Mahasiswa
2 bulan lalu · 51 view · 3 min baca menit baca · Gaya Hidup 16729_80028.jpg
SMART Ekselensia

Jangan Buang Kertas-Kertas Bekasmu

Terkutuklah mereka yang membuang kertas-kertas bekasnya padahal tahu kalau kertas-kertas bekas itu masih bisa mereka manfaatkan. Saya katakan terkutuk karena barang-barang itu, meski sudah tampak usang, ternyata masih punya segudang nilai.

Saya termasuk orang yang sangat anti membuang barang-barang bekas. Daripada melakukan tindakan yang bagi saya tergolong terkutuk ini, saya lebih baik memilih untuk mengoleksinya saja.

Saya selalu yakin, suatu saat nanti, barang-barang bekas itu akan berguna juga. Seperti kata anak-anak muda zaman now, semua akan indah pada waktunya. Minimal jadi kenangan, pengingat bahwa saya pernah memiliki sebelum akhirnya jadi barang yang terlihat tidak layak pakai lagi.

Tidak usah heran. Sedari kecil, ibu saya sudah menanamkan benih-benih kecintaan terhadap barang-barang bekas seperti ini. Kami, anak-anaknya, selalu diajarkan untuk senantiasa menghargai, walau itu terhadap benda mati sekalipun.

Saya rasa begitulah naluri seorang ibu. Sampai saya beranjak dewasa, naluri mencintai itu pun terus membiak di diri saya. Saya benar-benar mengamalkannya, setidaknya dalam bentuk tidak ikut membuang kertas-kertas bekas yang saya dapatkan semasa kuliah dulu.

Kalian bisa menemukan sendiri jika mau menyempatkan berkunjung ke kamar kos saya. Di tempat saya menulis Cerita Kertas ini, tumpukan kertas-kertas bekas itu saya tata serapi mungkin, hampir-hampir mengalahkan rapinya koleksi buku-buku bacaan. Mereka menyatu-padu sebagai isian dari perpustakaan pribadi saya.

Ada rasa sayang menggebu di dada untuk membuangnya begitu saja, apalagi harus membakarnya sampai jadi debu. Kata ibu saya, “Minimal kau simpan sebagai kenangan.” Inilah pesan ibu yang sampai kini terus terngiang, terutama ketika saya punya niat untuk membuang atau membakar kertas-kertas bekas yang saya miliki.


Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian juga termasuk orang-orang yang memiliki banyak stok kertas bekas? Apakah kalian bingung mau menjadikan mereka apa karena menilainya sudah tak berguna lagi?

Jika kalian adalah mahasiswa, apalagi yang baru lulus kuliah, tentu kalian punya kertas-kertas bekas. Iya, kan? Entah itu tugas-tugas semasa kuliah atau hasil-hasil revisi skripsi, semuanya pasti ada, dan mungkin sudah hampir menggunung bak sampah yang segera membusuk.

Perlu kalian sadari, daripada membuangnya atau membakarnya begitu saja, akan jauh lebih baik jika mendaurnya ulang sebagai barang-barang yang bernilai ekonomis. Atau, jika kalian punya jiwa yang sedikit kreatif, maka kalian bisa menjadikannya sebagai karya-karya bernilai seni, sebentuk kreativitas kertas.

Untuk membuatnya agar bernilai ekonomis, saya kira caranya sangat gampang. Jika tidak mau terlalu ribet, cukup dengan menjualnya di tempat-tempat loak kertas. Harganya beragam, mulai dari Rp1.000 sampai Rp3.000 per kilogram, tergantung jenis kertasnya. Kan lumayan untuk uang jajan.

Kalau mau yang lebih ekonomis lagi, kalian bisa mendaur ulang sendiri sebelum menjualnya. Yang pasti, daur ulang jauh bernilai ekstra daripada sekadar menjual kertas bekas kita secara apa adanya. Dengan begini, tentu bukan hanya uang jajan lagi akan tertutupi, tetapi kalian sudah berhasil menciptakan lapangan kerja sendiri. Itu pun kalau kalian mau dan konsisten mengembangkannya.

Saya sendiri termasuk orang yang cenderung memilih pilihan kedua. Bukan hanya karena dengan cara itu kertas-kertas bekas saya bisa jauh lebih bernilai ekonomis, melainkan juga bisa membantu pribadi saya sendiri dalam mengembangkan daya kreatif.

Sayangnya, tidak semua orang akan mengambil pilihan terbaik seperti ini. Justru kebanyakan yang ada adalah langsung menjualnya dengan cara meloak, membuangnya ke tempat sampah untuk kemudian dipunguti para pemulung, bahkan ada yang langsung membakarnya karena tidak mau dijadikan beban hidup. Tragis.

Kalau saja kertas-kertas bekas itu hidup, tentu tindakan seperti di atas sangat tidak terpuji. Seperti terhadap manusia, kita bisa dicap sebagai orang yang tidak punya rasa kemanusiaan. Apakah Anda mau?


Anggaplah kita semua ingin memperlakukan kertas layaknya manusia. Maka cara terbijak untuk kita lakukan terhadap kertas-kertas bekas itu adalah menjadikannya berdaya-guna. Bagaimana caranya? Gampang! Teramat banyak bentuk kreativitas yang bisa kita lahirkan dari kertas, meski dengan hanya berbekal kertas-kertas bekas.

Seperti saya sebutkan di awal, cukup dengan hanya memiliki jiwa kreatif, maka terciptalah barang-barang berharga yang tentu tidak hanya bernilai ekonomis, melainkan juga menarik dan unik.

Iya. Tidak harus kita loakkan, membuangnya, atau langsung membakarnya begitu saja. Kertas-kertas bekas yang kita miliki itu bisa kita daur ulang. Bukan zamannya lagi kita memandangnya sebelah mata.

Untuk para pengangguran, ini bisa menjadi ladang uang. Untuk para pengrajin seni, ini bisa menjadi karya bermutu tinggi. Tentukanlah jalan hidupmu sekarang juga. Jangan sepelekan kertas-kertas bekas.

Artikel Terkait