Andai ada dua jalan yang harus kupilih
Sedang aku tak mampu menentukan yang mana menujumu
Kan kutanyakan pada hatiku
Karena ia tak pernah membohongiku
Meski otakku menunjukkan jalan yang satu
Namun ia mudah tertipu oleh penglihatanku
Dia tak mampu membedakan mana nyata dan mana semu
Dan lagi ia tak mampu membisikkan sesuatu dalam kalbuku
Dengan hati aku tak pernah ragu
Karena ia akan berdetak kencang meyakinkanku
Akan kebenaran dan kejujuran
Sedang otakku menggiring pada nilai-nilai yang menguntungkan
Hati lebih bijak berkata
Ia akan menunjukkan kebaikan dan keburukan jalan yang ku pilih
Dan aku pun diberinya cahaya
Cahaya dari sebagian misykat cahayanya
Cahaya kalbu yang asasi
Kupegang sebagai penerang diri
Ketika hati berbisik lirih
Sedang otakku mengajak untuk selalu berpamrih