Rara kecil sangat menikmati permen dan menambah porsi nasi makan malam. Ayah menanamkan kebaikan hati Rara lebih penting daripada berat badan. Sementara Debby (Karina Suwandi), sang ibu, terus memperingati Rara tiap mau menambah entong nasi tambahan kala makan malam.

Hidup Rara (Jessica Mila) yang indah mejadi berbeda ketika ayah meninggal dunia. Kecelakaan di tol Jagorawi mengubah hidup Rara, Debby dan Lulu (Yasmin Napper), adik Rara kesayangan ibu. Duka membuat Rara makin hobi mengemil cokelat sebagai pengalih kesedihan ditinggal ayah. Kebiasaan yang menambah berat badannya.

Sekalipun penampilannya terus dikritik ibu dan disindir teman-teman ibu yakni Monik (Olga Lidya), Nora (Diah Permatasari), serta Magda (Wanda Hamidah), Rara tetap bahagia. Cibiran dari kolega-kolega kantor seperti Marsha (Clara Bernadeth), Irene (Karina Nadila) dan Wiwid (Devina Aureel) tidak menyurutkan semangat kerja Rara.

Selain penerimaan diri, kenyamanan dan ketenteraman hidup Rara juga didukung oleh Dika (Reza Rahadian), pasangan yang menerima Rara apa adanya.  Fey (Sharifa Danish), sahabat di kantor dan anak-anak di tempat pembuangan akhir sampah juga menjadi bagian supporting system yang selalu mengapresiasi Rara. Bagi mereka, berat badan Rara bukan masalah. Empati dan ketulusan Rara lebih bernilai dibanding penampilan fisiknya.

Semua berubah saat Kelvin (Dion Wiyoko) anak pemilik Malathi, membuat Rara menghadapi dilema. Malathi adalah perusahaan tempat Rara bekerja. Ketika manajer marketing, Sheila (Cathy Sharon) mundur, Rara berpeluang mengisi jabatan tersebut.

Performa kinerja Rara sangat meyakinkan untuk promosi menjadi manajer marketing. Namun, penampilan Rara menghambatnya. Di industri tersebut, penampilan sama pentingnya dengan kompetensi, demikian opini Kelvin.

Rara yang pada awalnya merasa pesimis setelah mendengar syarat dari Kelvin, akhirnya memohon diberi kesempatan. Kelvin, akhirnya menantang Rara. Ia sebenarnya terpincut pada kompetensi staf risetnya itu. Kelvin memberi batas waktu satu bulan kepada Rara untuk mengubah penampilan bila ia mau menduduki posisi manajer marketing.

Dalam sebulan, Rara mengubah pola makan dan berolahraga untuk mengubah penampilan demi mendapat promosi. Selama ini ia tidak pernah terlalu mempedulikan citra tubuhnya. Namun isu tersebut menjadi berbeda ketika menyangkut jenjang karir Rara.

Transformasi fisik Rara akhirnya memang berhasil. Ia berubah menjadi perempuan langsing yang mengagetkan teman-teman kantor dan mempesona para pria. Ia dipromosikan Kelvin menjadi manajer marketing. Perlakuan istimewa lain didapatkan Rara.

Namun, secara psikologis Rara mulai merasakan guncangan akibat perubahan fisiknya tersebut. Dika, Fey dan anak-anak kampung merasakan imbas janggal dan negatif dari transformasi fisik Rara. Ia pun kini mulai pusing memikirkan urusan penampilan, berat badan dan lain-lain. Urusan yang tidak pernah menjadi isu ketika Rara masih gemuk.

Akumulasi kegundahan psikologis Rara setelah penampilannya berubah, akhirnya memicu konflik dengan orang-orang yang selalu mendukung dan menerima Rara apa adanya. Bukan cuma itu, pola hidup baru Rara ternyata merusak tubuhnya. Bagaimana Rara menyelesaikan masalah citra tubuhnya?

Imperfect mengangkat isu body positivity dengan menarik. Pesan tersampaikan lewat komedi dan dialog-dialog menyentuh tanpa terasa kesan mendakwahi. Dekonstruksi atas bentuk kecantikan tertentu sebagai standar ideal betul-betul dimasukkan dengan halus.

Bagian-bagian klimaks sampai akhir film ini berisi dialog-dialog yang cukup sentimental dalam konteks hubungan keluarga, persahabatan dan relasi dua orang dewasa. Kredit untuk sutradara Ernest Prakasa yang berhasil menyeimbangkan unsur drama dan komedi dengan mulus.

Film yang diangkat dari novel Meira Anastasia yang berjudul sama ini, juga mengandung humor edukatif untuk anak. Ada pula adegan melawan pelecehan terhadap perempuan. Pemeran pembantu bukan cuma menjadi aksesori pemuas tawa. Namun, mereka juga menjadi elemen penting seluruh narasi cerita, terutama di bagian akhir.

Naskah Imperfect mampu menata ulang bangunan perspektif bentuk kecantikan tertentu yang telah mapan. Bentuk kecantikan yang diimajinasikan sebagai jaminan kenyamanan dan keamanan emosional. Dalam film ini Ernest menyajikan keamanan dan kenyamanan emosional dalam ketidaksempurnaan dan kesempurnaan yang dibebani kegelisahan emosional sekaligus  

Dalam kehidupan keseharian, perempuan dibebani banyak ekspektasi. Imperfect secara subtil menyampikan pentingnya teman yang tidak menghakimi tapi membantu menemukan diri sendiri.  Imperfect adalah film terbaik Ernest Prakasa sejauh ini.

Sayangnya, kerentanan emosional teman-teman Rara di kantor sebagai tokoh-tokoh antagonis tidak digali lebih dalam. Stereotip antara perempuan cantik tapi inkompeten versus perempuan kompeten tapi tidak cantik masih terasa di sini. Sisi terdalam manusiawi dari kegundahan emosional para tokoh antagonis luput dari eksplorasi mendalam.

Jessica Mila bermain cukup baik sebagai Rara. Ia cukup berhasil menjelajahi dan menampilkan berbagai rentangan emosi. Dari Rara yang gemuk, kriting dan hitam tapi menyenangkan hingga Rara yang cantik, sukses dalam karir tapi gundah.

Reza Rahadian, sebagaimana standar akting aktor langganan pemenang festival, bermain mengesankan. Pada bagian awal sampai tengah Reza berhasil menampilkan Dika sebagai sosok laki-laki simpatik yang tidak menghakimi perempuan berdasarkan standar kecantikan tertentu, hangat dan berani menentang pelecehan dengan segala konsekuensinya. 

Namun Reza juga cemerlang mempresentasikan sosok Dika yang rapuh karena tidak siap menghadapi pilihan-pilihan baru Rara. Sosok pangeran tampan ideal di awal berhasil diubah menjadi manusia kembali pada bagian tengah-akhir film oleh Reza.

Para pemeran pembantu seperti Karina Suwandi, Yasmin Napper, Kiky Saputri (Neti) dan Aci Resti (Prita), Dewi Irawan (Ratih, ibu Dika) berperan mengesankan. Mereka berhasil memenuhi ekspektasi naskah yang meletakkan para pemeran pembantu menjadi unsur penting pengisahan film.

Dengan sedikit aspek minor, Imperfect berhasil menghibur sekaligus mengharukan penonton. Berdasarkan kualitas cerita dan akting para pemain, film ini memang layak menembus hingga dua juta penonton selama 16 hari tayang per tanggal 2 Januari 2020. Penonton akan keluar dari bioskop dengan perasaan empati, bisa melihat beragam perspektif kecantikan sekaligus tawa gembira.