Jika kamu memiliki perilaku seperti mudah marah, mudah iri, mudah cemburu, dan lain sebagainya, maka kamu sedang dipengaruhi oleh kondisi yang disebut dengan istilah “Inner Child”. 

Inner child adalah sisi kepribadian seseorang yang masih merasa seperti anak kecil atau sisi kekanak-kanakan dalam diri seseorang. 

Bayak orang dewasa yang mengalami luka atau trauma pada masa kecil, tak menyadari bahwa mereka masih memiliki inner child (sosok anak kecil) yang tersakiti dalam diri mereka. Hal inilah yang menyebabkan seseorang makin mudah tersulut emosinya. 

Sayangnya, tidak semua orang tajju dan sadar bahwa “anak kecil” dalam diri mereka sedang terluka. Dan jika dibiarkan atau tidak disembuhkan, sosok kecil ini bisa menjelma menjadi perasaan dan perilaku negatif ketika seseorang tumbuh dewasa.

Inner child ini berhubungan dengan masa kecil setiap orang, terutama pada usia 6-7 tahun. Karena pada usia tersebut, gelombang otak anak sedang berkembang dengan sangat pesat untuk merespons sesuatu dengan cepat, dengan kondisi tersebut ternyata anak mudah mengingat dan bahkan bisa menjadi longterm memori. 

Apa yang sedang terjadi pada kondisi anak tersebut nantinya akan memengaruhi masa dewasanya dan menjadi perilaku tertentu.

Peristiwa yang terjadi dan dialami oleh anak akan tertanam di alam bawah sadarnya, sehingga inner child akan berpengaruh terhadap kepribadian dan cara bersikap seseorang dalam hidupnya. 

Jika pengalaman menyedihkan yang dialami anak tidak diatasi dengan baik, bisa jadi ia akan tumbuh dengan rasa trauma dan menyebabkan masalah di masa dewasa.

Inner child itu penting banget untuk dipahami lho, supaya kita gak jadi orang yang rapuh dan sensitif. Apalagi di sosial media saat ini kita jadi lebih mudah baper.

Contohnya ketika seseorang memposting sesuatu hal yang berkaitan dengan inner child kita, maka kita akan jadi sulit untuk bisa memaafkan kondisi orang lain seolah-olah kita tidak bisa berempati dengan kebahagiaan orang lain.

Maka dari itu, teman-teman, jika kita ingin happy atau merasakan bahagia yang nyata, belajarlah untuk menerima, mengenali, dan mengolah inner child kamu sehingga kamu menjadi orang yang bahagia.

Ternyata ada juga lho Inner child yang negatif. Yaitu inner child yang menyakitkan dan sangat membekas. Hal tersebut biasa disebut the dark side of Inner Child

Cara agar terkoneksi dengan diri, salah satunya dengan menyadari kalau diri ini butuh menangis. Pada tahapan ini, kita akan masuk ke dalam diri sendiri dan melepaskan emosi negatif yang tidak pernah dikeluarkan.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menerima. Dengan menerima, kita bisa memaafkan, karena menerima itu bisa dengan kita membiarkan diri kita untuk marah dan sedih. 

Yang kedua adalah proses di mana kita memahami kebutuhan apa yang sebenarnya diri ini butuhkan. Yang ketiga, kita bisa meningkatkan self care. Yang keempat adalah meningkatkan kreativitas. Dan yang terakhir adalah menghargai diri sendiri. 

Dengan mengetahui inner child ini, pada akhirnya teman-teman akan menjadi orang yang lebih kreatif dan memiliki respect terhadap diri sendiri.

Ternyata ada faktor yang memengaruhi inner child ini lho teman-teman. Yang pertama adalah pola asuh keluarga. 

Bagaimana orang tua menjadi role model kita, gaya pengasuhan seperti apa yang diberikan oleh orang tua, statement yang disampaikan dengan gaya bahasa yang orang tua sampaikan setiap hari.

