Keabsahan seorang libertarian mempunyai banyak jalur pengujian. Mulai dari kekuatan prinsip dan pemikiran hingga sikap sirkumferensial atau lingkungannya. 

Jalur-jalur pengujian tingkat rendahan bagi seorang libertarian mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari gaya pemikiran dan cara pandang terhadap prioritas hak otonomi pribadi, propaganda kebebasan memilih, membenci dan mencintai yang kadang terlihat angin-anginan, hingga gaya pengujian di level-level maut yang sering membuat babak belur, seperti gaya berpolitik ataupun asosiasi manasuka beragamanya.

Libertarianisme adalah filsafat kebebasan. Berpandangan bahwa kebebasan adalah nilai sekaligus kondisi alamiah manusia. Namun terkadang terjadi malpresentasi dan malposisi sehingga terlihat lucu dan cenderung untuk gaya-gayaan.

Mereka juga terbiasa lantang bersuara untuk sebuah kebebasan dan otoritas pribadi hingga pada batas-batas ekstrem kewarganegaraan. Namun masih saja kekeh memegang erat sisa-sisa konsep nasionalisme, ultranasionalisme, hingga ideologi dan keagamaan yang dianut.

Pindah ke negara asing adalah salah satu transisi hidup paling besar yang menjadi bahan uji seorang libertarian. Bahan uji ini sukses dilalui oleh individu tertentu yang tingkat kebebasannya patut diacungkan jempol. 

Komunitas libertarian gahar ini salah satunya adalah mereka yang tergabung dalam Lone Soldier IDF Israel. Sebuah komunitas kebebasan yang menampung semua warga negara di dunia untuk menjadi anggota pasukan bersenjata Israel, regardless of their country of origin, tanpa memandang bulu kewarganegaraan mereka.

Lone Soldier ditawarkan Israel tanpa batasan apa pun. Setiap individu yang terlahir di dunia berhak bergabung dengan Lone Soldier yang secara harifiah diartikan sebagai seorang serdadu sebatang kara, kesepian, atau tanpa keluarga. 

Pada awalnya program ini untuk memanggil orang-orang Yahudi yang tinggal di luar Israel yang menjadi warga negara di negara lain. Namun kemudian berkembang menjadi salah satu cara perekrutan tentara reguler ataupun kombatan pada bagian sosial lainnya  di tubuh besar IDF (Israel Defence Force).

Para imigran resmi dan gelap, sukarelawan, para brokenhomer, dan libertarian mempunyai hak sama dalam program ini. Data yang ter-update setiap hari menunjukkan persentase komposisi Lone Soldier yang dapat dicek setiap saat pada laman about us

Komposisi saat saya unduh adalah: Russia 18%, Eropa 10%, Amerika Serikat 35%, Amerika Latin 5%, Afrika 4%, Kanada 9%, Israel 15%, Australia, dan Selandia Baru 4%. 

Bagi individu-individu yang mengaku libertarian sebenarnya dapat dengan mudah bergabung dengan Lone Soldier. Karena sejatinya kebebasan yang menjadi basis program ini bisa diakomodasi oleh prinsip-prinsip libertarian yang kerap didengungkan. 

Bergabung dengan Lone Soldier bagi seorang libertarian sejati adalah hal yang sangat tepat daripada jiwa-jiwa Anda terkungkung dalam tiran kekuasaan yang absolut dan totaliter. 

Dengan pelayanan hotline selama 24 jam dan 7 hari, program ini siap sedia menerima dan melayani pendaftaran para sukarelawan beserta pelayanan FAQ (Frequently Asked Questions).

Sudah sekitar 7000 sukarelawan bergabung dengan program ini. Berbagai fasilitas yang manusiawi diberikan secara cuma-cuma. 

Caranya juga cukup gampang, diawali dengan mengisi formulir yang disediakan via daring. Format formulir tampak liberal banget. Setiap isian menyediakan opsi "No" ataupun "Other". Artinya, menampung semua aspirasi dan latar belakang. 

IDF Israel hanya menolak para psikopat, pengkhianat, dan pelancong yang hanya ingin coba-coba masuk menikmati fasilitas Lone Soldier. Sebagaimana penjelasan kombatan Israel dari Arab badui, Ido Rabin: the IDF is not looking for psychopaths, nor trigger-happy travelers, mercenaries or anti-Israeli nazi batshit saboteurs.

Batasan ini cukup baik bagi sebuah tubuh militer yang sangat ketat dalam urusan ideologi. Militer mana pun tidak menoleransi infiltrasi pemikiran dan ide. 

Sedang di program Lone Soldier sangat liberal sekali. Anda bisa menikmati gemerlap fasilitas LGBT dan free sex. Hanya IDF Israel yang melegalkan LGBT di tubuh militernya. Termasuk terobosan redefinis aurat militer perempuan yang cukup wah!

Konsepsi Lone Soldier yang digagas IDF Israel cenderung mengarah ke minarkisme (statisme minimal). Yaitu salah satu varian libertarianisme yang percaya bahwa negara harus tetap berdiri dengan tugas  melindungi warganya dari berbagai gangguan. Konsep yang sedikit berbeda dengan militer konservatif yang cenderung menggilas libertarianisme. 

IDF Israel sadar bahwa perang tidak harus didefinisikan sebagai bertemunya dua pasukan secara fisik di medan laga. Perang bisa dilakukan melalui banyak cara. Salah satunya adalah melalui infiltrasi pemikiran dan ide. Program Lone Soldier merupakan perpanjangan tangan dari cara-cara mengumpulkan ide-ide dan pemikiran dari berbagai macam negara asal. 

Program Lone Soldier mampu mengumpulkan kenyataan-kenyataan antistatis dan statis. Tradisi libertarian/liberal klasik yang terkenal paling antistatis secara perlahan akan mengikuti konsep minarkisme yang mengusung konsep liberal dan militer  bersama-sama mencapai satu tujuan.

Tidak ada baku hantam antara liberal klasik dan militer di Israel. Sipil bersenjata adalah bentuk keberhasilan militer Israel menggandeng libertarian dalam dekapan statisme minimal atau minarkisme

Anda tertarik? Atau hanya terus narsistik dengan gaya selingkung libertarian Anda?