Kertas menjadi hal yang penting perannya dalam perekonomian di Indonesia. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Aryan Warga dalam usai Pengukuhan Kepengurusan APKI 2017 di Jakarta, Senin 30 Januari 2017. Produk kertas dari tahun ke tahun meningkat namun harganya akhir-akhir ini menurun, sehingga devisa agak sedikit menurun. Permintaan pasar kertas dan pulp dunia masih meningkat 2%. Indonesia memproyeksikan pertumbuhan 3%-4% per tahun.

Kertas merupakan kebutuhan dalam berbagai aspek kehidupan manusia dari sejak zaman dulu sampai sekarang. Namun, bagaikan dua sisi keping mata uang, prioritas penggunaan kertas sudah mulai redup, baik dari penggunaan untuk media cetak, koran, buku, keperluan kantor, serta lainnya. Tak dapat disangkal, perkembangan era teknologi digital, teknologi internet yang begitu pesat ini telah mengubah pembaca media cetak berganti menjadi media online. Artinya, di era ini, media cetak mulai mendapat ancaman dari media online, sekarang media cetak, buku, dan bahan bacaan yang membutuhkan kertas dalam penyampaian informasinya berfotosintesis, berubah wujud menjadi online, hal ini mempengaruhi perkembangan industri kertas di dunia. Oleh karena itu produktivitas kertas dan pemanfaatannya perlu terus menerus ditingkatkan dalam mempertahankan eksistensinya dalam arus global.

Teknologi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam aspek global, karena dunia semakin cepat berubah ke arah moderenisasi berbagai aspek, oleh karena itu setiap negara harus mampu bersaing dengan pemanfaatan teknologi serta mengaplikasikannya di dalam aktivitas. Berkaitan dengan hal tersebut, inovasi jasa pengangkutan sampah kertas berbasis aplikasi online yaitu Paper Trash Online merupakan terobosan yang diharapkan tepat guna terkait peran teknologi dalam mempermudah mobilitas masyarakat untuk mengelola penggunaan kertas terutama sampah kertas, serta integrasinya terhadap Bank Sampah. Aplikasi Paper Trash Online hadir menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kepunahan penggunaan kertas, dan kaitan eratnya terhadap lingkungan, sosial, dan pendidikan.

Dunia digital sudah mulai mempengaruhi masyarakat, baik ekonomi menengah ke bawah hingga menengah ke atas. Sebagian besar memiliki alat komunikasi ponsel pintar berbasis android. Dengan adanya ponsel pintar berbasis android bisa memudahkan mobilisasi masyarakat dalam suatu kawasan dan saling terhubung antara satu sama lain, mudah diproses dalam genggaman tangan. Hadirnya aplikasi online berbasis android “Paper Trash Online”, diharapkan mampu membangun kecintaan kita terhadap kertas dan lingkungan. Bekerjasama dengan Bank Sampah yang sudah dan diharapkan akan terus tersebar luas di beberapa titik wilayah di seluruh Indonesia.

Bank sampah mungkin sudah tidak asing kita mendengarnya. Diharapkan Bank Sampah dapat hadir merata di seluruh Indonesia, mampu mengatasi tercemarnya sampah dengan mendaur ulangnya kembali sebagai penerapan dari Recycle. Masyarakat dapat mengumpulkan sampah yang dijemput bola dengan aplikasi Paper Trash Online. Kendala terbesar masyarakat dalam pengelolaan sampah adalah tempat sampah yang tidak tersedia di beberapa titik lokasi, menganggap sampah tidak berguna, adanya rasa malas dengan menunda mengantar sampah ke tempatnya, terbiasa mencampur sampah dan tidak membedakan jenis sampahnya, apalagi menuju ke lokasi Bank Sampah. Keberadaan alur pengumpulan sampah individu dan rumah tangga yang selalu dimulai satu arah dari suatu lokasi menuju Bank Sampah, oleh karena itu diperlukan adanya alternatif alur pengumpulan sampah melalui arah alur terbalik dari Bank Sampah menuju ke rumah.

