Pagi itu saya dipinta oleh seorang kawan untuk mengantarnya ke tukang fotokopi, ia tak hendak memfotokopi sesuatu, tujuannya adalah untuk mencetak materi di gawainya. Kini telah lumrah tukang fotokopi yang juga memiliki printer di tempatnya. 

Namun, setelah melihat total halaman yang akan dicetak, kawan saya bertanya apa perlu mencetak seluruh materi? Selain masalah biaya dia sadar bahwa dia sebenarnya dapat membaca materi itu via gawainya dan dapat ikut serta menjaga lingkungan. Dimulai dari hal terkecil yaitu mengurangi penggunaan kertas. 

Sayangnya kawan saya merasa kesulitan untuk belajar jika harus membaca materi di gawainya! Dan saya mengerti akan hal itu. Entah karena sugesti atau kebiasaan menggunakan media cetak dari dulu? 

Sebagai solusi dia mengedit dua halaman dan mencetaknya pada satu lembar kertas. Pulang ke rumah saya menemukan sepupu saya mencorat-coret kertas!  

Saya cukup sering melihat sebuah gerakan untuk mengurangi penggunaan plastic dan kertas di berbagai media social. Lebih dari itu gerakan ini selalu mengingatkan dampak buruk dari segala aktivitas manusia bagi lingkungan. 

Gerakan ini memiliki berbagai nama. Ketika saya SMP gerakan ini bernama Go green, Pecinta Lingkungan, atau yang sekarang gerakan Zero waste. Meski memiliki berbagai nama sejatinya gerakan ini berasal dari satu tekad yang sama yaitu menjaga lingkungan.

Banyak tips yang diberikan oleh gerakan ini. Salah satunya yang cukup popular belakangan ini adalah penggunaan sedotan stainless untuk menggantikan sedotan plastik, serta menggantikan penggunaan kantong kain untuk menggantikan kantong plastik. 

Gerakan itu tak ramai di media sosial saja! Kini banyak minimarket yang tak menyediakan kantong plastic bahkan banyak kawan terdekat saya yang mulai membeli sedotan stainless. Walau saya dapati mereka menggunkannya untuk menyedot air dari botol kemasan!

Saat SMA saya tergabung dalam sebuah klub bernama KKS (Klub Konservasi Sekolah) sebuah klub untuk menyatukan siswa-siswa pecinta lingkungan. Go green adalah motto kami. 

Di klub tersebut saya belajar berbagai macam hal seperti belajar bercocok tanam, meyadari dampak aktivitas manusia bagi lingkungan, serta mengelola sampah plastic dan kertas. Selama aktif di klub saya sering memuat kerajinan. Dari gantungan kunci! Hiasan dinding! Tas dan lainnya yang semua memanfaatkan sampah plastic dan kertas.

Namun setelah  tak aktif yang hanya saya bisa lakukan adalah mengurangi sampah. Dari Eksul  KKS-lah saya termotivasi untuk selalu membawa Tumblr ke mana-mana, menggunakan kertas yang tak terpakai, dan mulai membiasakan belajar dengan media elektronik, dan juga membawa tas kain atau setidak-tidaknya tak perlu meminta tas plastic jika masih dibawa oleh tangan.

Jujur, saya merasa telah menjadi bagaian dari gerakan Go Green dari dulu sampai tersadar ketika membeli cimol dan aneka jajanan. Semuanya hampir dibungkus oleh plastic. Rasanya motto Go Green hanya sekedar ucapan belaka! Satu-satunya yang ramah lingkungan adalah penggunaan tusukan dari bambu.

Pisau bermata dua  

Kawan-kawan saya dan mungkin saya sendiri berasal dari kalangan harusnya terdidik, isu lingkungan adalah isu-isu yang cukup santer terdengar. Jelas kita paham betul dampak penggunaan plastic dan kertas.

Kita tahu bahwa sampah plastic tak dapat terurai dengan alami bahkan setelah berpuluh-puluh tahun di alam. Dampaknya kita sering mendengar kabar hewan di laut mati mengenaskan karena menelan sampah plastic! 

