Berbicara mengenai diri seseorang, ada orang yang merasa powerfull ketika ia berinteraksi dengan banyak orang. Adapula yang merasa lebih bahagia ketika ia menghabiskan waktu sendiri, me time. Oleh karena itu kita kenal yang namanya introvert dan ekstrovert. Apa itu introvert dan ekstrovert? Mari kita bahas!

Dalam kehidupan, kita akan berinteraksi dengan orang lain. Interaksi manusia dengan manusia lain terjadi kapanpun dan dimanapun. Hal ini merupakan sifat alami manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup seorang diri dan selalu memerlukan orang lain.

Interaksi sosial berperan banyak dalam kehidupan, salah satunya dalam membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian seseorang berdasarkan cara pandang terhadap interaksi sosial ini sering kita golongkan menjadi tipe kepribadian introvert dan ekstrovert.

Mengenal Kepribadian Introvert

Introvert merupakan tipe kepribadian yang cenderung senang menyendiri, menyukai kondisi tenang, dan cenderung tertutup. Umumnya, mereka akan kesulitan dalam bergaul dengan orang lain. Hal ini terjadi karena seorang introvert cenderung pemalu dan kurang bisa berinteraksi dengan orang lain.

Seorang introvert akan banyak berpikir dan mengamati keadaan sekitar sebelum berbicara. Hal ini dilakukan untuk mengetahui karakter lawan bicara sehingga nantinya tidak ada perkataan menyinggung. Mereka para introvert juga akan merasa berenergi ketika tidak berinteraksi dengan orang lain.

Mengenal Kepribadian Ekstrovert

Esktrovert merupakan kepribadian yang bertolak belakang dengan introvert. Tipe kepribadian ini yang cenderung interaktif, menyukai kegiatan sosial, dan memiliki antusias yang tinggi dalam bergaul.

Seorang ekstrovert menganggap berinteraksi dengan orang lain merupakan suatu hal yang menyenangkan. Mereka biasanya akan cepat merasa bosan ketika sendiri. Seorang ekstrovert juga lebih terbuka mengenai apa yang mereka rasakan kepada orang lain yang membuat mereka biasanya terlihat mendominasi dalam suatu pembicaraan.

Mengapa Kepribadian Introvert Perlu Diperbaiki?

Walaupun bukan merupakan suatu hal yang buruk, namun kepribadian introvert terkadang perlu dihindari. Sebagai makhluk sosial ada kalanya kita perlu membuka diri terhadap orang lain, entah itu untuk saling membantu, ataupun bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.

Seorang introvert umumnya akan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Dalam kasus yang lebih ekstrim, seorang introvert bahkan selalu berusaha untuk menghindari keramaian. Bersosialisasi dan bertegur sapa dengan orang lain merupakan suatu hal yang sangat merepotkan. Hal seperti ini terkadang perlu dihindari.

Seorang introvert juga kerap menjadi korban bullying. Perilaku yang suka menyendiri dan cenderung tertutup menjadi salah satu faktor mengapa seorang introvert rentan terhadap perilaku bullying. Mereka dianggap tidak menyenangkan karena kurang bisa bergaul dengan orang lain sehingga akan dijauhi.

Pribadi seorang introvert yang tertutup membuat orang lain tidak mengerti apa yang sebenarnya mereka rasakan. Hal-hal itulah yang membuat seorang introvert rentan mengalami diskriminasi dan dikucilkan oleh orang lain.

Untuk itu, kita sebagai seorang introvert perlu sedikit demi sedikit menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang dirasa akan menghambat kita ke depannya. Apalagi dalam menghadapi berbagai persoalan dalam masyarakat yang terkadang tidak bisa kita selesaikan seorang diri.

Berinteraksi dengan orang lain menjadi hal yang cukup penting dalam usaha kita mengatasi berbagai persoalan hidup. Perasaan saling memahami yang muncul dalam interaksi sosial akan membuat kita saling membantu satu sama lain.

 Kita juga harus mulai meninggalkan kebiasaan tertutup dan mulailah dengan membuka diri. Ketika kita membuka diri, maka orang lain akan semakin mudah untuk mengetahui apa yang kita rasakan. Hal ini akan menimbulkan rasa saling memahami dan menghargai satu sama lain.

Bagaimana Cara Introvert agar Tetap Dapat Bergaul dengan Baik?

Kepribadian seseorang tidak ada yang lebih baik dari kepribadian lainnya. Kepribadian itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selanjutnya, tinggal bagaimana kita mengelola dengan baik kepribadian yang kita miliki dan gunakan untuk mengaktualisasikan diri kita. Dengan demikian, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik.

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh seorang introvert untuk menghindari kebiasaan yang kurang baik, antara lain:

  1. Biasakan untuk berpikir positif

Seorang introvert biasanya sering merasa khawatir yang berlebihan. Rasa ini timbul karena terlalu memikirkan pandangan orang lain dan kurang bisa menerima kritikan. Kebiasaan menutup diri juga membuat kita sering berpikiran negatif tentang orang lain, maupun diri sendiri.

Cobalah untuk lebih berpikir positif terhadap apapun. Terima kritikan bukan sebagai sesuatu yang menjatuhkanmu melainkan sebagai sesuatu yang membantu kamu menyadari akan kekurangan dan membantu menjadi lebih baik. Pola pikir positif juga akan memunculkan rasa percaya diri.

  1. Keluar dari zona nyaman

Seorang introvert akan merasa lebih nyaman ketika menyendiri, dan merasa tidak nyaman ketika berada di keramaian. Cobalah untuk keluar dari zona nyaman sedikit demi sedikit.

Mulailah untuk mengurangi kebiasaan menyendiri dan mencoba untuk membangun interaksi yang baik dengan orang lain. Jangan sampai sikap introvert menghambat kita dalam mengembangkan diri. Dengan keluar dari zona nyaman akan membuka pandangan kita mengenai hal baru yang mungkin lebih baik.

  1. Belajar berinteraksi dengan orang lain

Interaksi dengan orang lain merupakan hal yang sering kali dihindari oleh seorang introvert. Padahal itu merupakan hal yang sangat penting bagi seorang manusia sebagai makhluk sosial.

Mulailah dengan mengatasi kecemasan sosial kita. Tumbuhkan rasa percaya diri dan mulailah berkomunikasi dengan orang lain. Mungkin kita akan sedikit gugup ketika belajar untuk pertama kalinya, tetapi terus lakukan sehingga nantinya terbiasa dan rasa gugup menghilang.

  1. Pilih lingkungan pergaulan yang baik

Lingkungan pergaulan dapat menambah semangat kita dan membantu dalam menumbuhkan rasa percaya diri. Lingkungan pergaulan yang baik juga dapat dijadikan sebagai sarana bertukar pendapat dan berlatih bagaimana pengembangan diri yang baik.

Kita sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Untuk itu sebagai seorang introvert, kita perlu mengelola kepribadian kita untuk lebih terbuka dan peka terhadap lingkungan sekitar. Pada akhirnya, kita harus senantiasa berusaha berbenah diri menjadi manusia yang lebih baik lagi.