Penerapan aplikasi Paper Trash Online, diharapkan mampu menjawab masalah tersebut. Aplikasi yang dapat diakses secara mudah melalui smartphone kini banyak digemari masyarakat. Informasi mengenai jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 102,8 juta orang, dengan capaian tersebut Indonesia berada pada peringkat 6 dunia (Kominfo, 2016). Menurut hasil survei APCII dan Puskakom UI pada tahun 2015, bahwa pengguna internet yang berusia 18-25 tahun sebesar 49%, usia 26-35 tahun sebesar 33,8%, usia 36-45 tahun sebesar 14,6 %, usia 46-55 tahun sebesar 2,4%, dan usia 55-65 tahun sebesar 0,2 % dengan rata-rata penggunaan internet berupa media sosial menghabiskan waktu 2 jam 54 menit dalam sehari. Data dari Kominfo juga menyebutkan bahwa dari total pengguna internet aktif, 7% diantaranya menggunakan internet sebagai sarana transaksi jual beli online dengan nilai transaksi mencapai 150 triliun rupiah pada tahun 2014. Transaksi jual beli online merupakan salah satu bentuk penggunaan teknologi di bidang ekonomi kreatif. Badan Pusat Statistik merilis data pada bulan Agustus 2014, dari sejumlah 183 juta penduduk usia kerja atau usia 15 tahun ke atas, sekitar 121,9 juta penduduk diantaranya aktif di dalam perekonomian.

Aplikasi Paper Trash Online adalah aplikasi online mengenai pengangkutan sampah kertas dengan pilihan menu yang menyertainya, bisa diakses di mana pun dan kapan pun, jika berhasil diaplikasikan untuk aksesnya dapat didownload di Play Store. Aplikasi ini akan menghubungkan dengan User yaitu masyarakat yang memiliki dan ingin menabung sampah kertasnya yang terdiri dari buku, kardus, koran, majalah bekas, serta semua hal yang terbuat dari kertas, disebut dengan Nasabah, terhubung ke petugas sampah atau masyarakat yang terdaftar di Bank Sampah disebut Paper Trash Driver.

Sebelumnya Bank Sampah menerapkan prinsip masyarakat yang mengantar sendiri sampahnya, namun kali ini konsepnya berbeda. Masyarakat yang sudah terdaftar di Bank Sampah serta memiliki transportasi motor, mobil, gerobak, dan kendaraan lain, yang akan menghampiri ke rumah atau lokasi yang ditentukan sesuai waktu pemesanan penjemputan sampah kertasnya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir sampahnya menumpuk lama dan tertimbun debu di rumah. Di sini, nasabah hanya membayar jasa angkut dari rumah ke lokasi Bank Sampah terdekat yang disesuaikan dengan jarak kepada Paper Trash Driver, dan nasabah akan mendapatkan poin dari pengangkutan sampah tersebut, semakin banyak sampah kertas yang disetorkan, maka semakin banyak pula poin yang akan didapat.

 Poin ini diintegrasikan dengan Bank Sampah, istilah Poin dipilih agar dapat memudahkan user dalam perhitungan, karena harga per Kilogram sampah kertas setiap saat akan berbeda tergantung dengan pemanfaatan di Bank Sampah, jika sudah terkumpul sesuai persyaratan penukaran rewards dapat ditukar dalam bentuk voucher atau uang tunai. Paper Trash Driver ini pun, akan mendapatkan keuntungan dari jasa angkut sampah, bahkan bisa mendapatkan poin khusus, jika banyak melakukan jemput sampah dari aplikasi Paper Trash Online. Membuat masyarakat termotivasi dalam mengelola sampah kertasnya. Namun sebelum melakukan pemesanan jemput sampah dengan aplikasi ini, nasabah harus terlebih dahulu memilah sampahnya sesuai dengan jenisnya, dan melakukan pemilihan yang terdapat di Fitur jumlah kantung sampah, jumlah kantung yang akan diangkut dapat menentukan jenis transportasi dalam penjemputan sampahnya. Pada aplikasi ini penjemputan sampah dibatasi untuk sampah yang dapat di daur ulang kembali yaitu jenis sampah kertas khususnya. Nantinya jika sudah berjalan, pengembangannya akan dilakukan penjemputan untuk sampah plastik, dan barang bekas.

Salah satu kelebihan dari aplikasi Paper Trash Online adalah di dalam aplikasi ini berisi pula Fitur Paper Shop, Fitur ini merupakan wadah atau etalase dari hasil daur ulang sampah kertas, di mana hasilnya akan diperjualbelikan dengan online. Hasil daur ulang sampah kertas dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis antara lain : bahan bangunan, alat rumah tangga, tas, dompet, buku bekas dan lain-lain. Pembelian produk kertas untuk keperluan kantor dan sekolah pun bisa dijual di sini. Harga yang ditawarkan di Paper Shop ini terjangkau dan setiap Member atau Nasabah Bank Sampah dapat melakukan pembayaran melalui poin tabungan sampah kertasnya, dan akan mendapat keuntungan dengan potongan atau diskon khusus member, bisa juga dalam bentuk gratis ongkos kirim.

