Mahasiswa
2 minggu lalu · 49 view · 3 min baca menit baca · Gaya Hidup 16970_79641.jpg

Jadilah Dirimu Sendiri

Hidup cuma sekali, tak usah terlalu diambil pusing

Beberapa orang mengenal saya pendiam. Tetapi, untuk beberapa orang lainnya, saya dikenal sebagai orang yang humoris. 

Sedangkan di dalam lingkungan keluarga saya, saya justru dikenal dengan orang yang keras kepala. Mereka menilai seperti itu karena saya selalu susah dibilangin sama orang tua ataupun abang kandung saya sendiri. Setiap mereka melarang hal yang ingin saya lakukan, saya bantah dan kadang kala mereka jengkel melihat sikap saya. 

Nah, beda halnya dengan penilaian teman-teman saya di luar sana. Mereka menilai saya adalah orang yang baik, ramah, perhatian, suka jahil, dan tidak gampang sakit hati.

Akan tetapi, sebagian orang yang belum mengenal saya lebih dekat, biasanya mereka menilai saya sebagai orang yang sombong. Dan itu adalah hal yang wajar bagi saya. Karena bisa dibilang, saya adalah tipe orang yang cuek. Namanya juga gak kenal, ya mana mungkin saya sksd kepada orang lain?

Sementara, bagi orang yang sudah mengenal saya lebih dekat, mereka akan menyandarkan kepalanya di pundak saya, bercerita segala hal yang sedang dia alami, baik hal suka maupun duka. Dan mereka menilai saya sebagai teman curhat terbaik yang pernah mereka kenal.

Ya, beberapa orang punya penafsiran sendiri lalu memilih pergi. Ada juga yang hanya mendengar dari orang lain, tetapi sudah merasa sangat mengenali. Dan sisanya tetap tinggal, meski sering kali merasa kecewa. 


Dengan segala kekurangan tetap mendampingi. Tanpa peduli seberapa menyebalkannya saya. 

Ya, penilaian orang lain terhadap kita memang bisa serupa itu. Terserah kepada mereka saja mau menilai seperti apa saya ini. Karena bagi saya, penilaian apa pun yang saya dapatkan dari mereka, belum tentu benar semuanya. Karena diri saya, hanya saya yang bisa menilainya seperti apa. Dan orang-orang hanya tahu sebatas itu saja.

Nah, untuk kamu yang sedang membaca artikel ini, saya ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin bisa jadi bahan motivasimu.

Hidup ini singkat dan cuma bisa dijalanin sekali. Karena sudah tahu hidup ini singkat, jadi pergunakanlah waktumu dengan sebaik-baiknya. Lakukan hal apa saja yang kamu suka, asalkan tidak merusak kebahagiaan orang lain. Karena hidup di dunia bukan hanya sekadar mencari kebahagiaan untuk diri sendiri. Akan tetapi, juga meninggalkan kesan baik terhadap orang-orang yang mengenal kita. 

Jadilah diri sendiri yang apa adanya. Tak usah harus mengikuti orang lain yang mungkin sosok yang sangat kamu kagumi. Contohnya: Teman sekelasmu di kampus memiliki barang-barang branded. Sedangkan kamu, kamu hanya memiliki barang-barang biasa. Dan itu pun dibeli dengan harga yang murah. 

Karena kamu merasa iri dan ingin seperti dia, maka kamu pun melakukan hal di batas kemampuan kamu. Di mana, kamu rela bekerja sampai lembur demi bisa membeli barang seperti yang dimiliki oleh temanmu itu. Dan karena keinginanmu yang terlalu menggebu-gebu itu, kamu jadi jatuh sakit karena terlalu kelelahan bekerja. 

Nah, sekarang yang rugi siapa? Yang rugi pastinya kita. Sudah sakit, tak bisa masuk kuliah. Sekarang, gaji dipotong karena tidak masuk bekerja. 


Kerugian itu memang belum seberapa bagi kamu. Namun, jika kamu terus melakukan hal yang sama berulang kali, bukan tak mungkin kamu bisa mengalami kerugian yang lebih dari ini. Jadi, jangan sampai dirimu kesusahan hanya karena ingin seperti orang lain ataupun kamu seperti itu karena mendapat penilaian buruk dari orang lain. 

Kamu tak terima dihina, sehingga kamu akhirnya melakukan hal seperti contoh di atas. Please, jangan konyol deh! Karena zaman sekarang, yang perlu dibesarkan itu adalah ilmu, bukannya gengsi. Buat apa gengsi dibesar-besarkan. Gengsi bukanlah hal yang terpenting sekarang, tetapi ilmu. 

Carilah ilmu sebanyak-banyaknya melebihi besarnya gengsimu terhadap orang lain. Dan buktikan kepada semua orang bahwa kamu lebih nyaman menjadi dirimu sendiri yang tak suka menyamakannya dengan orang lain.

Dan untuk kamu yang masih sering mendengarkan penilaian orang lain tentangmu, mulai sekarang, hilangkanlah kebiasaan itu. Tak usah terlalu didengarkan omongan dari mereka. Karena hidupmu, kamu yang menjalaninya dan bukan mereka. 

Cukup penilaian Yang Maha Kuasalah yang patut kamu dengar. Karena penilaian dari-Nyalah yang mampu memengaruhi langkah kita dalam menjalani kehidupan.

Artikel Terkait