Bila kita menyebut kata 'Tersanjung', yang mungkin muncul lebih dulu di benak kita adalah sebuah sinetron yang punya periode tayang sangat lama di televisi. Tersanjung tayang pertama kali di Indosiar pada April 1998 dan mengakhiri musim ketujuhnya di tahun 2005. Bila diibaratkan anak sekolah, ini sih semacam mulai masuk TK sampai lulus SD ya.

Saya masih SMP saat Tersanjung pertama kali hadir di televisi, dan karena memang tidak pernah suka menonton sinetron saya jadi tidak terlalu menaruh perhatian. Yang saya ingat cuma pemeran utamanya itu Lulu Tobing, ada Ari Wibowo dan Jeremy Thomas juga. Ya, aktris dan aktor yang memang tenar di masa itu.

Ketika mendengar bahwa sinetron ini akan diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar, otomatis saya mencoba kembali mengingat beberapa hal yang identik dengan Tersanjung, tapi rasanya susah sekali. Lagi-lagi yang saya ingat cuma Lulu Tobing dengan rambut dikuncir dan rok panjangnya yang sederhana.

Iseng, saya coba bertanya pada ibu. Maka marilah kita anggap ini adalah sebuah sesi wawancara dengan seorang mamak-mamak penggemar sinetron negara berflower.

A (Aku): Ibu masih ingat Tersanjung?

I (Ibu): Sinetron yang dulu itu?

A: Iya.

I: Ya ingatlah, duh kesel hati kalo ingat tuh.

~yak, here we go!~

A: Eh, kenapa? Aku malah nggak ingat

I: Ya itu sinetron kan panjang banget sampai berapa tahun tapi tetap saja nggak ada ujungnya. Akhirnya tuh kayak masih gantung.

A: Yang paling ibu ingat apa saja?

I: Indah yang pertama itu Lulu Tobing terus dihamilin sama siapa itu namanya, yang meranin tuh Reynold Subekti. Bobby apa ya? Tapi malah yang nikahin tuh Rama, Ari Wibowo.

A: Sampai kelar berapa tahun tuh cuma bahas itu saja?

I: Nggak. Ada Indah kecil juga, anaknya Jeremy Thomas. Yang jadi Indah kecil tuh yang main di film Joshua oh Joshua itu lho. Lupa ibu namanya.

A: Mega Utami? Yang rambutnya panjang?

I: Iya, yang pinter banget nangis.

A: Indah gede sama Indah kecil apa hubungannya?

I: Nggak ada, ya awalnya cuma kenal gitu aja. Indah yang Lulu Tobing itu ditolong sama Jeremy Thomas.

A: Lah suaminya si Ari Wibowo ke mana?

I: Meninggal. Itu di musim kedua udah nggak main lagi kalau nggak salah.

A: Terus si Bobby itu nggak mau tanggung jawab gitu tah?

I: Iya, tapi pas anaknya udah lahir dia mati-matian mau ambil anaknya. Bapak kurang ajar itu emang si Bobby! Dikata hamil sembilan bulan nggak susah apa?!

A: Akhirnya gimana?

I: Ibu sudah lupa endingnya tuh yang pasti kayak gimana, karena sudah bosan juga. Yang jelas ya sebenarnya masalah-masalahnya makin tambah episode makin nggak jelas. Kayak ya dibuat-buat gitu, asal sinetronnya laku aja. Padahal udah makin mengada-ada.

A: Mengada-ada gimana sih?

I: Ya iya, yang meranin Indah aja sampai ganti berapa kali itu. Setelah Lulu Tobing ganti Jihan Fahira, habis itu ganti lagi. Ibu nggak tahu namanya. Nah Indah kecil itu juga bolak-balik ganti. Pas gedenya tuh Cut Tari kalau nggak salah, eh pas udah mau akhir-akhir jadi Ayu Azhari. Yang tokoh lainnya juga ganti-ganti melulu.

A: Lha menurut ibu kenapa lho kok Tersanjung bisa awet gitu?

I: Ya karena emak-emak kayak ibu gini pada doyan nonton.

A: Tadi katanya bosan?

I: Iya, akhirnya ya bosan. Yang ngikutin serinya sejak awal ya pasti bosan. Yang mungkin baru nonton di tengah-tengah ya masih tertarik kayaknya.

A: Setelah bosan Tersanjung, ibu nonton apaan?

I: Terpesona

A: Hah? Apa lagi itu?

I: Ya sinetron juga lah.

A: Bosan nonton Tersanjung karena kepanjangan aja nih?

I: Karena menderita nggak kelar-kelar! Masa iya ada orang yang hidupnya nangis melulu? Masa iya hidupnya nggak pengen ada peningkatan gitu? Kok ya betah men hidup susah! Kan udah nggak masuk akal itu!

A: Namanya juga sinetron. Ini mau difilmkan lho. Mau nonton?

I: Ya mau, kalau film kan nggak pakai bersambung. Kayak dulu nunggunya seminggu sekali. Lama. Keburu lupa ceritanya.

A: Nanti kalau kondisi udah kondusif kita nonton deh.

I: Kamu nanya-nanya gini buat apa? Tumbenan.

A: Buat bahan nulis. Butuh duit aku tuh.

I: Oh, anak kurang adab!

Kalau kalian, apa yang kalian ingat dari sinetron ini? Atau jangan-jangan malah tidak ada yang tahu ya? Hehe.