Contohnya seperti debat kecil yang membuat bosan di rumah, perbedaan pendapat dan keinginan. Hal itu tanpa disadari akan membuat trauma. Bisa jadi kita tidak bisa menerima kejadian tertentu hari ini disebabkan oleh pola orang tua.

Yang kedua adalah pola kita bertemu orang lain, seperti sahabat dan saudara. Dalam hal ini inner child dipengaruhi oleh orang-orang yang akan muncul dalam kehidupan kita. Dan terbentuk atas perilaku serta interaksi kita dengan banyak orang dalam hidup.

Inner child mempunyai pengaruh saat di masa dewasa. Terkadang ada orang yang tidak menyadari ada luka batin yang tersembunyi di masa kecil yang terbawa sampai dewasa dan menjadi sebuah dendam yang tidak tersampaikan. Akhirnya, kita meletakan hal itu ke situasi serupa dengan orang yang berbeda.      

Bagaimana sih cara menyikapi inner child? Ini dia jawabannya, hal yang pertama adalah menyadari inner child kita. Sadari bahwa setiap orang punya inner child termasuk diri sendiri. Di dalam diri kita ada sosok kecil yang tidak pernah kita ajak ngobrol. 

Yang kedua itu kita perlu menjalin komunikasi terhadap inner child sendiri. Kita ajak ngobrol sosok kecil diri kita ingin apa. Dan ternyata, ketika kita telah menjalin komunikasi itu, kita seperti ngomong sama diri sendiri loh bahwa “aku mencintai diriku.”

Di situlah muncul kalimat-kalimat yang menunjukkan self love terhadap diri sendiri, self acceptance, kita juga dapat menerima good thing or bad thing yang terjadi di masa lalu dan kita bisa merangkulnya.

Dengan kita merangkul rasa marah, sedih,  kecewa, dan lain sebagainya yang akhirnya  kita bisa lebih sadar dengan apa yang dikerjakan hari ini agar lebih powerful dan lebih produktif.

Jika kamu tidak bisa melakukannya sendiri meditasi ini, kamu bisa cari bantuan profesional seperti psikolog, therapist, dan konselor.

Ternyata ada juga lho relaksasi untuk menyadari dan memahami inner child. Seperti mendengarkan musik yang menenangkan. Cara mengenali inner child lewat musik relaksasi itu dapat dilakukan saat kita sedang lelah bekerja, lelah sekolah, dan lainnya.

Dalam keadaan tersebut kita jadi gak tahu apa yang sebenarnya diri ini inginkan. Maka dari itu, kita perlu ajak ngobrol lagi sosok kecil yang selama ini diabaikan dan tidak pernah dirangkul.

Saat kamu sedang berusaha fokus dalam mendengarkan musik relaksasi agar bisa mengetahui inner child mu, coba kita ingat momen-momen kecil, bayangkan diri kamu didalam tubuh keluar secara perlahan. Lalu, keluar dari tubuhmu sosok kecil yang sedang mengamati dirinya.

Ingat hal-hal yang terjadi di masa kecil, kemudian peluk diri sendiri. Saat sosok kecil itu keluar dari diri kamu dan coba kamu rangkul dirimu seolah-olah kamu sedang memeluk inner child mu. Dan disaat itu coba diajak ngobrol apa yang sosok kecil kamu katakan.

Hadirkan momen di mana saat kamu berumur 6 tahun, kejadian apa yang cukup membahagiakan dalam hidupmu. Bermain bersama orang tua, dipeluk, berlarian tanpa beban, dan mengalir begitu saja dengan nyaman.

Sampai akhirnya sosok kecil ini merasakan bahagia yang sebenarnya. Hadirkan emosi masa kecilmu baik itu positif dan negatif, lalu berdamailah dengan segala emosi yang ada didalam diri kamu. Dengan begitu kamu jadi tahu tentang inner childmu.