Menulis merupakan suatu pemberian manfaat kepada orang lain. Sama halnya dengan meneliti, hasil karya yang ditulis merupakan suatu karya monumental sumbangsih dari si penulis bagi pembacanya. Karena di dalamnya lahir gagasan dan pemikiran. 

Selain sebagai sarana untuk meluapkan ide atau gagasan yang ada di pikiran penulis, menulis juga sebagai sarana pengembangan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan, serta salah satu cara mencari solusi untuk permasalahan yang ada di sekitar. 

Tulisan dapat menjawab rasa penasaran atas suatu fenomena. Menulis juga menjadikan seorang penulis mempunyai harapan agar tulisannya bisa bermanfaat untuk orang lain.

Menulis merupakan sikap untuk melakukan kegiatan produktif dan ingin terus berkarya. menulis apapun tidak hanya menulis ilmiah tetapi juga menulis ragam non ilmiah atau populer. Hasilnya kemudian dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. 

Di era teknologi informasi sekarang ini memberikan akses dengan banyak kemudahan. Seperti mencari sumber referensi yang sudah sangat banyak ditemukan menggunakan internet dengan berbagai kemudahan.

Selain kemudahan mendaptkan sumber referensi, banyak platform media digital yang bisa digunakan untuk menulis. Penulis dapat memanfaatkan media tersebut untuk menciptakan penulisan kreatif.

Menulis sebenarnya pekerjaan yang sangat menyenangkan, apalagi jika dilakukan dengan sepenuh hati, sehingga tulisan yang dihasilkan juga mengalir seperti air, lancar tanpa hambatan. Tulisan yang baik biasanya juga dihasilkan dari penulis yang tanpa beban dan mempunyai pengetahuan yang baik pula.

Namun, banyak orang beranggapan bahwa pekerjaan menulis itu berat dan membosankan. Pendapat itu tentu bukan tanpa alasan. Mereka umumnya bingung harus menulis apa dan untuk apa tulisan yang akan dibuatnya. Memang, jika orang menulis tanpa tujuan, tentu saja hasilnya akan sulit dan dijamin hambar dan tidak bernilai. 

Menulis harus mempunyai tujuan yang jelas, ibarat kita bicara, maka jangan bicara asal bicara melainkan bicara yang ada manfaatnya. Menulis pun seperti itu. Menulis harus mempunyai tujuan yang jelas dan mempunyai perencanaan yang jelas pula.

Nah, berikut saya jelaskan secara singkat 3 manfaat utama menulis.

1. Menulis melahirkan ekspresi, gagasan dan ide

Menulis bukanlah semata tentang kemampuan untuk menulis argumentasi secara akademis. Melainkan menulis lebih kepada bisa mengekspresikan sesuatu. Ketika kita bisa mengekspresikan apa yang kita pikirkan akan terasa lebih tenang dan tidak ada lagi beban pikiran. Seakan kebutuhan ekspresif itu sudah terlampiaskan.

Kabar baiknya, ekspresi itu tercatat, ada artefaknya, ada arsipnya. Sehingga kita bisa melihat hasil ekspresi itu kembali suatu ketika. Entah apakah ada manfaatnya atau tidak yang jelas menulis itu seperti menyimpan memori, menangkap momen dan seakan bisa menjadi sebuah mesin waktu.

Begitu pula terkait dengan gagasan, setiap orang pasti memiliki opini tentang sesuatu, setiap orang pasti memiliki pandangannya masing-masing terkait suatu hal. Opini maupun pandangan tersebut merupakan gagasan yang dibangun dari pengalaman, wawasan, kemampuan intelektualitas dan sebagainya yang menjadi satu dan diproses dalam pikiran seseorang.

Setiap orang bisa menerima informasi, mengolahnya kemudian menyimpulkan sesuatu. Sayangnya semua proses itu terjadi secara mental, atau dengan kata lain hanya terjadi secara abstrak dan maya di benak atau dipikiran seseorang. Padahal, gagasan itu bisa jadi perlu untuk disampaikan berulang-ulang. Perlu untuk disebar luaskan sehingga gagasan itu perlu untuk dilahirkan dengan ditulis, dicetak, kemudian didistribusikan. Itulah mengapa menulis penting bagi kelahiran sebuah gagasan agar tidak lagi menjadi sesuatu yang bisa fana hanya karena tidak tersimpan secara permanen dalam pikiran.

