"Mulai dari mana kamu berada. Gunakan apa yang kamu miliki. Lakukan apa yang kamu bisa.”—Arthur Ashe

Pasti akhir-akhir ini kita sering mendengar kata “Insecure” kan? Tapi apakah kalian tau apa sih itu insecure? Bagaimana insecure itu terjadi pada diri kita? Insecure atau dalam Bahasa Indonesia artinya merasa tidak aman adalah suatu masa di mana diri kita merasa cemas pada diri kita sendiri entah itu dalam pencapaian, kegagalan, kehidupan masa depan, dan lain-lain. 

Rasa tidak aman atau insecure sendiri bisa terjadi pada diri kita di saat sedang merasa kekurangan, malu, bersalah, bahkan sampai rasa tidak mampu akan melakukan sesuatu.

Perasaan insecure sangatlah wajar karena setiap manusia pasti berpikir bahwa apa yang ada dalam dirinya selalu terasa kurang apalagi di era sekarang pasti banyak sekali masalah yang membuat diri kita selalu merasa kekurangan. 

Namun apakah terus-terusan merasa kurang adalah suatu hal yang wajar? Tentu tidak, karena jika kita tidak menghadapi rasa tersebut dengan respon yang positif maka akan terjadi hal yang tidak baik secara terus menerus dan bahkan bisa merusak mental diri kita sendiri. Ingatlah bahwa sesuatu yang terlihat kurang, jika dilakukan dengan baik maka kekurangan tersebut akan menjadi suatu kelebihan.

Akibat lain dari rasa cemas itu sendiri adalah timbulnya rasa takut terhadap orang lain. Hah? Kok bisa? Ya, hal ini disebabkan karena manusia yang merasa kekurangan tersebut melihat bahwa ada orang lain yang lebih baik dari dirinya.

Contoh nyata pada kasus ini adalah tentang tubuh seseorang baik itu berat badan, tinggi badan, perbedaan fisik, atau lain sebagainya. Mereka merasa bahwa dengan kekurangan tubuhnya tersebut maka orang lain akan membully dirinya, karena itulah seseorang timbul rasa cemas yang akhirnya takut untuk berinteraksi. 

Padahal manusia adalah makhluk sosial yang tidak terlepas dengan hubungan bersosialisasi karena berinteraksi dengan sesama sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa tanda yang muncul saat insecure adalah yang pertama gemar membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Banyak sekali kasus orang-orang yang insecure dengan membandingkan dirinya sendiri ketika melihat ada yang lebih baik pada diri orang lain. Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing dalam hidup. 

Percayalah bahwa sesuatu yang baik akan datang kemudian hari baik itu kesuksesan, kedewasaan, life goals, dan lain-lain. Setiap orang mempunyai titik start dan finish yang berbeda-beda. Proses dan perkembangan itulah yang akan menjadi bagian diri bahwa setiap orang akan mengalami titik kesadarannya.

Selanjutnya ciri-ciri insecure lainnya adalah haus pujian. Haus pujian disini artinya seseorang akan merasa minder terhadap dirinya sendiri sehingga dia ingin menjadi lebih baik daripada orang lain. 

Beberapa contoh dan kasus yang sering diketahui dalam hidup generasi sekarang ini adalah jumlah followers dan likes di platform sosial media yang berbeda jauh dengan orang lain dan mereka ingin jumlah tersebut sama atau bahkan lebih untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. 

Jika apa yang diinginkan tidak terpenuhi maka bisa saja orang tersebut menghindari interaksi dengan lingkungan sekitar dan menutup dirinya.

Lalu bagaimana cara mengatasi insecure tersebut? Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapinya adalah :
1. Fokus terhadap diri sendiri, apa yang kamu punya cobalah untuk terus dikembangkan agar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Cintai diri sendiri sehingga kita dapat tahu apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan serta dapat memahami karakter pribadi. Tujuannya adalah memudahkan diri sendiri mengerti passionSetiap orang memiliki kehebatannya masing-masing.

2. Jangan bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Hal ini karena perbandingan-perbandingan yang terlihat akan semakin membuat negatif terhadap sesuatu yang dimiliki. Banyak energi terbuang akibat melakukannya padahal energi tersebut bisa digunakan untuk kegiatan lain yang bermanfaat. Alasan lainnya adalah menjadikan diri sendiri lebih toxic terlebih saat berada di sosial media. Cobalah berusaha konsisten dengan proses diri sendiri.

3. Mencari lingkungan baru yang lebih positif dan suportif akan membuat diri sendiri merasa nyaman dengan apa yang dimiliki sehingga tidak merasakan adanya hal-hal kecil yang membuat resah dan manfaatnya adalah bisa mengembangkan bakat serta passion yang dimiliki untuk terus meningkat. Lingkungan serta teman-teman yang sesuai akan memberikan dorongan dan motivasi sehingga dapat menjauhkan pikiran insecure.

4. Gali terus potensi yang ada dan manfaatkan waktu sebaik mungkin sehingga diri sendiri merasa terlalu sibuk untuk memikirkan sesuatu yang tidak berguna. Keunikan dari dalam diri sendiri mungkin saja memberikan value lebih dan berguna bagi masa depan.

5. Bersyukur adalah kunci dari segala hal yang dilakukan karena pada dasarnya saat orang tidak mensyukuri apa yang dimiliki dan terus merasa kurang maka rasa insecure terhadap diri sendiri terus ada dan terus menghantui pikiran. Setiap manusia memiliki masalah dan kecemasannya masing-masing sehingga tidak perlu dipungkiri bahwa apa yang didapat harus diterima dengan lapang dada.

Perasaan insecure akan membuat pribadi tidak nyaman dan terganggu, terkadang membuat pikiran yang berlebihan. Jika rasa insecure mu terasa berlebihan cobalah datang pada layanan konseling atau ahlinya.