Plastik merupakan jenis sampah yang paling sulit terurai. Butuh puluhan hingga ratusan tahun untuk menguraikan satu kantong plastik. Meskipun begitu, penggunaan kantong plastik sekali pakai masih sering dan banyak digunakan oleh para pelaku usaha karena harganya yang lebih murah dan mudah didapat. 

Tetapi, hal inilah yang menyebabkan kantong plastik menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di Indonesia. Tidak hanya pelaku usaha, para konsumen/pembeli juga menjadi salah satu faktor utama menumpuknya sampah plastik di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Kesadaran yang rendah akan menjaga lingkungan juga membuat banyak orang lebih memilih menggunakan kantong plastik sekali pakai dan dibuang begitu saja, tanpa berpikir untuk memanfaatkan kembali walaupun masih layak pakai. 

Untuk mengurangi sampah plastik, pemerintah pun juga turut andil dengan melakukan banyak sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik dengan penggunaan tas belanja sendiri atau tas belanja ramah lingkungan hingga pengenaan biaya untuk penggunaan kantong plastik mulai dari Rp200. 

Meskipun demikian, penggunaan kantong plastik sekali pakai masih banyak dipilih bahkan hanya untuk pembelian 1-2 barang saja. Sebagai ibu kota negara, tidak bisa dipungkiri Jakarta menjadi salah satu penyumbang sampah terbanyak terutama sampah plastik di Indonesia. Untuk itu, sejak 1 Juli 2020 DKI Jakarta telah menerapkan aturan larangan penggunaan kantong plastik untuk diberlakukan di pusat-pusat belanja.

Mulai tanggal 1 Juli 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan pelarangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Hal ini berlaku bagi seluruh sektor pelaku usaha. Larangan tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang kewajiban penggunaan kantong belanja ramah lingkungan pada pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019, sanksi bagi pelanggar yang masih menggunakan kantong plastik sekali pakai hanya dibebankan kepada tiga subjek hukum, yakni pusat perbelanjaan, toko swalayan, serta pasar rakyat. Sanksi tersebut berupa teguran tertulis, denda, pembekuan izin dan pencabutan izin oleh Dinas Lingkungan Hidup. 

Jika penggunaan kantong plastik sekali pakai terus digunakan dalam jangka panjang, banyak dampak negatif yang akan ditimbulkan akibat dari sampah plastik tersebut. Penggunaan plastik yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan jumlah sampah plastik. 

Sampah plastik yang terus meningkat juga akan menyebabkan tercemarnya lingkungan air, tanah, bahkan udara. Selain menyebabkan terjadinya tumpukan sampah plastik dan pencemaran lingkungan, penggunaan plastik yang berlebihan juga dapat menimbulkan bahaya bagi manusia, hewan, bahkan tanaman.

Larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai ini bukan bertujuan untuk membebani para pelaku usaha. Pelaku usaha berhak untuk menyediakan atau memperjualbelikan kantong belanja ramah lingkungan.

Pembeli juga dapat membawa kantong belanja ramah lingkungan dari rumah sehingga memudahkan saat berbelanja. 

Pelaku usaha dan pembeli dapat menggunakan kantong belanja ramah lingkungan yang terbuat dari bahan yang mudah untuk didaur ulang seperti kertas, kain dan polyester. Pelaku usaha juga dapat menyediakan kardus untuk digunakan sebagai pengganti kantong plastik. 

Tujuan utama adanya larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai ialah untuk mengurangi tumpukan sampah plastik yang sukar untuk di daur ulang. Dengan adanya pelarangan penggunaan kantong plastik sekali pakai ini diharapkan dapat mengurangi tumpukan sampah plastik sehingga tidak terjadi lagi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh plastik.

“Ya, bagus sih sudah mulai ada larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Berarti sudah ada kesadaran untuk menjaga lingkungan. Jadi, orang-orang sudah mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, yang juga bisa berdampak positif buat bumi dan lingkungan kita. Kalau mau tinggal di bumi dengan aman dan nyaman, harus 'sayang' juga dengan buminya toh?” ucap salah satu ibu rumah tangga, Aulia Trisna saat diwawancarai pada hari Rabu (28/10/2020).

Kita sebagai masyarakat yang peduli dengan lingkungan juga harus ikut menjaga lingkungan bersama dengan tidak hanya mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai tapi juga tau cara mengelolanya kembali/daur ulang sampah plastik. Jadi, jika kita masih menggunakan kantong plastik sekali pakai jangan langsung dibuang begitu saja. 

Kita dapat memanfaatkannya terlebih dahulu sebagai wadah sampah rumah tangga, membungkus sampah daur ulang, atau kita dapat kumpulkan terlebih dahulu lalu diberikan kepada pendaur ulang sampah plastik. 

Persoalan menjaga lingkungan itu bukanlah urusan pemerintah saja. Kita sebagai masyarakat juga harus ikut bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar kita. Untuk itu sebagai sesama makhluk hidup yang hidup bersama di bumi yang sama, mari kita saling bahu-membahu untuk melestarikan lingkungan tempat tinggal kita sendiri.

Mulailah dengan rajin membuang sampah pada tempatnya, mengingatkan orang-orang terdekat untuk mengurangi penggunaan plastik termasuk diri sendiri dan menjaga kebersihan di berbagai tempat. Semua dimulai dari hal-hal kecil yang akan berdampak besar bagi lingkungan tempat tinggal kita.