Selanjutnya soal ide, sama seperti gagasan, kita meyakini bahwa sebuah ide adalah inspirasi yang menjadi titik pertama yang menggerakkan seseorang untuk memulai. Saya memiliki ide untuk menulis tentang mengajar kreatif, maka saya akan mencari cara bagaimana bisa mendapatkan materi, bahan referensi tentang mengajar kretaif. Ada ide, ada masalah, kemudian ada solusi.

Lalu apa kaitannya dengan menulis? Dalam konteks melahirkan ide sebagai inspirasi, kerap kali ide datang tanpa direncanakan. Ia datang bagai hantu di siang bolong. Mengampiri dan menghantui pikiran kemudian dalam waktu singkat ia pergi tanpa kabar. 

Maka kita sudah harus bersiap untuk menangkap ide-ide bergentayangan itu kemudian menyimpannya dalam sebuah media yang permanen. Tentu ide-ide itu tidak lagi bisa hilang dan kabur, dan ketika kita ingin meninjau kembali serta menggunakannya untuk sebuah keperluan, kita hanya perlu untuk melihatnya lagi.

Seperti itulah kira-kira manfaat melahirkan ide-ide dalam sebuah tulisan. Jadi, jangan pernah ragu untuk menulis demi lahirnya ekspresi, gagasan dan ide yang anda miliki. 

2. Melatih komunikasi efektif

Menulis menurut saya melatih seseorang untuk bisa berkomunikasi secara efektif. Mengapa efektif dan bukan efisien? Karena menulis efektif adalah bagaimana caranya berkomunikasi dengan jelas, logis dan bisa diterima secara lengkap oleh penerima pesan. Sementara komunikasi efisien hanya tentang bagaimana penerima pesan bisa menerima pesan.

Ada dua hal yang sangat berbeda soal manfaat menulis untuk komunikasi efektif ini. Menulis bukan tentang bagaimana merangkai kata yang begitu rumit agar orang kagum dengan hasil pikiran kita. Namun menulis bagi saya adalah untuk berkomunikasi efektif.

Bila kamu ingin belajar komunikasi yang efektif mungkin bisa mulai dengan belajar menulis secara efektif. Berlatih membuat kalimat yang sederhana namun Singkat dan padat, serta bisa dipahami untuk banyak kalangan. 

Sementara jika ingin belajar komunikasi efisien, efisien secara usaha, efisien secara waktu, dan efisien secara sumber daya, bisa mendalami komunikasi verbal. Perbanyak berbicara, perbanyak ceramah. Jadi intinya, kemampuan literasi akan membuat kita lebih mampu untuk berkomunikasi.

3. Menjadi Leverage Skill

Di dunia pengembangan diri, ada istilah yang disebut dengan kemampuan berdaya ungkit atau leverage skill. Kemampuan ini merupakan kemampuan-kemampuan yang akan bisa mengembangkan karir seseorang ke jengjang yang lebih tinggi ketika berdampingan dengan kemampuan utama yang dimiliki oleh seseorang.

Seorang dosen seharusnya bisa memanfaatkan kemampuan menulis untuk bisa lebih berkomunikasi dengan baik. Bisa memberikan edukasi publik dengan baik, dan bisa melakukan aktifitas-aktifitas intelektual dengan baik.

Bayangkan bagaimana jika seorang dosen mampu mengkomunikasikan kemampuannya dengan baik kepada mahasiswanya melalui materi literatur tulisan. Mahasiswa tentu akan menjadi lebih mengerti dan paham tentang sebuah materi kuliah misalnya.

Dosen adalah para profesional yang secara tidak disadari selalu beraktifitas intelektual dalam tulisan. Mereka tidak berhenti untuk melakukan riset, berpikir, berkorespondensi dan kemudian meramu kata agar konsep ilmu dan pengetahuan yang disampaikannya bisa dimengerti oleh banyak orang. Dampaknya menurut saya adalah, para dosen sering kali bisa memiliki kualitas pribadi yang kritis, independen, jeli, komunikatif, bahkan memiliki kecerdasan diatas rata-rata.

