Selama liburan ini, penulis punya waktu untuk melakukan hobi yang sangat menyenangkan: menonton dokumenter. 

Setiap harinya, paling tidak ada satu dokumenter yang penulis habiskan. Temanya bermacam-macam, mulai dari ekonomi, politik, sampai sejarah acara komedi. Berbagai dokumenter ini membantu penulis memahami beragam aspek dari suatu topik. 

Tetapi, ada satu dokumenter yang sangat menginspirasi penulis. Judulnya Thatcher: A Very British Revolution

Dokumenter lansiran British Broadcasting Corporation (BBC) tersebut bercerita tentang jalan hidup politik seorang outsider bernama Margaret Hilda Thatcher, mulai dari kariernya sebagai Menteri Pendidikan sampai kejatuhannya dari jabatan Perdana Menteri Inggris. 

Dalam menjelaskan alur tersebut, dokumenter ini membaginya dalam lima episode. Episode pertama diberi judul Making of Margaret yang memaparkan pembentukan image dari Sang Wanita Besi. Selanjutnya, episode kedua berjudul Power, menceritakan masa-masa tersulitnya sebagai Perdana Menteri Inggris. 

Sementara, episode ketiga bertajuk Enemies, menceritakan upaya Thatcher dalam mengalahkan musuh internal maupun eksternal. Setelahnya, episode keempat memiliki judul That Bloody Woman yang menggambarkan perubahan image-nya yang menjadi makin otokratik. 

Terakhir, episode kelima berjudul Downfall, melukiskan tragisnya kejatuhan Thatcher sebagai Perdana Menteri Inggris. 

Masing-masing episode berdurasi satu jam. Meski cukup panjang, dokumenter ini tidak membosankan sama sekali. Informasi yang diberikan juga sangat kaya dan rinci. Terlebih lagi, informasi-informasi ini disajikan dengan sudut pandang yang unik: objektif dan mengandung banyak sudut pandang personal orang-orang yang mengenal Margaret Thatcher dari dekat. 

Tetapi, untuk memahami dokumenter ini, diperlukan pemahaman bahasa Inggris yang cukup mumpuni. Khususnya istilah-istilah perpolitikan Inggris yang cukup banyak digunakan dalam dokumenter ini. 

Hal itu memang wajar. Dokumenter ini mengisahkan jalan hidup politik seorang Thatcher. Jadi, kalau pembaca ingin menonton langsung dokumenter ini, siapkan kamus bahasa Inggris di dekat Anda. 

Setelah selesai menonton kelima episode dokumenter ini, penulis mengambil lima pelajaran utama tentang kehidupan dan kepemimpinan. Apa saja pelajaran-pelajaran tersebut? 

Pertama, menjalani hidup dengan keyakinan. 

Dari dokumenter ini, Margaret Thatcher membuktikan bahwa keyakinan (conviction) dapat membawa seseorang terbang tinggi. Ibarat sebuah kapal yang berlayar, keyakinan adalah kompas yang memandu kapal tersebut. Makin kuat dan mumpuni kompas tersebut, makin sukses pelayaran kapal. 

Ketika ditanya dalam sebuah panel di tahun 1971, Thatcher menyatakan, “No, I don’t think in my lifetime there will be a woman prime minister. I’m always a realist.” Delapan tahun kemudian, semesta membuktikan bahwa perkiraan itu salah. Margaret Thatcher sendiri yang menjadi Perdana Menteri wanita pertama Inggris.  

Mengapa Thatcher bisa terpilih pada tahun 1979? Sebab ia memiliki keyakinan yang kuat. Ia yakin bahwa nilai-nilai kebebasan (liberty) bisa membangkitkan Inggris dari malaise yang melanda. 

Selain itu, Thatcher yakin bahwa perubahan menuju masyarakat sipil berbasis ekonomi pasar bebas (free enterprise society) dapat mengembalikan Inggris menuju kejayaan. She was right beyond belief

Kedua, berani untuk menjadi change-maker.

