Manusia merupakan makhluk sosial, yang mana di setiap interaksi yang dilakukannya memiliki perbedaan karakter satu sama lain. Seperti dalam firman Allah SWT :

إإِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ   ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”(QS. Al-Hujurat: 10)

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa walaupun dengan berbagai perbedaan, baik dalam tingkat keuangan, pendidikan, maupun karakteristik, seorang mukmin itu harus bersaudara dan tetap bersatu. Hal ini juga termaktub dalam semboyan negara kita yaitu “Bhinneka Tunggal Ika”.

Lalu, Pernahkah kalian mendengar istilah Introvert? Nah, Introvert merupakah salah satu dari bentuk karakteristik seseorang yang selalu disandingkan dengan Ekstrovert. Istilah tersebut sering dibahas oleh seorang psikologi.

Seseorang yang introvert dianggap sebagai orang yang pemalu, anti sosial, bahkan dianggap cuek dan tidak peduli dengan lingkungan yang ada disekitarnya. Padahal, introvert itu sendiri memiliki makna yang berbeda dari hal-hal yang telah dicap kepada dirinya. 

Introvert yaitu keadaan di mana seseorang mengumpulkan energi untuk dirinya ketika dia sedang sendiri, me time. Maka, seseorang yang memiliki karakter introvert itu cenderung lelah atau terkuras tenaganya ketika bersama dengan orang banyak. Berbeda halnya dengan si ekstrovert yang menjadikan lingkungan sebagai energi terbesarnya.

Dalam masa kontemporer seperti halnya sekarang, si Introvert dituntut untuk menjadi Ekstrovert. Namun, semakin mereka berusaha menjadi seorang yang ekstrovert maka itu akan membuatnya menjadi lelah dan mengurangi rasa bahagianya, karena ia sedang tidak menjadi dirinya sendiri.

Sebenarnya, ketika si Introvert ini menjadi seorang pemimpin, ia akan dapat lebih paham mengenai orang lain. Sedangkan ekstrovert lebih terlihat seperti diskriminasi.

Introvert sama dengan Pemalu?

Dalam hal ini sebenarnya kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda. Pemalu yaitu keadaan di mana seseorang merasa tertekan, stres dan merasa tidak percaya diri ketika bertemu orang banyak yang disebabkan pikiran yang dihasilkan oleh dirinya sendiri atas komentar orang lain. 

Introvert memang dikenal sebagai “Si Misterius”, namun ia tetap merasa percaya diri, hanya saja tidak suka jika menjadi pusat perhatian.  

Apakah Introvert Selalu Merugikan ?

Dalam perspektif Islam introvert tidak selalu tentang orang yang tidak bermanfaat. seperti yang disebutkan dalam firman Allah :

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” ( Q.S Al-Ahzab: 58 )

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” ( Q.S Al- Hujurat: 11 ).

Mereka yang introvert memiliki sikap yang sesuai dengan perintah Allah SWT melalui ayat diatas, yaitu tidak asal dalam berbicara dan tidak mudah dalam mengumbar omongan.

Si Introvert yaitu seseorang yang memiliki sikap yang selektif, teliti dan krisis dalam hal yang menyangkut dirinya dan orang lain. Seperti selalu memperhatikan komentar yang diberikan orang lain. 

Maka dari itu secara otomatis mereka memiliki filter di dalam dirinya, agar setiap apa yang dikeluarkan dari mulutnya itu tidak menyakiti hati lawan bicara. Biasanya orang yang memiliki karakter introvert juga sering dijadikan tempat curhat oleh orang yang ada di lingkungannya.

Bagaimana dengan sikap yang dimiliki Nabi Muhammad Saw?

Dari berbagai petunjuk yang ada, seperti hadis yang mengisahkan kehidupan Rasulullah. Kesederhanaan yang dimiliki Rasulullah menjadikan dirinya memiliki karakteristik yang introvert

Nabi Muhammad cenderung lebih sering menyendiri, contoh yang paling terkenal di telinga kita yaitu ketika beliau berdiam diri di Gua Hira sampai turun wahyu kepada dirinya.

Nabi Muhammad Saw merupakan contoh dari seorang yang introvert. Namun bedanya, beliau adalah seorang introvert yang luwes. Artinya ia juga memiliki karakteristik ekstrovert. yakni hatinya terbuka dengan siapapun, ramah, suka berteman, dan mudah menyesuaikan diri.

Dari apa yang telah dituliskan di atas, apakah masih ingin memaksakan si Introvert untuk menjadi si Ekstrovert? Atau masih ingin menJudge si Introvert? Baik introvert maupun ekstrovert itu merupakan sesuatu yang memiliki perspektif yang berbeda dan memiliki kebaikannya masing-masing.

Semoga dengan perbedaan itu tidak akan menjadikan kita seperti pintu yang terkunci. Yang tidak dapat menerimanya. Jadilah manusia yang Open Minded. Terimakasih sudah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat =D