Nikah muda? Pasti sudah sering kalian dengar ada banyak orang yang melakukan nikah muda, atau justru kalian juga tertarik untuk menikah muda?

Selalu bersama orang yang dicintai, melakukan seluruh aktivitas berdua, hmm menarik, bukan? Ya! Itulah beberapa kalimat yang ada dipikiran anak muda tentang menikah.

Tapi pernahkah terpikirkan oleh kalian tentang hal apa saja yang akan terjadi apabila kalian menikah muda? Atau dampak apa saja dari menikah muda? Nah, pada artikel ini kita akan membahas beberapa dampak negatif akibat menikah muda.

Menikah muda mengakibatkan berbagai dampak negatif, misalnya kehilangan masa muda, terhambatnya pendidikan, perceraian usia muda, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), bahkan kematian bagi perempuan akibat kehamilan di usia muda juga termasuk dalam dampak negatif akibat menikah muda.

Dampak dari nikah muda yang pertama yaitu kehilangan masa muda. Bermain dengan teman, bermalas-malasan di akhir pekan, menonton film hingga lupa waktu, dan tentunya masih banyak lagi kegiatan menarik yang dapat kita lakukan. Namu tentu saja kita akan kehilangan hal tersebut apabila kita telah memutuskan untuk menikah muda.

“Tapi ada orang yang bisa melakukan semua itu bahkan setelah menikah.” Pasti itu yang ada dipikiran kalian saat ini. Benar, hal itu tetap bisa terjadi. Namun apakah semua orang bisa melakukan hal tersebut? Atau justru mereka sibuk untuk menyelesaikan pekerjaan rumah?

Setelah menikah ada banyak hal yang akan berubah dari kehidupan seseorang. Yang awalnya masih sering bermain dengan teman-teman, kini mereka harus memikirkan tentang kehidupan rumah tangga. Belum lagi ketika ada masalah dalam rumah tangga, yakin kamu bisa menyelesaikannya?

Dampak selanjutnya yaitu terhambatnya pendidikan. Sangat jelas apabila sudah menikah pasti akan mengakibatkan putusnya pendidikan. Memang ada beberapa orang yang masih bisa melanjutkan pendidikan saat sudah menikah, namun pasti ada beberapa faktor yang menghambat hal tersebut.

Saat sudah menikah pasti fokus kita akan terbagi antara kehidupan rumah tangga ataupun pendidikan. Dan tidak semua lembaga pendidikan memberikan izin untuk melanjutkan pendidikan bagi orang yang sudah menikah. Hal itulah yang menjadi penghambat pendidikan setelah menikah.

Untuk dampak selanjutnya yaitu dari faktor biologis dan juga psikologis. Yang dimaksud faktor biologis di sini yaitu apabila perempuan yang menikah dan mengalami kehamilan di usia kurang dari 19 tahun, hal ini sangat berisiko dapat menyebabkan berbagai penyakit kandungan, keguguran, bahkan kematian.

Dan pada saat ini telah disahkan undang-undang tentang batas usia menikah yaitu pada Pasal 7 ayat 1, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, yang membahas tentang batas usia menikah yaitu 19 tahun baik untuk pria maupun wanita. Pasal ini menindaklanjuti pasal yang lama tentang batas usia menikah yaitu 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk pria.

Dari undang-undang yang baru diharapkan akan menghilangkan diskriminasi, memberikan akses yang lebih, baik kepada perempuan maupun laki-laki untuk mendapatkan pendidikan dan akses informasi terhadap pekerjaan, memberi kesempatan bagi alat reproduksi perempuan untuk bisa tumbuh kembang secara baik.

Pada undang-undang yang lama disebutkan batas usia menikah untuk wanita yaitu 16 tahun yang akhirnya diperbarui menjadi 19 tahun. Hal ini salah satunya karena pertumbuhan sel yang tumbuh pada wanita baru akan berakhir pada usia 19 tahun. Sehingga apabila terjadi pernikahan di bawah usia 19 tahun dan mengakibatkan kehamilan maka dapat berisiko kematian.

Lalu untuk faktor psikologis yaitu karena diusia remaja termasuk masa peralihan dari usia anak menuju usia dewasa, sehingga pada usia ini sifat remaja masih labil. Hal ini menyebabkan mental remaja belum sepenuhnya siap dalam menghadapi masalah pernikahan,  dari sinilah muncul banyak perceraian diusia muda.

Selain menyebabkan perceraian, faktor psikologis akibat ketidaksiapan mental remaja juga menyebabkan terjadinya KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Hal ini karena emosi remaja belum dapat dikelola dengan baik, sehingga mereka melakukan tindakan tanpa memikirkan dampaknya bagi kelanjutan pernikahan mereka.

Nah, itu tadi beberapa dampak negatif akibat menikah muda, dan tentunya masih banyak dampak negatif lainnya. Meskipun menikah muda bukanlah suatu kesalahan, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menikah muda. Baik dalam kesiapan fisik, mental, dan juga material.

Wah! Ternyata kita sudah berada di akhir dari artikel ini. Lalu bagaimana apakah kalian masih ingin untuk menikah muda?

Perlu ditegaskan sekali lagi bahwa menikah muda bukanlah kesalahan. Akan tetapi kita tidak bisa sembarangan mengambil keputusan untuk menikah muda, karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan tersebut.

Atau kita bisa mengubah mindset kita dari keinginan untuk menikah muda menjadi menggapai cita-cita diusia muda. Bukankah hal itu juga tidak kalah menarik dibandingkan dengan menikah muda?

Sampai di sini dulu ya pembahasan kita tentang menikah muda. Salam literasi!