Sedari kecil kita sudah mengenal kata insecure atau minder. Tanpa dipungkiri setiap manusia semakin dewasa pasti rasa ketidakpercayaan diri ini meningkat. Momok terbesar untuk maju adalah rasa insecure.

Semakin dewasa semakin banyak hal pula yang kita khawatirkan dan pikirkan, padahal belum tentu itu akan terjadi. Terlalu banyak berpikir ini membuat kita merasa kita tak sehebat orang lain.

Perihal wajah, warna kulit, pilihan fashion baju, bakat, pendidikan, jabatan, kesuksesan kita pasti pernah merasa insecure dan membandingkannya dengan orang lain.

Padahal orang lain pun kadang merasakan hal yang sama, bisa jadi mereka merasa minder dengan pencapaian kita. Mereka juga membandingkan hasil pencapaiannya dengan apa yang kita punya atau membandingkannya dengan milik orang lain.

Apalagi saat masa mencari jati diri masa transisi dari remaja ke dewasa. Rasa insecure masa ini tergolong tinggi sebab di masa ini ego remaja untuk diakui dewasa sangatlah tinggi.

Remaja cenderung ingin membuktikan kepada dunia bahwa mereka sudah dewasa dan salah satu pemicu ego tinggi adalah rasa insecure.

Rasa insecure tinggi kerap dirasakan oleh para siswa sekolah siapa lagi kalau bukan mereka kelas 12. Pada tingkat kelas 12 siswa biasanya memiliki tujuan ke depannya ada yang ingin melanjutkan pendidikan ada juga yang langsung bekerja ada juga yang mengikat diri dengan pernikahan.

Kadang kala, siswa yang sudah memilih bekerja menjadi insecure melihat temannya yang kuliah jadi lebih sukses bahkan sekedar untuk mengobrol maupun menyapa. Atau malah yang sudah membina rumah tangga menyesali keputusannya dulu. Kenapa harus menikah muda saat melihat pencapaian teman-temannya.

Pada kalangan mahasiswa, melihat salah satu mahasiswa aktif organisasi, memiliki kemampuan public speaking yang bagus, aktif mengikuti lomba, dan berbakat baik akademis maupun non akademis menjadi insecure dengan kemampuannya sendiri.

Untuk orang dewasa mereka terkadang merasa rendah diri saat melihat teman seperjuangan lebih sukses, lebih bahagia dalam menjalani kehidupan.

Semua hal diatas adalah hal yang lumrah. Mengapa demikian? Karena rasa insecure bukan hal yang selalu negatif, terkadang insecure menjadi penyemangat untuk menjadi pribadi lebih baik kedepannya.

Rasa insecure juga menjadi dasar untuk seseorang membalas dendam dalam artian hal yang baik. Membuktikan bahwa mereka melampaui ekspektasi seseorang adalah kebanggaan.

Rasa insecure bila tidak dilawan maka akan menimbulkan ketidakpercayaan diri yang fatal. Ketidakpercayaan diri ini membuat kita memandang bahwa kita tidak akan pernah berhasil entah bagaimanapun usaha yang telah kita lakukan.

Padahal untuk sukses kita perlu untuk merasakan kegagalan, lalu menjadikannya sebuah pengalaman agar tidak mengulang kegagalan yang sama.

Insecure bila tidak dapat di lawan akan menyerang psikologis dan dapat berujung pada depresi. Sebab tolak ukur kita adalah orang lain, mencoba melebihi batas kemampuan diri sendiri karena terpaku dengan hasil orang lain.

Rasa insecure bila diolah dengan baik maka akan menjadi hal yang positif, namun bila tidak dikenali dan diolah, maka berdampak negatif entah bagi diri sendiri maupun orang lain.

Penyebab tingginya rasa insecure dalam diri karena kurang bersyukurnya kita sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Padahal setiap ciptaan-Nya pasti memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri.

Kadang pula apa yang menjadi kekurangan diri sendiri, bila orang tersebut dapat memanfaatkannya maka bisa jadi itu menjadi kekuatannya. Jangan merasa minder ataupun malu dengan apa kekuranganmu. Kekurangan bisa jadi icon untuk orang lain mengenalimu.

Lalu bagaimana mengatasi rasa insecure? Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa insecure:

1. Love Yourself first. Klasik namun basic, banyak yang belum bisa mencintai diri sendiri. Dengan mencintai dirimu sendiri maka kamu akan menemukan sesuatu yang baru di dalam diri. Karena sejatinya mencintai diri sendiri lebih sulit daripada mencintai orang lain. Kenapa lebih sulit, sebab saat kamu mencintai diri sendiri maka kamu pun akan menerima semua kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirimu.

2. Kenali potensi diri. Dengan mencintai diri sendiri maka secara otomatis akan mengenali potensi diri lalu dapat mengembangkannya. Bila, tidak diri kita sendiri yang menyadari lalu siapa lagi.

3. Selalu bersyukur. Dengan bersyukur maka rasa insecure akan berkurang. Jangan pernah melihat seseorang hanya dari hasil akhir atau kesuksesannya, karena setiap orang pasti memiliki proses yang berbeda.

4. Selalu berpikiran positif. Terkadang saat membuat kesalahan pada suatu pekerjaan kita selalu berpikiran negatif dan mudah menyalahkan diri sendiri. Coba untuk memaafkan kesalahan tersebut.

5. Banyak berlatih. Gunakan waktu yang ada untuk berlatihan misalnya kamu minder melihat temanmu berpendapat di hadapan orang banyak tidak grogi, percaya diri walaupun belum tentu pendapatnya menjadi hasil akhir suatu keputusan, setidaknya ia percaya diri. Maka kamu dapat berlatih di depan cermin dan berani untuk menunjukkan diri kamu di hadapan publik

6. Jangan menjadikan media sosial tolak ukur kesuksesan orang lain. Karena, bila dipikir tidak mungkin orang akan memperlihatkan pada dunia akan kegagalannya, jadi sudah pasti apa yang diperlihatkan di media sosial adalah hal yang membuat bahagia seseorang. Media sosial adalah hal yang mengerikan bila tidak bisa mengontrol penggunaannya.

Insecure adalah bagian dari kedewasaan. Seseorang merasa insecure pasti memiliki tekad untuk melawan rasa ini. Entah untuk direalisasikan atau hanya dipendam namun, insecure bukanlah penghalang untuk mengeksplor diri lebih dalam. Melawan insecure menjadi perjalanan hidup yang tak terlupakan.

Kuncinya adalah cintai dan terima apa yang ada, lalu kembangkan. Terlihat mengerikan, namun hasil yang memuaskan menanti kita apabila kita melawan rasa insecure. Pada sebuah rasa insecure terdapat pintu kebahagiaan yang menjadi tujuan.