Pelajar
1 bulan lalu · 17 view · 6 min baca menit baca · Lingkungan 32906_76317.jpg
Dok. Pribadi

Inovasi Pengelolaan dan Penggunaan Kertas sebagai Media Pembelajaran

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman alam dan budaya yang tersebar di penjuru nusantara. Indonesia terkenal sebagai negara beriklim tropis sebab memiliki kondisi agraria yang baik. 

Seperti yang kita ketahui, Kelima pulau besar yang ada di Indonesia memiliki kondisi hutan yang sangat asri sehingga mampu memberikan udara yang segar kepada masyarakat sekitar. 

Namun searah dengan kondisi hutan yang baik ternyata ada banyak tantangan lingkungan yang harus dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Hal ini berkaitan dengan penggunaan benda ini dalam kehidupan sehari – hari yang berarti cukup penting yaitu kertas. 

Benda tipis ini merupakan alat yang paling banyak digunakan dikalangan masyarakat seperti pembuatan surat, buku, makalah, bahkan sampai penjual pun banyak menggunakan kertas sebagai wadah makanan mereka. 

Namun lingkungan tak selamanya dapat bersahabat. Berdasarkan data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), pada tahun 2013 Indonesia memiliki 73 industri kertas dengan jumlah produksi kertas sekitar 7,98 juta ton kertas. 

Hutan dataran rendah di Sumatera, antara tahun 1990-2000 sudah hilang hampir 65-80% karena penebangan pohon untuk membuka perkebunan dan hutan tanaman industri guna memproduksi bubur kertas. 

Dengan kemampuan produksi tersebut Indonesia menempati peringkat ke-9 untuk produsen pulp terbesar di dunia dan ke-6 untuk produsen kertas terbesar di dunia. Peringkat yang cukup tinggi yang jika berlangsung secara terus menerus maka akan membahayakan lingkungan kita sendiri.

Kita telah memasuki zaman dimana teknologi telah berkembang dengan sangat pesat di seluruh penjuru dunia tak terkecuali di Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari bagaimana pergantian sistem kerja manual menjadi canggih. 

Perkembangan teknologi tidak hanya menimpa kalangan dewasa saja tetapi anak – anak pun telah merasakan dampak dari perkembangan teknologi. Tentu saja setiap hal pasti memiliki keuntungan dan kerugiannya masing – masing. 

Sama halnya dengan penggunaan kertas ini, satu sisi ia bisa menghabiskan banyak pepohonan untuk membuat bubur kertas tetapi di sisi lainpun kertas sangat berguna bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas. 


Disinilah kemajuan teknologi yang telah merambat bisa kita manfaatkan sebagai suatu keunggulan. Inovasi baru bisa dilakukan entah untuk mengurangi penggunaan kertas maupun menciptakan bahan dasar kertas yang tidak merusak lingkungan terutama hutan.

Inovasi Pemanfaatan Teknologi Untuk Mengurangi Produksi Kertas

Sudah saatnya kita sebagai masyarakat terkhusus pemuda/i mengambil tindakan untuk mengurangi penggunaan kertas. Apa yang harus dilakukan? Penggunaan terknologi akan sangat membantu mengurangi penggunaan kertas. 

Adapun Langkah-langkah yang dapat ditempuh guna menerapkan penggunaan kertas secara bijak terutama pegawai pemerintah serta mahasiswa yang cukup banyak menghabiskan kertas setiap harinya:

a. Pencetakan dokumen dilakukan hanya setelah dipastikan tidak ada kesalahan ketik/penulisan atau pun kesalahan materi melalui proses penelitian ulang. Hal ini guna memaksimalkan penggunaan teknologi karena ketika terdapat kesalahan dalam penulisan suatu dokumen, kita bisa dengan mudah mengubah tanpa perlu mencoret – coret kertas berlembar. 

Setting dokumen dan kertas dengan tepat, sehingga dokumen yang tercetak adalah baik dan benar sesuai yang diinginkan. Revisi dokumen berupa file jauh lebih efisien dibandingkan harus membawa kertas sana – sini yang juga akan memakan banyak waktu.

b. Mencetak dokumen hanya sejumlah yang diperlukan, sehingga tidak ada dokumen berlebih. Itu mengapa teknologi sangat membantu, kita bisa mengubah suatu dokumen dengan mudah, bisa memilih ukuran kertas serta hurufnya sehingga akan sangat mengefisienkan penggunaan kertas jika dokumen harus di cetak

c. Pembuatan e-book, bukan hal yang baru bagi masyarakat mengenai e-book. E-book sangat berguna apabila kita ingin membuat dokumen yang jumlah kertasnya cukup banyak. 

