Banyak mahasiswa yang berpikir hanya mereka-mereka yang terpilih saja yang dapat menggapainya, padahal tidak.

Setiap mahasiswa sebenarnya memiliki kesempatan yang sama, tidak ada hal yang membedakan mahasiswa satu dengan mahasiswa lainnya. Jadi kenapa tidak menargetkan IP tinggi jika kita bisa mendapatkannya.

Apakah IP itu penting? Ya, IP itu penting, pada dasarnya IP (Indeks Prestasi) digunakan untuk menggambarkan nilai semua mata kuliah mahasiswa selama satu semester.

IP dari semester-semester yang telah dilalui itu nantinya akan diakumulasikan sehingga menghasilkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Nilai IPK itulah yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam menerima pekerja.

Tentunya kita mau diterima perusahaan yang kita inginkan hanya dengan sekali melamar, untuk itulah tulisan ini saya buat, agar kita langsung diterima oleh pekerjaan yang kita lamar dengan nilai IPK yang merupakan gabungan nilai-nilai IP.

Lantas hal apa saja yang perlu diperhatikan?

Presensi

Presensi tidak dapat kita remehkan dalam dunia perkuliahan, presentasi kehadiran tidak boleh kurang dari 75% dari semua pertemuan yang ada, atau tidak boleh lebih dari 4 alpha setiap mata kuliah.

Presensi sebenarnya sangat mudah dilakukan, terutama saat masa perkuliahan daring. Kita bisa mengisi presensi di manapun, tidak perlu khawatir jika sudah membawa gawai dan mempunyai akses internet.

Namun karena kemudahan itulah yang membuat kita lalai. Mentang-mentang dapat presensi di manapun, kita jadi lupa akan waktu untuk melakukan presensi.

Memang beberapa dosen ada juga yang memberi kelonggaran perpanjangan waktu untuk melakukan presensi, tapi kita tidak boleh mengandalkan hal tersebut selamanya.

Keaktifan

Buatlah dosen mengingat kalian dalam hal positif, itu akan membuat dosen menambah nilai positif terhadap kita.

Membuat dosen mengingat kalian sebenarnya bukan perkara yang sulit. Pahamilah materi yang akan disampaikan dosen, dengan begitu setidaknya kita mengerti dengan pembahasan yang disampaikan.

Tapi juga harus memberi feedback, jika kita sekedar paham tapi tidak memberi feedback dosen tidak akan tahu kita paham atau tidak.

Hal lain yang bisa menambah keaktifan adalah dengan bertanya seputar materi yang telah disampaikan yang sekiranya kurang dipahami.

Tetapi dalam bertanya juga harus mengerti waktu, jangan menyela dosen ketika sedang menerangkan, bukannya menambah nilai positif malah akan membuat nilai negatif.

Tugas

Jangan bosan dulu dengan tugas karena tugas akan selalu menemani selama masa perkuliahan. Baik tugas individu maupun tugas kelompok semuanya penting.

Pastikan semua tugas yang diberikan dosen kalian kerjakan, dosen pasti menghargainya meskipun tugas yang kita kerjakan belum tentu benar.

Untuk tugas kelompok sendiri juga sama, memang jika tugas kelompok anggota sangat mempengaruhi hasil dari tugas, tapi pastikan tetap mengerjakan, mengajak anggota kelompok untuk berkontribusi, dan memberikan yang terbaik.

Ujian

Ujian mengambil sekitar 50% penilaian IP, termasuk Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Ujian sebenarnya untuk mengukur sampai mana pemahaman mahasiswa tentang materi yang telah diajarkan dosen.

Ujian juga menjadi tolak ukur apakah mahasiswa perlu mengulangi lagi materi yang telah diberikan pada semester berikutnya atau tidak. Maka dari itu kita harus mendapat nilai sebaik-baiknya, minimal di atas batas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

Sebenarnya ujian itu tidaklah sulit, kuncinya adalah selalu memperhatikan dosen ketika menyampaikan materi dan mempelajari materi yang diberikan.

Jika dengan berbekal tersebut juga belum yakin dapat melalui ujian dengan lancar, pelajari soal-soal ujian tahun-tahun lalu yang sekiranya berisi materi sama. Karena kadang dosen mengambil pertanyaan-pertanyaan yang sama yang telah diberikan sebelumnya.

Kesimpulan

Hal-hal tersebut yang sekiranya menjadi acuan dalam penilaian IP, maka lakukanlah hal-hal tersebut untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Hilangkanlah anggapan IP/IPK tinggi belum tentu sukses, IP/IPK tinggi bukan jaminan, dan kalimat-kalimat seperti itu.

Memang benar IP/IPK tinggi belum tentu sukses dan bukan merupakan jaminan, tapi dengan pencapaian mendapat IP tinggi kita dapat lebih bersemangat dalam kuliah, dan menjadi peluang yang besar untuk sukses di masa mendatang.

Jangan hanya mencari-cari alasan untuk bermalas-malasan dan melakukan kebiasaan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan terutama untuk mahasiswa yang sebenarnya bertujuan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi (Nia Lavinia 2020).

Selama proses pencarian IP tinggi jangan lupa pula untuk menghiasi masa perkuliahan. Misalnya melalui liburan, olahraga, dan hal lain yang membuat kita merasa santai. Karena hal tersebut juga menjadi salah satu faktor agar kita dapat bertahan di dunia perkuliahan yang padat.

Perbanyaklah juga pertemanan, terutama yang dapat membantu kita dalam perkuliahan, seperti mengingatkan untuk presensi, membantu kita mengerjakan tugas, dan memperdalam materi untuk ujian. Dengan begitu pekerjaan kita akan berkurang setengah atau lebih banyak lagi.

Tetapi jangan juga semata-mata mengandalkan teman dalam perkuliahan, kalau bisa lebih banyaklah membantu teman daripada dibantu teman, hal tersebut sebenarnya lebih berguna untuk kita sendiri daripada untuk teman yang kita tolong.

Daftar Pustaka

Lavinia, Nia. 2020. Semua Orang Bisa Kok Dapat IPK 4, Begini Caranya. MOJOK: https://mojok.co/pojokan/semua-orang-bisa-dapat-ipk-4-begini-caranya/, diakses pada 23 November 2021 pukul 15.20.