Insecure,

kata ini mungkin nyaris setiap hari terdengar oleh kita semua. Sebuah kata yang saat ini sangat akrab dengan hampir setiap individu khususnya para remaja yang tengah memasuki usia belasan tahun. Insecure bermacam-macam jenisnya dapat berupa, insecure terhadap fisik, pencapaian, keterampilan, kepintaran, kekayaan, kesuksesan, kehidupan rumah tangga, kehidupan sosial, percintaan dan lain-lain.

Di kutip dari laman WebMD insecure didefinisikan sebagai suatu perasaan tidak mampu, tidak cukup baik, atau kecemasan yang membuat seseorang merasa tidak aman. Insecure juga dapat diartikan sebagai perasaan tidak percaya diri, malu, takut, gelisah yang disebabkan oleh rendahnya penilaian terhadap diri sendiri.

Insecure dapat sebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:

1. Sering mendapatkan kegagalan atau penolakan, seseorang yang pernah mengalami kejadian seperti ini memiliki kecenderungan mengalami insecure yang lebih besar, sebab Ia merasa bahwa apa yang diperjuangkan tidak pernah mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan dan berakhir dengan kesia-siaan semata.

2. Memiliki sifat perfeksionis, sifat selalu ingin terlihat sempurna dalam segala hal juga dapat menjadi penyebab munculnya rasa insecure. Seseorang yang memiliki sifat tersebut mempunyai standar yang tinggi terhadap sesuatu. Saat keinginan tersebut tidak Ia dapatkan, maka muncul rasa kecewa terhadap dirinya sendiri bahkan merasa tidak aman. 

3. Tidak percaya diri, merupakan salah satu penyebab insecure yang paling banyak ditemui. Perasaan tersebut muncul akibat kecemasan dan takut akan penilaian orang lain. 

4. Bullying, merupakan salah satu penyebab insecure yang juga kerap kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Bullying akan menyebabkan munculnya rasa tidak aman bahkan trauma terhadap korban yang pernah mengalaminya. 

Insecure mempunyai dua sisi yaitu sisi negatif dan sisi positif. Insecure menjadi positif apabila kita menempatkannya untuk melakukan sebuah alat untuk introspeksi diri. Insecure menjadi negatif apabila insecure menjadikan kita tidak dapat keluar dari zona nyaman yang dimiliki. 

Insecure merupakan sebuah perasaan yang normal terjadi pada setiap manusia. Insecure dikatakan normal apabila hal tersebut  tidak terjadi secara berulang-ulang. Setiap individu membutuhkan rasa insecure untuk dijadikan sebagai dorongan untuk menjadi lebih baik ke depannya. 

Akan tetapi, insecure yang terjadi  secara terus-menerus dapat menjadi sesuatu yang tidak normal bahkan bisa menyebabkan dampak buruk terhadap diri sendiri dan orang lain. Dampak buruk tersebut dapat berupa rasa curiga yang berlebihan terhadap orang lain serta kesehatan mental dan fisik yang terganggu.

insecurities dapat digunakan sebagai alat untuk upgrade diri. Kita dapat menjadikan usulan-usulan yang diberikan orang untuk meningkatkan hal-hal yang kurang tersebut menjadi lebih baik. Misalnya, menjadikan diri kita lebih baik dengan meningkatkan skill yang kita miliki dengan catatan kita harus mempunyai awareness untuk memilih dan memilah insecurity yang bisa dimanfaatkan.

Melalui insecurities kita dapat mengetahui ketakutan-ketakutan hidup yang kita miliki. insecurities mendorong kita untuk mencari apakah ada sanctuary mental yang bisa menenangkan kegelisahan kita. Insecurities dapat menjadi pendorong menuju pengalaman spiritual dalam mencari dan menemukan tuhan.

Hal yang sama juga di jelaskan dalam podcast Sherly Annavita Rahmi, Ia mengatakan bahwa Insecure jika dipandang dari sudut pandang positif maka dapat memberikan dampak yang baik terlebih lagi jika dilihat sebagai alat untuk pengembangan diri. 

"Kita harus mengetahui kekurangan kita, apabila kita tidak mengetahui kekurangan kita maka kita tidak tahu apa yang harus kita improve atau perbaiki. sangat penting bagi kita untuk dikelilingi oleh orang-orang yang mau memberikan kita kritik dan saran terhadap apa yang memang harus di perbaiki dari dalam diri kita"-tambah Sherly.

Insecure merupakan sesuatu yang wajar dan normal terjadi karena sejatinya setiap manusia lahir dengan insecurities sejak awal hadir di dunia. Sampai akhir hayat pun kita sebagai manusia masih membawa tendensi insecure ini sebagai bagian dari "broken nature" manusia. 

Merasa insecure tidaklah salah, tetapi membiarkan insecure menguasai diri kita adalah masalah yang sebenarnya. Bukan tentang insecure-nya tetapi tentang bagaimana kita menyikapi insecure tersebut. Insecure tidak dilarang dengan catatan kita cerdas dalam memanfaatkan keadaan insecure untuk terus tumbuh dan berkembang.

Nah, untuk kamu yang mungkin sedang merasa insecure saat ini hal yang dapat kamu lakukan adalah Self acceptance atau penerimaan diri. Self acceptance merupakan hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa insecure. Bukan pasrah dengan keadaan melainkan ikhlas menerima yang diberikan Tuhan. Melalui self acceptance kamu dapat menjadikan insecure sebagai sebuah rasa syukur yang akan menjadi penopang agar terus memperbaiki diri. 

“Don’t let fear or insecurity stop you from trying new things. Believe in yourself. Do what you love. And most importantly, be kind to others, even if you don’t like them”- Stacy London