Baru saja kemarin saya mampir di sebuah forum langganan dan membaca artikel-artikelnya. Salah satu yang menarik adalah sebuah survei yang bertanya tentang berapa liter bahan bakar yang dihabiskan seseorang dalam seminggu. Jawabannya bermacam-macam. 

Ada yang mematok berdasarkan besar per minggunya dan tidak akan menambah apabila habis sebelum waktunya. Ada yang berhasil menghabiskan biaya cukup sedikit dan semua orang lalu bertanya bagaimana caranya. Dan ada juga yang menyatakan tergantung status saat itu, apakah jomblo ataupun punya pacar.

Bermacam-macam jawaban menjadikan saya berpikir bahwa minyak atau bahan bakar, masih menjadi kebutuhan penting tiap orang, tentu saja selain konsumsi penting lainnya. Bagaimana tidak, dalam sebuah siklus kehidupan modern sekarang ini, apabila ketersediaan bahan bakar dicoret dari siklus tersebut, maka siklusnya akan terputus. Barang-barang kebutuhan pun tidak akan tiba kepada manusia. Manusia modern akan susah hidup tanpa bahan bakar, di tengah mulai langkanya bahan bakar dari fosil.

Bila berbicara tentang BBM tentu tak akan lepas dari Pertamina, perusahaan energi terbesar di Indonesia. Apalagi bila mengingat komitmen Pertamina untuk Indonesia Swasembada BBM di 2023. Enam tahun lagi! Dengan tingginya tingkat konsumsi bahan bakar di Indonesia, apakah Pertamina sanggup mewujudkannya?

Indonesia menuju Swasembada BBM dan banyak langkah yang sudah ditempuh. Langkah yang paling utama adalah tentunya menambah jumlah produksi. Karena bila dilihat dari total kebutuhan masyarakat Indonesia akan BBM yaitu 1,6 juta bph, banyak yang menilai kilang Indonesia belum cukup memenuhinya. 

Tapi bukankah ada calon-calon kilang baru yang diajukan Pertamina? Seperti Balikpapan, Tuban dan Cilacap yang dinilai bisa membantu jumlah produksi menjadi 1,1 juta bph. Tapi jumlah produksi saja tidak cukup apabila distribusi BBM masih bermasalah. 

Mungkin BBM Satu Harga menjadi jawaban yang paling pas untuk permasalahan ini. Dengan menyamakan harga BBM di tiap daerah lewat membangun sarana distribusi, penyerataan harga akan membawa perubahan yang baik di masyarakat daerah.

Kebutuhan BBM terus meningkat tiap tahunnya dan juga ada masa-masa seperti Lebaran dan musim liburan yang menambah jumlah kebutuhan. Di sini eksplorasi akan kilang baru sangat diperlukan. Seperti sebuah penemuan akan cadangan minyak baru di perbatasan Kalimantan oleh Pertamina kemarin ini. Walaupun jumlahnya sedikit, namun apabila digunakan masyarakat daerah terdekat, tentu saja akan memotong ongkos distribusi yang biasanya membuat harga BBM meningkat.  

Enam tahun lagi akan terasa sangat singkat untuk sebuah perubahan dan perjalanan meraih impian. Swasembada BBM. Impian seorang Jokowi untuk Indonesia. Dan untungnya impian ini didukung oleh perusahaan energi Indonesia terbesar yang terus melakukan eksplorasi dan peningkatan demi mencapai impian ini. 

Lalu mengapa ada yang meremehkannya? Kenapa kita tidak mendukungnya? Saya mau, apakah Anda juga bersedia?