Aplikasi Paper Trash Online berperan pula dalam bidang pendidikan sebagai perantara antara nasabah yang ingin menyumbangkan bahan bacaan seperti buku-buku pendidikan untuk sekolah, majalah-majalah bekas yang bermutu, buku cerita, dan sebagainya, untuk dapat disampaikan ke masyarakat yang membutuhkan, khususnya untuk pelosok desa dan perkampungan yang tidak terjangkau teknologi. Karena bagi penduduk di sana, buku sangatlah bermanfaat sebagai media pembelajaran dan kebutuhan bahan ajar di sekolah perkampungan, yang sebagian besar kurang mampu dalam membeli buku. Pengelolaan buku bekas dan bahan bacaan juga dapat disalurkan dengan bekerjasama melalui sekolah, khususnya sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dan Taman Bacaan Masyarakat di Indonesia. Pendidikan kreatifitas di Bank Sampah pun perlu dikembangkan dalam halnya inovasi dalam proses pelatihan keterampilan pengolahan kertas, dan cara mendaur ulangnya, contoh saja di Jepang, Koran Manichi yang terbuat dari campuran kertas daur ulang, air dan bibit bunga atau tanaman. Koran ini bahkan sangat mudah untuk dibuat di rumah. Ketika selesai dibaca, Koran Manichi jangan dibuang, koran tersebut disobek menjadi potongan kertas kertas kecil, kemudian disiram dengan air dan ditanam di tanah. Dalam beberapa minggu, maka kita akan dibuat takjub mendapati potongan kertas koran tersebut telah berubah menjadi tanaman ataupun bunga. Ide yang sangat brilian ini mulanya digagas oleh Dentsu Inc, salah satu biro iklan terbesar di Jepang yang bekerja sama dengan perusahaan The Manicihi Newspaper. Diharapkan ide ini juga bisa diterapkan pula di Indonesia dalam pemanfaatan daur ulang sampah.

Di bidang sosial, dengan sasaran utama perbaikan pola pembuangan sampah, khususnya sampah kertas di kehidupan masyarakat, diharapkan dengan sosialisasi, masyarakat mampu memahami nilai dan manfaat kembali dari sampah kertas. Mencegah keterbatasan armada pengangkut sampah yang ada di Bank Sampah lokasi tertentu, dengan aplikasi Paper Trash Online siapa pun dan di mana pun dapat melakukan penjemputan sampah kertas. Dengan adanya Bank Sampah, bahan-bahan yang tersedia dan terkumpul lalu diolah menjadi hal-hal baru atau daur ulang yaitu barang yang berguna. Memberdayakan masyarakat sekitar dalam pengolahannya, dan menyerap tenaga kerja, khususnya ibu-ibu dan anak-anak remaja. Membantu Pemerintah dalam pelestarian lingkungan demi tercapainya perkembangan ekonomi nasional yang berkesinambungan.

Adanya pengembangan penerapan Bank Sampah yang terintegrasi dengan aplikasi Paper Trash Online dalam suatu kawasan, dapat menjadi sumber sosialisasi dalam kampanye program pemberdayaan fungsi kertas baik kertas yang baru dan bekas untuk kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kebutuhan dan pemanfaatan akan kertas menjadi meningkat, karena adanya integrasi kertas dan teknologi. Dapat menyedot perusahaan BUMN dan Swasta dalam halnya kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) sebagai implementasi dari GCG (Good Corporate Governance). Potensi paling besar adalah jika sistem aplikasi Paper Trash Online tersebut dapat disponsori dalam pengembangan sistemnya. Pihak BUMN dan Swasta bisa mencantumkan logo perusahaannya, di lokasi Bank Sampah, seragam pekerja di Bank Sampah. Pada sistem aplikasi Paper Trash Online juga bisa diterapkan yaitu pada tampilan menu, unit transportasi yang dipakai, dan Jaket Driver Paper Trash Online, diharapkan keberadaan sistem ini terus tumbuh dan berjalan, serta semakin banyak di sekitar kita.

Aplikasi Paper Trash Online, merupakan terobosan yang diharapkan tepat guna terkait peran teknologi dalam mempermudah mobilitas masyarakat akan kebutuhan kertas dan pengolahan sampah kertas ketika sudah tidak digunakan. Penerapan Integrasi Bank Sampah dengan aplikasi Paper Trash Online, menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan peran dan fungsi kertas sekaligus mengatasi pencemaran sampah di Indonesia. Sistem aplikasi Paper Trash Online ini dapat dikembangkan lebih lanjut, tumbuh, dan berjalan, serta dapat disosialisasikan ke masyarakat. Dukungan dari Pemerintah dan Masyarakat Umum dalam mewujudkan penerapan aplikasi Paper Trash Online dalam pengelolaan sampah, sangatlah diperlukan demi tercapainya keseimbangan lingkungan dalam salah satu capaian pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.


      Referensi :