Selain mudah untuk dibawa – bawa karena hanya memerlukan perangkat elektronik, waktunya mencarinya lebih ringkas dan tidak memerlukan tempat/ruangan penyimpanan. Tak hanya itu, jika kita perlu mengirimkan dokumen tersebut kepada seseorang yang berbeda tempat juga akan sangat mudah bahkan hanya memerlukan waktu beberapa menit sehingga dapat menyelesaikan banyak dokumen dengan waktu yang singkat.

e. Tidak membuang kertas/dokumen yang salah cetak, kertas/ dokumen yang salah cetak dimanfaatkan lagi untuk membuat produk-produk lainnya, misalnya pencetakan konsep surat, dibuat notes/buku corat-coret, atau bahkan dimanfaatkan untuk cover buku/hard cover. Ini demi menghemat fungsi kertas yang hanya sekali pakai.

Inovasi Pemanfaatan Kertas Daur Ulang dan Kertas Non-Kayu


Walaupun telah banyak kemudahan yang telah ditawarkan berkat kemajuan teknologi yang sangat pesat ini, tentu saja kertas masih sangat dibutuhkan hanya saja jumlahnya perlu dikurangi sehingga bisa menyelamatkan hutan – hutan yang ada di Indonesia.

Selain penggunaan teknologi, kita masih bisa berhemat kertas, caranya :

1. Menggunakan kertas di dua sisi sehingga tak ada sisi yang kosong.

2. Gunakan kertas bekas apabila masih dapat digunakan

3. Gunakan kertas daur ulang atau kertas berbahan non-kayu. Ini juga merupakan inovasi yang dapat membantu memaksimalkan kertas dari kayu. 

Sampai saat ini kertas masih dipercaya sebagai bahan yang paling efektif dan efisien untuk media buku. Dengan proses daur ulang kertas, selain mampu mengurangi tingkat pencemaran lingkungan, aktivitas daur ulang kertas menghasilkan kertas daur ulang yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Telah banyak proses daur ulang yang tersebar di masyarakat dan semua itu sudah mulai direalisasikan.

Beberapa penelitian juga telah menemukan pembuatan kertas berbahan non-kayu seperti yang membuat kertas dari kotoran hewan yang dilakukan oleh Prof. Bismarck. 

Menurutnya, selulosa sebagai bahan penyusun kertas selama ini diambil dari pohon, tapi selulosa tersebut bisa diperoleh dari kotoran hewan. Kotoran hewan herbivora diketahui mengandung selulosa. Bahkan, hampir 40 persen zat yang tersusun di dalam feses hewan tertentu merupakan selulosa. 

Menurut beliau, hewan herbivora memakan biomassa kelas rendah (produsen primer) yang mengandung selulosa yang kemudian bercampur dengan enzim dan asam di perut, lalu menjadi kotoran. 

Kemudian ada kertas anti serangga yang dilakukan kembali oleh Mochammad Hadi dari Universitas Diponegoro. Tujuan penelitiannya  adalah mengetahui serta mengkaji toksisitas dan sifat antimakan ekstrak daun kirinyuh sebagai bahan pengendali rayap pemakan kertas. Mengetahui tingkat konsentrasi ekstrak daun kirinyuh yang efektif sebagai bahan pengendali rayap. 


Terakhir ada Peneliti bioteknologi Institut Pertanian Bogor menemukan formula bahan kertas tanpa kayu. Pembuatan kertas itu memanfaatkan proses fermentasi dengan mikroba untuk membentuk nata alias selulosa murni sebagai bahan baku seperti Nata de coco dari air kelapa, nata de soya dari limbah produksi tahu dari kedelai, atau nata de pina dari limbah nanas yang merupakan bahan selulosa murni untuk pembuatan kertas ramah lingkungan. 

Temuan ini diusulkan menjadi bagian dari program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD). Produksi selulosa murni dengan mikroba hanya perlu waktu 4-6 hari. Selulosa dibuat bubur untuk dicampurkan ke bahan baku kertas dari kayu sampai dengan 50-75 persen.

Nah Semua informasi di atas dapat menjadi solusi yang beragam untuk masyarakat dalam mengurangi produksi kertas menggunakan pohon yang hanya akan mengurangi udara segar kita dan justru akan membantu menciptakan kertas yang sehat dan ramah lingkungan yang bisa digunakan oleh semua kalangan. 

Untuk itu, kita perlu memahami dan memahamkan diri dan juga masyarakat sekitar agar sadar bahwa banyaknya inovasi yang ada saat ini bisa membantu mengurangi produksi kertas di Indonesia. 

Mari bersama – sama kita berubah untuk bisa memanfaatkan tetapi tetap mencintai lingkungan dan menjaganya sebab kehidupan kita bergantung pada seberapa banyaknya oksigen yang mampu dihirup dari pohon – pohon yang ada serta menyimpan hutan – hutan ini sebagai aset bagi anak cucu kita nantinya.

“Apabila dapat mengolah ulang 1 ton  kertas, berarti dapat menghemat 7000 galon air, menyelamatkan 20 pohon, mencegah polusi udara, juga menghemat pemakaian listrik rumahan selama 6 bulan,” (www.goinggreentoday.com).”

Referensi

Artikel Terkait