya. Tetapi saya sadar hanya sebagai penulis yang tak berarti apa-apa, tak dikenal dan karya pun seakan asal ada, bahkan karya tulisan yang bisa diterbitkan di media online kadang enggan saya bagikan, itu karena belum percaya dan merasa tak berati apa-apa atas karya saya. 

Sebagai penulis pemula dan ingin terus belajar menulis, saya pikir bahwa tulisan saya sudah banyak terbit di media online, salah satunya di media yoursay.id. Iya, artikel saya yang berhasil terbit di sana semuanya pada ringan-ringan saja, tak membuat dahi berkerut saat membacanya, semua simpel-simpel amat. Tetapi itulah karya saya walau manfaatnya hanya seberat zarrah mesti saya bersyukur. 

Bagiku karya adalah arsip apalagi dalam bentuk tulisan, ia akan menjadi catatan dan dokumen atas apa yang sudah ditulis melalui tulisan. Karya melalui tulisan akan abadi dan menjadi pengingat masa depan bagi yang membacanya. 

Hal itulah saya bertekad untuk selalu bisa berkarya dalam keadaan apapun, saya ingin mencurahkan pengalaman dan perasaan lewat tulisan walau hanya bisa diterbitkan di blog pribadi, hehehehe. Alhamdulillah, kalau pun tulisan yang selesai saya buat dapat dimuat di media ternama. 

Saya rasa judul dalam tulisan ini sangat bermakna jika memang kita merenunginya, jangan pernah bosan untuk terus berkarya. Pertanyaannya, apakah kita mampu dan bisa konsisten melakukan itu? Mesti kita mampu menjawabnya dengan tegas iya, mengapa tidak? 

Kalau jawaban seperti itu kita lontarkan berarti secara tegas sudah mematok dalam diri bahwa kita bisa konsisten terus belajar dan berkarya. Memang sulit tetapi bukan berarti tidak bisa, kata-kata itu sering pula dilontarkan para pemateri-pemateri motivasi. 

Karya adalah kenangan masa depan, izinkanlah saya mengutip kata motivasi walau semua orang bisa searching di google, "orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tidak menulis maka ia akan hilang dalam sejarah dan peradaban." Kutipan itu disampaikan novelis tersohor Pramoedya Ananta Toer. 

Entah kutipan itu masih relevan hari ini atau tidak, tetapi kutipan itu dapat membuat kita bisa merenung dan segera melakukan aksi nyata dengan cara menulis. Menulis dan terus menulis walau pikiran menghantui dan merasa tak ada manfaatnya. 

***

Sejam tak terasa saya duduk sendiri di bawah naungan gubuk tua, gubuknya para mahasiswa dikenal dengan nama gubuk marhaenis. Gubuk marhaenis sering kali menjadi lumbung untuk membangun gerakan para mahasiswa Majene, apalagi saat konsolidasi melakukan aksi jalanan. 

Gubuk marhaenis berdiri sudah cukup lama dan sampai sekarang ini masih bisa kami tempati untuk bertaruh hidup siang dan malam di Majene. Tempatnya memang kadang kotor dan deretan baju-baju bergantungan di dinding yang membuat mata tak sedap memandangnya. Tetapi, gubuk seakan sudah menjadi rumah kami sendiri dan merasa nyaman tinggal di bawah naungan gubuk walau kemasukan air saat hujan datang. 

Gubuk juga adalah karya terbesar dan besar sekali manfaatnya, gubuk diinisiasi ketua cabang GMNI yang kedua oleh bung Muid. Saya pernah dengar sebelumnya bahwa bagaimana pun caranya, GMNI Majene harus punya sekretariat sendiri dan rencananya akan didesain seperti gubuk. Alhasil, rencana itu terwujud dan sampai sekarang kami masih nikmati. 

"Saya sudah bisa mati, sudah ada karya yang berhasil saya buat, sebuah gubuk marhaenis di kabupaten Majene, sekretariat mahasiswa yang hanya bermodalkan uang sendiri tanpa bantuan pemerintah dan kerja dari mahasiswa sendiri pula. Ini adalah sejarah dalam mahasiswa," kata bung Muid dulu waktu masih tinggal di sekretariat TCSC Majene dan masih saya ingat. 

Semua orang pasti punya jalan tersendiri dan bisa berkarya apa saja, manfaatnya semua pasti ada dan kita tidak tahu seberapa besar. Ada yang lihai membuat gubuk, lihai bidang design, dan lihai dalam bidang tulisan, maka melalui tulisan semoga bisa menjadi jalan ninjaku. Berkarya tanpa henti dan menulis walau saya berasumsi manfaatnya hanya seberat zarrah. Sampai jumpa kembali pada ocehan selanjutnya, sekian.