Depresi menjadikan seseorang merasa bahwa kehidupan yang dijalani saat ini begitu berat. Meruntuhkan semangat dan kepercayaan diri. Akibat dari depresi beragam seperti kehilangan semangat, merasa tak berdaya, merasa lemah, merasa kecil dan merasa tidak berguna.

Depresi merupakan gangguan mental yang terjadi secara berkesinambungan. Disebabkan oleh trauma, kekerasan fisik maupun mental, kehilangan orang terkasih, tekanan hidup, dan tidak mendapat pekerjaan dalam jangka waktu cukup lama.

Tekanan hidup baik secara sosial dan ekonomi dapat menjadikan beban yang berat bagi mental seseorang. Orang yang berpikir tidak sanggup menahannya akan mengalami depresi. Termasuk orang terdekat sekalipun, tapi kita tidak mengetahui bahwa ia sebenarnya mengalami depresi.

Kita tidak bisa mengetahui secara pasti apakah ia mengalami depresi. Kecuali ia menceritakan kepada kita bagaimana masalahnya. Sayangnya masalah yang dialami tidak mungkin bisa diungkapkan dengan begitu mudah.


Masalah yang telah terjadi tersebut telah memunculkan kepedihan mendalam. Sehingga ia sulit menceritakan masalah kepada orang yang baru saja dikenal. Kepada orang terdekat saja sulit, apalagi kepada orang yang bukan siapa-siapa. Maka pendekatan perlahan-lahan yang harus dilakukan, agar mereka mulai mempercayai seseorang.

Perspektif masyarakat saat ini merupakan salah satu pemicu depresi. Seperti contohnya harus lebih dulu menyapa orang yang lebih tua. Memang apa salahnya jika orang yang lebih tua menyapa lebih dulu kepada yang lebih muda? Yang lebih tua keras kepala dan tak mau mengalah, yang lebih muda tak mau peduli.

Anggota keluarga yang sama-sama tidak mau mengalah. Semua keinginannya masing-masing jalan sendiri. Pertengkaran keluarga terjadi karena komunikasi yang gagal, memunculkan kesalahpahaman. Keluarga harusnya menjadi tempat untuk pulang, tapi bagaimana jika keluarga malah tak mendukung?

Banyaknya persepsi masyarakat negatif yang memunculkan tekanan bagi seseorang. Tekanan sebenarnya dibutuhkan, tetapi tekanan yang terlampau tinggi akan membuat depresi. Apalagi jika komunikasi tersebut gagal dengan masyarakat. Maka ia akan semakin asing dengan tempat tinggalnya. Lalu dimana ia akan tinggal, kalau bukan di tengah-tengah masyarakat?


Depresi kemudian bukan hanya dari tekanan hidup, tapi salah memutuskan suatu hal. Misalnya salah memilih pekerjaan, salah memilih teman, salah memilih kegiatan. Memunculkan depresi ketika ia tidak bisa menolak dalam hal itu.

Membuatnya seakan-akan terjebak dalam keputusan yang salah. Kemudian ia mengulangi kesalahan dengan melakukan hal yang sama. Ia pun semakin depresi karena tidak bisa berubah dan hanya bisa meratapi masa lalunya.

Semua karena tidak ada yang bisa membantunya. Atau seseorang telah mendengarkan masalahnya, tetapi tidak bisa memberikan solusi untuknya. Seseorang mengalami depresi yang berlarut-larut akan membuat hidupnya berjalan lambat, sebab dipenuhi oleh beban.  

Pengalaman menyakitkan yang terjadi sedemikian rupa sehingga merasa bahwa sudah tak ada harapan. Kemurungan, kesedihan, patahnya semangat, perasaan tidak puas, menurunnya kegiatan yang dilakukan, pesimis menghadapi masa depan, dan putus asa.


