Cemburu merupakan hal yang lumrah, kita sebagai insan biasa pasti pernah merasakannya, namun bagaimana jika Tuhan yang cemburu?

Pembaca mungkin akan sedikit bingung, penasaran bahkan mengerutkan kening ketika melihat statemen seperti ini, hayo nagku aja, hehe (serdikit canda). Daripada bingung mending lanjut bacanya sampai tuntas.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ‘cemburu’ berarti merasa iri hati; sedangkan kecemburuan berarti keiri-hatian. Tuhan cemburu berarti Tuhan sedang iri pada makhluknya.

Berbicara soal Tuhan tidak akan lepas dari Agama dan bagian-bagian didalamnya - termasuk hubungan manusia dengan Tuhan(habluminallah), Hubungan manusia dengan manusia (habluminannas) dan hubungan manusia dengan alam (habluminal alam).

Penulis disisni tidak akan mengupas keseluruhan dari ketiga hal tersebut namun disini penulis akan sedikit memaparkan sebagian kecil hubungan manusia dengan Tuhan (habluminallah),  hablumminallah berarti tata hubungan yang mengatur antara manusia dengan Tuhan. Sering seorang makhluk salah memposisikan sikap dan perbuatanya dalam kehidupannya menjadi seorang makhluk hingga Tuhan bisa cemburu.

Ibnu Taimiyah mengemukakan:  Al-Illah (Tuhan) ialah yang dipuja dengan penuh kecintaan, tunduk kepada-Nya, merendahkan diri dihadapan-Nya, takut dan mengharapkan-Nya, kepada-Nya tempat berpasrah ketika dalam kesulitan, berdo’a dan bertawakal kepada-Nya untuk kemaslahatan diri, meminta perlindungan diri dan menimbulkan ketenangan diri disaat mengingat-Nya, dan terpaut cinta kepada-Nya( M. Imaduddin, 1989; 56)

Hubungan manusia dengan Tuhan harus ditata dengan rapih dan harus diimplementasikan sebagai dengan benar, jangan sampai salah sikap atau salah perilaku, baik yang bersifat jasmaniah maupun ruhaniah.

Rinduilah Tuhan

Rasa rindu sering kali dirasa oleh manusia bukan? Apalgi seorang makhluk yang lagi kasmaran dan jauh dari kekasihnya. Jatuh cinta sudah jadi hal biasa dan tak aneh lagi dalam kehidupan insan, terutama kalangan remaja. Atau seseorang yang menjalani hubungan jarak jauh, populer dikatakan dengan ‘LDR’ apakah kamu salah satunya? pejuang LDR?

pejuang LDR:  "Hubungan yang terpisah antara jarak dan waktu menumbuhkan rasa rindu yang membara".  Untaian kata-kata lebay muncul sebagai ungkapan rindu;

 “rinduku semakin menggebu, seakan gak ada oksigen hingga dada sesak untuk bernafas, siang malam teringat dirimu yang jauh disana, setiap waktu teringat senyuman manismu, raut wajahmu, kenangan indah bersamamu, momen-momen indah, kenyamanan dan kedamaian hati ketika berada disampingmu, wahai kekasihku, aku rindu”.

Rasa rindu merupakan anugerah dari Tuhan pada makhluknya, tapi jangan sampai rindumu pada makhluk melebihi rindu pada Tuhan. Terkadang kita cuma merasakan rindu pada kekasih, teman atau keluarga, bahkan kita lupa pada sang pemberi rindu (Tuhan). Bahkan sama sekali selama hidup kita belum pernah merasakan rindu pada Tuhan.

Rindu pada Tuhan bisa kita implementasikan dengan taqarub (mendekatkan diri kepada Tuhan) dengan cara ibadah, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an dan memperbaiki amal ibadah kita, belajarlah berdialog dengan Tuhan supaya keberadaan-Nya benar-benar dirasa.

Cintailah Tuhan

Setiap manusia tidak bisa lepas dari “cinta”. Cinta meruapakn anugerah terindah yang  Tuhan berikan pada makhluk-Nya dimuka bumi ini. Cinta bisa diaplikasikan lewat hubungan yang dijalinnya baik dengan sesama manusia yang sifatnya hubungan horizontal dan vertikal.  Horizontal yang dimaksud adalah hubungan antar sesama manusia dan hubungan vertikal adalah hubungan dengan Tuhan.

Cinta yang sifatnya horizontal  (cinta pada makhluk) jangan sampai melebihi cinta yang siftanta vertical (cinta pada Tuhan).

Hidup yang gelap, jauh dari lentera agama, membuat kita salah, tersesat, bahkan terjerumus pada kesalahan sikap dan alur hidup. Kata cinta sudah tak aneh lagi didengar, sudah tak jarang lagi diucap, sudah  terbiasa dibuktikan.

Tapi sayang kita mengucapkan cinta, mendengarkan cinta, membuktikan cinta hanya yang bersifat horizontal hingga cinta yang bersifat vertical sering kali terlupakan.

Dari sikap kita yang seperti ini, apakah  Tuhan cembru?  Coba kita renungkan, Seorang hamba yang tak punya kekuatan, tak punya kekuasaan, gerak langkah ada ditangan-Nya, hidup dan mati ada pada genggaman-Nya.  Namun saat pengaplikasian cinta dia lebih mencintai manusia ketimbang mencintai sang pemberi cinta.

Bukankah benar, ketika pacar nelpon bersamaan dengan Adzan berkumandang, kita malah lebih mementingkan mengangkat telpon, bukan beranjak mengambil air wudhu kemudian melaksanakan shalat?

Bukankah benar waktu yang kita gunakan lebih banyak untuk chatingan sama pacar ketimbang membaca Al-Qur’an?

ApakahTuhan tidak cemburu?

Berharaplah Hanya Pada Tuhan

Kepada-Mu Kami menyembah dan Kepada-Mu Kami memohon pertolongan.” (Al-Fatihah: 5)

Tuhan merupakan tempat bersandar yang paling nyaman, Tuhan merupakan tempat berharap yang paling bijaksana, Tuhan merupakan tempat meminta yang paling pengasih dan penyayang.

Kita dianjurkan untuk bersandar, berharap dan meminta pada Tuhan semata, karna hasilnya pasti mashlahat. Tapi terkadang kita salah, kita bersandar suka pada makhluk, kita berharap suka pada makhluk, dan kita meminta suka pada makhluk yang tak pasti memberikan apa yang kita ekspektasikan.

Jangan salahkan Tuhan  jika kita sering kecewa dan sakit hati,  ketika kita berharap pada makhluk, karna disana Tuhan sedang cemburu. Engkau berharap pada makhluk bukan pada Tuhan.

Kekecewaan merupakan salah satu bukti bahwa Tuhan telah cemburu, sakit hati merupakan bentakan dari Tuhan bahwa kita tidak boleh berharap selain pada-Nya.

Bersandar, berharap dan memintalah pada Tuhan nicaya kita akan mendapatkan apa yang kita ekspektasikan.

Pesan penulis jangan pernah buat Tuhan Cemburu. Kecewa dan sakit hati pasti kita dapatkan jika Tuhan telah cemburu.