The one single factor that determines society’s success is the percentage of change-makers within it,” tandas Bill Drayton. Margaret Thatcher adalah salah satunya. Ia adalah antitesis dari mayoritas politisi Inggris pada masanya yang cenderung manajerial. Justru, pemerintahannya bertujuan untuk men-disrupt berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. 

Untuk mencapai tujuan ini, Thatcher melaksanakan berbagai kebijakan ekonomi revolusioner. Ternyata, kebijakan-kebijakan tersebut berhasil. Inggris yang ia tinggalkan (1990) jauh berbeda dari Inggris saat menjadi Perdana Menteri pada tahun 1979. Bahkan hingga kini, Inggris yang kita kenal adalah Thatcher’s Britain

Bayangkan jika Thatcher sebagai change-maker tidak menjadi Perdana Menteri, mungkin perubahan besar dalam perekonomian Inggris dan dunia pada era 1980-an tidak akan pernah terjadi. Tidak akan ada berbagai disrupsi ekonomi yang berdampak sampai saat ini. Generasi ini tidak akan pernah menikmati standar hidup seperti sekarang.  

Ketiga, tegas dalam memutuskan segala hal. 

You turn if you want to. The lady’s not for turning.” Pernyataan terkenal ini menggambarkan ketegasan Thatcher dalam mengambil keputusan. Tidak ada kata berputar balik ketika sebuah keputusan sudah disepakati. Sehingga, semua orang dapat mengetahui arah kebijakan pemerintah dengan jelas. 

Tanpa ketegasan ini, Thatcher tidak akan mampu menuai hormat dari berbagai kalangan, bahkan oleh tokoh-tokoh yang jelas tidak menyukai kebijakannya. She might cause devastation, but she was clear and firm in her policies. Hal yang sama juga berlaku bagi kehidupan setiap kita. 

Keempat, tangguh dalam menghadapi tantangan. 

Dalam masa jabatannya (1979-1990), Thatcher menghadapi tantangan dari Argentina, serikat buruh tambang, dan oposisi Partai Buruh. Ia hadapi semua itu dan berhasil memperoleh kemenangan. Dokumenter ini berhasil membuktikan bahwa rahasia kemenangan-kemenangan ini adalah ketangguhan (toughness) dari Thatcher sebagai Perdana Menteri 

Ketangguhan inilah yang memastikan bahwa kebijakan pemerintah dan kepentingan Inggris tidak akan pernah dikorbankan. Semua pihak yang berupaya mematahkannya akan segera mendapat balasan. Akhirnya, ketangguhan ini menjamin perubahan menuju arah yang lebih baik bagi Inggris. 

Kelima, memiliki personal consideration bagi orang lain. 

Di balik citra Thatcher sebagai Wanita Besi, ia juga seorang wanita dan ibu yang penuh kasih sayang. Setiap orang yang bekerja untuknya dalam dokumenter ini menyatakan hal yang sama. Ketika para civil servant bekerja dengan Thatcher sampai dini hari, ia pasti memasak sendiri shepherd’s pie untuk mereka. 

Selain itu, Thatcher juga peduli dengan sanak keluarga orang-orang yang bekerja untuknya. Bahkan ketika ada yang sakit atau mengalami musibah, ia pasti memberikan bantuan dan menanyakan kepada orang yang bersangkutan. 

Gestur yang kecil, namun sangat menunjukkan kepedulian Thatcher secara pribadi. Inilah yang membuatnya begitu dicintai oleh para civil servant

Akhirnya, menonton dokumenter ini memberikan sebuah inspirasi baru. Bahwa dengan keyakinan dan keberanian, setiap insan bisa menjadi change-maker yang mengubah dunia. Tinggal kemauan setiap orang yang menentukan realisasi perubahan itu. Margaret Thatcher memiliki kemauan itu. Bagaimana dengan Anda? 

Sumber