Ia merasa kesepian, sulit tidur, kesulitan untuk mengerjakan sesuatu, merasa tidak bersahabat, merasa tidak disukai. Perasaan tertekan hampir sepanjang waktu, berkurangnya minat, berkurangnya atau bertambahnya berat badan secara drastis, insomnia, merasa lelah, dan juga merasa dirinya tidak berharga.

Untuk gejala-gejala fisiknya yaitu murung, sedih berkepanjangan, sensitif, mudah marah, mudah tersinggung, hilang semangat, kehilangan kepercayaan diri, kehilangan konsentrasi, menurunnya daya tahan. Berkurang atau bertambahnya nafsu makan, membutuhkan usaha lebih besar untuk melakukan sesuatu.

Penyebab depresi lainnya ialah perceraian orangtua, memiliki orangtua tunggal, finansial orangtua, masalah dengan teman, dan tidak puas dengan kondisi keluarga. Merupakan hal-hal yang menjadikan seseorang lelah dalam menjalani kehidupan.

Finansial orangtua yang tidak mendukung cita-cita. Orangtua yang bersifat otoriter sehingga anak sulit mandiri. Orangtua yang enggan peduli pada kehidupan anak. Dan anak yang enggan peduli pada kehidupan orangtuanya.


Mengatasi Depresi

Untuk mengatasi depresi berat tentu membutuhkan penanganan oleh ahlinya. Tetapi untuk mengatasi depresi ringan kita bisa mengatasinya sendiri. Dengan memikirkan bahwa apa yang kita pikirkan sebenarnya mempengaruhi semuanya.

Misalnya kita berpikir bahwa kita benar-benar payah dan tidak bisa melakukan apa-apa. Kenyataan tersebut membuat kita depresi. Tapi ketika melihat pandangan ke arah yang berbeda. Mengetahui beberapa pengetahuan. Setidaknya menjadikan kita lebih mengerti.

Bahwa setiap orang layak untuk mendapatkan kesenangan dalam hidupnya dan memutuskan untuk lebih bahagia. Bukan hanya diukur oleh materi, tetapi oleh hal-hal yang hanya bisa dirasakan oleh mental.

Dengan melewati semua masalah secara perlahan-lahan. Setiap masalah memiliki arti dalam kehidupan seseorang. Menceritakan masalah kepada teman terdekat, dan meminta bantuan kepada orang lain bukanlah masalah besar.


Karena ada orang yang senang membantu orang lain, meringankan kesulitan orang lain. Buktinya orang Indonesia dikenal dengan masyarakat yang senang gotong-royong. Kepedulian masyarakat ini begitu besar.

Tapi sering disalahgunakan untuk mengurusi hal-hal yang kurang bermanfaat atau bahkan tidak terpuji. Misalnya membantu dalam ujian dengan saling mencontek, membantu saling korupsi. Padahal masih banyak orang senang membantu dengan ketulusan dan kejujuran. Sehingga harapannya depresi akan berkurang dengan bantuan dari orang-orang yang demikian.

Depresi merupakan gangguan mental yang sulit dideteksi. Untuk depresi yang bersifat ringan dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari, sementara depresi berat berpotensi melakukan bunuh diri.

Mendapatkan perilaku tidak menyenangkan dari pihak lain. Perasaan tidak menyukai diri sendiri. Merasa tidak dicintai, dan tidak dihargai. Semoga seseorang yang mengalami depresi bisa segera disembuhkan. Sebab seseorang yang sehat akan menyadari betapa pentingnya kesehatan ketika ia sakit.  

Daftar Bacaan

https://ejournal.kemsos.go.id/index.php/Sosioinforma/article/viewFile/939/605

https://www21.ha.org.hk/smartpatient/EM/MediaLibraries/EM/EMMedia/Depression_Bahasa-Indonesia.pdf?ext=.pdf

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:SVrLuP8lqgUJ:jurnal.unpad.ac.id/prosiding/article/download/18617/8838+&cd=9&hl=id&ct=clnk&gl=id