Mungkin kertas dapat larut dengan air tapi kita tahu kertas bahan baku kertas dari pohon. Di mana pertumbuhan pohon memerlukan waktu tahunan untuk dapat diambil, serta memerlukan tempat yang luas sebagai media tanamnya. Pembukaan hutan  adalah resiko terburuk dari pengelolan kertas yang tidak efisien. Sedangkan hutan memiliki berbagai fungsi untuk menunjang kehidupan di Bumi.

Hal-hal seperti itulah yang mendorong saya dan teman saya untuk mengurangi dan mengganti berbagai benda yang dirasa lebih ramah lingkungan. Saya dan kawan saya telah berusaha melakukan yang terbaik untuk menjaga lingkungan.

Tapi bagaimana dengan mereka? Penjual Cimol langgangan saya? Tukang Fotokopi? Dan mereka yang bekerja di bidang industri kertas dan plastic? Dan bagaimana nasib para konsumen berapa banyak mangkok yang perlu saya bawa ketika akan membeli makanan? Di mana sepupu saya dapat belajar menulis? 

Penggunan plastic dan kertas adalah solusi praktis. Meski kedua produk itu memang memiliki dampak buruk bagi lingkungan tapi mereka jugalah penyangga kehidupan.

Kita hidup di zaman modern yang disetiap sudutnya ditopang oleh penggunaan plastic dan kertas, kita selalu menemukan mereka di mana-mana. Suka tidak suka! Mau tidak mau! Kertas dan plastik adalah bagian dari peradaban manusia yang sudah menyentuh segala aspek kehidupan. Penggunaan kertas dan plastic tak dapat dihilangkan namun dapat kita kelola.

Memilih

Ada tiga jenis kegiatan yang dapat kita lakukan untuk melawan sampah khususnya sampah plastic dan kertas. Yaitu Mengurangi, Menggunakan kembali, dan mengelola sampah itu menjadi barang yang bernilai kembali. Dalam bahasa populernya 3R; reduce, reuse, recyle.

Namun seberapa keras pun kita mengurangi penggunaan kedua produk itu diakhir kita tetap menghasilkan sampah dari kedua produk itu. Kita tak dapat memungkiri bahwa segala aktivitas yang kita lakukan menghasilkan sampah. Produk kertas dan plastic lah yang utama. 

Tapi kita bisa memilih sampah mana (yang sekali lagi) yang paling ramah lingkungan. Penggunaan produk turunan Kertas adalah solusi. Sama seperti penggunaan sedotan stainless atau fungsi gawai untuk membaca, penggunan kertas pun seharusnya dapat menggantikan penggunan wadah plastic.

Di kafe kopi pun kini jamak ditemui gelas dari bahan dasar kertas, dan dari dulu restoran cepat saji telah menggunakan kertas dengan kualifikasi khusus untuk membungkus makannya.  Tapi yang perlu diingat adalah; tak semua orang pergi ke tempat restoran cepat saji atau kafe!  

Kebanyakan dari mereka dan saya sendiri lebih senang memesan makanan di pinggir jalan. Di mana para penjual makanan di sana lebih sering menggunakan plastik atau sterofom alasannya karena praktis dan harganya yg terjangkau!

Kita perlu sebuah produk kertas, yang tersedia dan terjangkau oleh semua orang. Seperti plastic yang dapat ditemukan di warung rokok hingga pusat berbelanjaan. Setidak-tidaknya cukup untuk membungkus gorengan, cimol, atau makanan lain yang tak berkuah...

Meski produk kertas bisa menjadi alternatif dari penggunaan plastic, karena sifatnya yang mudah terurai. Kita tak bisa abai dan tutup mata dari dampak dalam proses pembuatan kertas. 

Kita harus mendorong perusahaan kertas untuk ikut serta mejaga lingkungan. Perusahaan yang memiliki regulasi dan aturan khusus bagaimana bahan baku kertas diambil, serta mengurangi dampak lingkungan ketika proses pengambilan bahan baku itu dilaksanakan. Agar tercipta sumber daya alam yang berkesimbungan. 

Karena semua pihak baik konsumen dan produsen harus ikut serta dalam menjaga lingkungan, toh kita hidup di planet yang sama! Jika masih ada produsen pembuat kertas yang abai, mereka kalah kreatif dari penjual gorengan atau orangtua yang mengkilo buku anaknya ketika naik ke jenjang selanjutnya?