Setiap orang pasti mengontrol pengeluaran keuangan. Hal ini agar uang yang kita miliki bisa sesuai dengan penggunaan selama sehari, seminggu, sebulan, setahun bahkan untuk masa yang akan mendatang. Tidak hanya itu dengan kita mengontrol pengeluaran, juga bisa menyesuaiakan keuangan yang kita miliki.

Disisi lain setiap kita mengatur pengeluaran pasti ada hal yang ingin kita beli, melalui sisihan uang bulanan yang kita peroleh dari gaji. Ok, saat kita menginginkan sesuatu pasti kita akan mulai irit dalam mengatur pengeluaran bulanan.

Bahkan kita pasti akan sangat berhati­-hati dalam membelanjakan sesuatu, cenderung membeli barang yang sangat dibutuhkan dan meminim pengeluaran bulanan untuk ditabung membeli barang yang kita inginkan. 

Saat memiliki uang kita tidak hanya untuk membeli kebutuhan pribadi, kita menggunakannya untuk bersantai seperti bermain bersama teman di tempat wisata atau hanya nongkrong di café, bahkan kadang kita mengadakan acara bersama teman.

Maka dari itu kita menyisihkan beberapa uang untuk refreshing, dengan menyisihkan beberapa uang. Dan apabila kita susah atau berat untuk menyisihkan uang untuk beberapa kebutuhan dan untuk bersantai berarti kita termasuk orang yang pelit.

Orang irit selalu membelanjakan uang secukupnya dan menyisihkannya, akan tetapi orang pelit membelanjakan seminim mungkin dan menyisihkan semuanya. 

Bisa dilihat dari orang irit untuk makan tidak bisa menahan lapar dan membelanjakan uang untuk makan, akan tetapi untuk orang pelit mampu menahan lapar daripada harus membelanjakan uangnya.

Orang irit lebih bertanggung jawab seperti saat membeli barang, orang irit memprioritaskan kualitas barang yang akan dibeli. Sedangkan untuk orang pelit dalam membeli barang berdasarkan harga barang, tanpa menghiraukan kualitas barang tersebut.

Padahal bila kita membeli barang tidak memperhatikan kualitasnya malah membuat kita membeli barang secara berulang, sebab jika barang kualitasnya buruk dan cepat untuk ganti baru. Malah menjadi boros dalam mengeluarkan uang hanya untuk membeli barang yang sama secara berulang.

Apabila ada teman yang meminjam uang, orang yang pelit akan meminjaminya dan santai dalam memberi waktu mengembalikan uang yang dipinjam. Dan untuk orang pelit juga meminjaminya akan tetapi, dia akan selalu menagih kapan uang yang dipinjam akan dikembalikan.

Orang yang pelit selalu memperhitungkan apapun yang pernah ia lakukan dari awal sampai akhir baik itu jasa maupun keuangan. Berbeda dengan orang irit ia hanya memperhitungkan diawal saja, sebab orang irit pasti mempertimbangkan dengan matang sebelum memberi sesuatu kepada orang lain.

Berperilaku irit itu bagus, bisa menjadi pencapaian diri apabila kita mampu memberi barang yang kita inginkan, orang irit terhindar dari stress juga disenangi orang­-orang disekitar kita dan memotivasi mereka untuk berperilaku irit. Dan orang yang irit akan selalu merasa tenang dalam menjalani hidupnya.

Tidak hanya yang barang yang diinginkan saja, orang irit paham uang yang dimilikinys akan dimanfaatkan untuk apa. Bisa untuk investasi di masa depan, mencukupi kebutuhan keluarga, melanjutkan pendidikan, membeli rumah atau travelling.

Beda dengan orang irit, orang pelit selalu menyisihkan uang tanpa memiliki tujuan yang jelas. Bahkan orang pelit tidak disukai dan dikucilkan orang-­orang disekitarnya, karena perilakunya yang susah dalam mengeluarkan uang walaupun untuk kebutuhannya sendiri.

 Orang pelit merasa hidupnya tidak tenang, ia akan selalu memikirkan harta atau keuangan yang dimilikinya. Orang yang pelit selalu mengumpulkan uang karena merasa takut kekurangan di masa depan, oleh karena itu orang pelit susah memenuhi kebutuhan sendiri dan merasakan hidup yang sengsara.

Allah SWT menjelaskan hukuman bagi orang pelit kelak di akhirat, orang-orang yang gemar mengumpulkan harta tanpa ingat berbagi, maka harta-harta itu akan dikalungkan di hari pembalasan kelak.

وَلَا يَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبۡخَلُونَ بِمَآ ءَاتَٮٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ هُوَ خَيۡرً۬ا لَّهُمۖ بَلۡ هُوَ شَرٌّ۬ لَّهُمۡۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِۦ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِۗ

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.” (QS Ali Imran : 180)

Jadi orang pelit tidak hanya sengsara di dunia, tetapi di akhirat kelak juga merasakan sengsara seperti firman allah pada QS Ali Imran : 180, yang tertera diatas. Maka dari itu, jangan sampai kita semua pelit. Mulailah belajar sedekah agar terhindar dari perilaku pelit.

Sebenarnya antara irit atau pelit tergantung pola asuh. Sebagian besar orang tua pasti selalu mendidik anaknya untuk hidup irit daripada pelit, meskipun beberapa orang tua juga ada yang mendidik untuk pelit.

Anak yang diajarkan orang tuanya irit, tentunya akan berperilaku disiplin, mandiri dan menghargai uang yang ia miliki. Sehingga anak dapat membedakan mana yang diperlukan dan diinginkan.

Dan orang tua tidak perlu takut kepada anak yang sudah diajarkan berperilaku irit, sebab saat memegang uang mereka akan memanfaatkan dengan baik, dan tidak asal membelanjakan barang ketika memiliki uang yang lebih.

Hidup irit apabila diterapkan di lingkungan keluarga memiliki manfaat yang baik dan keluarga akan lebih sejahtera, kita bisa mengatur pengeluaran dan memiliki tabungan keluarga untuk masa mendatang maupun untuk keperluan mendadak. Dan meminim masalah keuangan atau mencegah berhutang ke pihak tertentu.