Dewasa ini, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, makin banyak orang yang dapat dengan mudah mengakses internet dan mendapatkan banyak informasi dari berbagai subjek ilmu pengetahuan—dan menemukan banyak istilah-istilah asing (ataupun yang nampaknya tidak asing namun menjebak) yang tak pernah mereka dengar sebelumnya.

Dan tak sedikit orang yang salah memahami istilah-istilah tersebut karena menyamakan definisi istilah tersebut dengan definisi kalimat-kalimat yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Terlebih lagi dalam belajar sains. Untuk dapat belajar sains dengan baik, pertama-tama kita harus meninggalkan istilah sehari-hari dan memahami bahasa sains terlebih dahulu, bukan?

Di bawah ini adalah definisi dari beberapa istilah dalam sains yang kalimatnya saya susun sendiri. Tenang saja, saya menyusunnya dengan cukup akurat.

  1. Fakta, adalah sesuatu yang nyata yang teramati dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Hipotesis, adalah dugaan sementara atas penjelasan dari suatu fakta yang kesalahannya harus kita uji.

  3. Teori saintifik, adalah penjelasan sistematis tentang suatu fakta/fenomena di alam berdasarkan hipotesis yang telah teruji berulangkali dengan metode saintifik yang dikonfirmasi lewat observasi dan eksperimen. Teori saintifik adalah hal yang paling terpercaya, strict, teliti dan komprehensif dalam pengetahuan saintifik. Teori menjelaskan pertanyaan "Why?"

  4. Hukum saintifik, adalah pernyataan berdasarkan observasi eksperimen yang mendeskripsikan tentang suatu fakta/fenomena alam yang telah teruji berulangkali. Hukum saintifik selalu berlaku dalam kondisi yang sama dan menunjukkan bahwa terdapat hubungan kausalitas dalam setiap variabel yang terlibat. Hukum menjawab pertanyaan "How?"

Satu hal yang perlu diketahui: teori saintifik tak akan pernah berubah menjadi hukum, dan sebaliknya. Jelas lah, keduanya sangatlah berbeda.**

Sekarang kita ambil contoh: gravitasi.

  1. Faktanya: semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta saling tarik-menarik satu dengan yang lainnya.

  2. Selanjutnya, kita susun hipotesis yang mungkin dapat menjelaskan fakta tadi:
    1. Partikel-partikel tersebut mengandung magnet
    2. Partikel-partikel tersebut tak ingin sendirian
    3. Partikel-partikel tersebut digerakkan oleh suatu makhluk hidup
    4. blablaba dst...

  3. Setelah para ilmuwan menguji ratusan bahkan mungkin hingga ribuan hipotesis, akhirnya Einstein berhasil merumuskan Teori Relativitas Umum (General Relativity) yang menjelaskan bahwa gravitasi adalah manifestasi dari kelengkungan ruang dan waktu. TRU juga menjelaskan keberadaan blackhole dan gelombang gravitasi yang telah dibuktikan.

  4. Newton membuat suatu penemuan hebat yang kita sebut "Hukum Gravitasi Newton".
    Hukum Gravitasi Newton menyatakan bahwa: 

Setiap massa menarik massa titik lainnya dengan gaya segaris dengan garis yang menghubungkan kedua titik. Besar gaya tersebut berbanding lurus dengan perkalian kedua massa tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua massa titik tersebut.

Hukum Gravitasi Newton mendeskripsikan dengan teliti bagaimana dua objek menarik satu sama lain berdasarkan massa dan jarak antara kedua objek tersebut. Tapi, Hukum Gravitasi Newton tidak menjelaskan kenapa hal ini terjadi. 

Kita dapat menghitung gaya gravitasi pisang yang jatuh ke bumi dari ketinggian tertentu, menurunkan persamaan untuk menghitung berat, menghitung gaya antara matahari dan bumi, dll dari persamaan yang dirumuskan oleh Isaac Newton berikut:

Jadi, berhentilah menggunakan definisi kalimat yang tidak tepat dalam konteks sains. Anda hanya akan terlihat lucu di mata orang yang paham betul arti dari kalimat-kalimat tersebut.

Selanjutnya, saya mungkin akan menjelaskan tentang Teori Evolusi.
 

Sumber: https://ask.fm/Navyars/answers/136201899626