Di tengah maraknya investasi berbasis digital dengan penggunaan aplikasi yang dengan mudah dipasang di perangkat bergerak kita, berinvestasi itu gak jauh mudahnya seperti kita mengupil. Tinggal colek saja tombol di smartphone kita, dan Voila! Dalam hitungan detik, investor nubie dengan antara masih sedang halu euphoria yang baru untung gede, atau yang lagi kondisi panik total melihat terjun bebasnya harga Bitcoin dari gunung Everest ke dalam Lembah Kesedihan karena uang jutaan, ratusan juta raib dalam hitungan detik.

Kalo sampe kamu engga punya tiga karakter seperti di bawah ini, janganlah sekali-kali menginjak dunia yang penuh ketidakstabilan ini. Namun tentu, di dunia ini, memang orang-orang tertentu yang punya karakteristik berikut:

1. Udah Mati Urat Kepanikan Untung Ruginya

Pasar mata yang kripto itu sangat tidak stabil alias “volatile”, jadi kalau kita bandingkan sama pergerakan Saham yang konsepnya mirip-mirip aja, naik gunung dan turun lembah-nya mata uang kripto itu sangat cepat. Sebagai salah satu pengamat mata uang kripto nubie, saya sering melihat harga yang begitu mengejutkan. Dari harga bitcoin yang mencapai $54,000 di hari ini, besoknya tahu-tahu dalam hitungan yang sangat cepat, sekitaran 4 jam sudah sampai di $46,000. Berapa tuh ruginya kalau seseorang membeli Bitcoin di harga $54,000?

Pengalaman saya sendiri yang asli cuma punya uang receh saja kalau di Bitcoin yaitu 0,02 BTC dengan nilai sekitar Rp 13,3 juta jika harga Bitcoin di $54,000, kejatuhan harga yang saya sebutkan tadi itu membuat kerugian Rp 2,3 juta dalam sekejap untuk saya yang cuman punya recehan ini. Memang walaupun keliatan seperti kecil karena itu mata uang dollar, yang harus kita lihat itu persentase penurunan sebesar 15%. Jadi seandainya anda punya uang 100 juta dipakai beli Bitcoin, hilang sudah 15 juta dalam waktu sekejap.

Sudah pasti, seperti saya bilang, harus udah mati urat kepanikan melihat untung rugi ini. Memang ada 2 kemungkinan tindakan buat ketidakstabilan ini, cepat cepat dijual walau rugi, atau ya sudah tahan saja memandang kerugian yang mungkin makin menggunung, dan tunggu naik lagi, karena kemungkinan akan naik lagi walau tidak tahu kapannya. Kalau tidak sanggup menghadapi fenomena semacam ini, sedikit-sedikit panik, tentu jangan nekad berkutat di mata uang kripto, karena ntar jantungen malah jadi sahabat tanah.

2. Punya Kejelian dan Intuisi Investor Digital

Karakteristik kedua, kalau anda lolos dari evaluasi pertama di matinya urat kepanikan, adalah kejelian dan intuisi yang tajam setajam elang! Kenapa? Karena sangking cepatnya dan naik turunnya pergerakan nilai dari mata uang kripto, anda sebetulnya sangat berpotensi untuk meraup keuntungan sebesar mungkin dan secepat mungkin ketika anda bisa menilai kapan waktu tepat untuk membeli dan menjualnya.

Saya pernah iseng coba-coba untuk membeli koin Cardano, saat Cardano sedang berada pada harga Rp 33,000 (sebetulnya ini harga sudah agak tinggi sich), tapi saya berhasil menjualnya di angka Rp 44,000. Wuah untung Rp 11.000,- loh per koin, lumayanlah jualan 50 koin pun saya sudah meraup Net Profit Rp 550.000,- hanya dalam hitungan seminggu! Mana ada deposito yang bunganya rendah, atau reksadana bisa memberikan keuntungan senilai itu dengan modal hanya Rp 1.650.000,- saja menghasilkan untung seperti itu. Wah kaya ngepet ya kita ini...

Kejelian dan intuisi itu bisa diasah sebetulnya, namun dedikasi mempelajari semua pola tersebut tidak membuat anda pasti bisa memenangkan pertaruhan ini. Mengapa? Karena selalu ada faktor X yang tidak terlihat, tangan-tangan pemain mata uang kripto besar yang bisa mengendalikan pasar yang seyogyanya adalah bebas dari kendali pemerintah. Belum lagi masalah psikologi investor kripto yang takut ketinggalan trend alias Fear of Missing Out (FOMO) saat harga naik maupun turun.

3. Punya Kerelaan Jika Nilai Pertaruhan Drop sampai Point Zero

Sudah jelas, keuntungan yang besar selalu dibarengi dengan potensi risiko kerugian yang uwow deh.... Apakah uang yang anda investasikan ini adalah sesuatu yang anda pertaruhkan sepenuhnya? Maksudnya kalo dalam berjudi itu All In? Wah, kalau iya, saya sarankan jangan deh...

Kenapa jangan? Aslinya ini kenyataan banget! Ada memang orang-orang yang mempertaruhkan hampir semua kekayaannya di investasi ini dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan dunia fana ini akibat jatuh miskin dan bahkan berhutang. Yang jelas, mempertaruhkan semua itu kurang smart dan lebih baik jangan.

Baiknya gimana? Maksudnya kalo ini hanya sebagian kecil saja dari uang yang anda miliki dan anda pertaruhkan ya engga apa, dengan catatan anda rela buat kehilangan semuanya kalau “something is wrong”. Sebagai contoh, saya dan teman-teman yang sama-sama pejuang mata uang kripto palingan menyisihkan maksimum 10-30% saja dari tabungan (bukan dari pendapatan lho!) yang dirisikokan. Inget-inget banget yaaa soal ini. Idealnya mungkin yang anda sudah mem-budgetkan berapa yang akan anda relakan untuk hilang dan ndak perlu nangis-nangis darah. Jadi tentu tidak 100% ya!

Pada akhirnya, tentu saya tidak menakut-nakuti anda untuk berinvestasi di mata uang kripto. Karena walaupun anda baru belajar, anda perlu menyadari bahwa ada faktor-faktor yang bisa anda cermati untuk menghindari risiko yang terlalu tinggi. Selayaknya investasi saham, tentu bisa dipelajari, kita juga perlu paham arti dari pergerakan harga dan banyak faktor lainnya. Apa saja ya faktornya, nantikan tulisan saya berikutnya ya, saya akan bahas itu di sini!