Kembali ke soal kemampuan berdaya ungkit. Manfaat menulis jelas bisa memberikan dampak lebih, tidak hanya pada kualitas pribadi tetapi juga pada keterampilan diri.

Tentu saja pasti ada lebih banyak manfaat dari menulis lainnya. Namun rasanya, tiga hal di atas sudah cukup untuk menggambarkan manfaat menulis yang sudah saya rasakan. Ada banyak artikel yang memaparkan manfaat dari menulis bahkan yang didasarkan oleh sains.

Membaca Sebagai Makanan Penulis 

Membaca ibarat gizi, bacaan adalah nutrisi untuk otak penulis. Kita tidak akan bisa menulis jika kita tidak membaca, karenanya membaca adalah kunci. Dengan kata lain, Keterampilan menulis sebagian besarnya dapat diperoleh dengan banyak membaca. 

Untuk menjadi seorang penulis wajib membaca sebanyak mungkin. Apa pun. Akan lebih bagus lagi jika kamu juga membaca berbagai genre tulisan, tak hanya satu jenis tulisan saja. Hal tersebut akan membuat otakmu semakin berisi. Ibarat perpustakaan, perbendaharaannya banyak. Mau apa saja, tinggal pilih untuk dikeluarkan. 

Di samping itu dengan membaca akan terdapat beberapa manfaat bagi penulis yaitu; Memperluas wawasan, Memperoleh pengetahuan baru tentang hal-hal unik, memperkaya kosa kata, menjadi sumber ide dan inspirasi, dan sebagai tempat belajar teknik menulis; mempelajari berbagai gaya menulis dan belajar tata cara penulisan yang baku.

Selain membaca, keterampilan pengamatan yang jeli juga perlu dilatih terus-menerus, untuk menilai fenomena yang terjadi. Selain membaca, juga Pelajari bagaimana penulis-penulis terkenal itu merangkai kata, amati pemilihan diksi mereka, dan catat bagaimana mereka mengolah rasa. 

Jika muncul ide, hal pertama yang harus dilakukan adalah menulis ide tersebut dan disusun menjadi outline. Ada cara yang dapat dilakukan untuk melahirkan ide dalam membuat tulisan, yakni dengan mencari sumber dan membaca, melihat dan mengamati, melakukan diskusi dan sharing dan melakukan survei serta belajar dari pengalaman. 

Setelah itu action atau tindakan yang dimulai dari hal kecil sangatlah penting untuk merealisasikan tulisan. Dimulai dengan menulis meskipun hanya satu paragraf, membuat tulisan meski masih banyak kesalahan, dan menyegerakan dalam menulis. 

Untuk menjadi seorang penulis, ada 4 karekter yang harus dimiliki, yaitu; menghayati, mengingat, mengalisis, mempresentasikan (menulis)

Saat mau menulis yang wajib ada ialah topik yang ingin disampaikan atay hal apa yang ingin diceritakan kepada orang lewat tulisan. Setelah tahu apa yang ingin diceritakan.

Menjadi catatan penting bagi kita adalah sumber ide. Ide adalah sumber data paling penting. Nah,  untuk menyumbang ide ada 3 hal. Pertama Pengalaman pribadi yaitu hal yang kita mengalami. kedua, Pengalaman orang lain yaitu hal yang dilewati orang lain namun kita mengutipnya dengan mencari, menggali, menanyakan, dan sebagainya. ketiga adalah Imajinasi. Imajinasi bukanlah ia datang secara tiba-tiba, namun ia adalah berasaskan pengalaman kita, lewat membaca atau mempelajari dari berbagai sumber, serta juga bisa dibentuk dari lingkungan. 

Ketiga hal tersebut diatas adalah sumber yang paling terpercaya dan sangat tepat agar tulisan kita sampai ke hati pembaca.

Simpulannya, untuk menjadi seorang penulis profesional, kebiasaan menulis setiap hari harus menjadi kebiasaan utama. Nah, Anda seorang dosen, Menulislah. Mulailaih melatih diri menulis setiap hari, meski hanya berupa tulisan sederhana di media sosial (blog, website, Instagram atau di Facebook). 

#SemogaBermanfaat