Penulis
2 tahun lalu · 220 view · 1 menit baca · Ekonomi 3pusat-industri-lampung11.jpg
Foto: gurusejarah.com

Industri Terpusat Mematikan Perkembangan Ekonomi di Daerah

Kita ketahui bersama bahwa, Indonesia sebagai negara kepulauan sudah lama mempraktekan sistem Industri Terpusat. Artinya bahwa dunia Industri, baik usaha milik swasta/perorangan maupun badan usaha milik negara (BUMN) hanya terpusat di beberapa kota besar di Pulau Jawa dan sekitarnya. Sementara pulau-pulau terluar yang lainnya seakan dibiarkan merana dari dunia ini, padahal mereka juga memiliki potensi-potensi alam yang menjanjikan. 

Menurut hemat saya, hal ini dilakukannya untuk memupuk ketergantungan daerah-daerah kepada pusat (dalam hal ini pusat industri seperti pulau Jawa). Selain itu, karena luasnya negara Indonesia yang berkepulauan membuat negara ini sulit menyebar-ratakan industri ke seluruh pelosok nusantara. Apalagi Indonesia dikategorikan negara berkembang, maka wajar saja kalau proses pemerataan industri ini memakan waktu yang cukup lama.

Tetapi setidaknya, pemerintah mesti menggali potensi-potensi daerah yang nantinya akan menguntungkan bagi pemerintah dan masyarakat setempat secara adil. Mengapa? Karena selama ini yang menjadi hambatan dalam upaya pembangunan industri baik kecil, menengah maupun besar selalu saja terletak pada kurangnya perhatian pihak perusahaan terhadap masyarakat, makanya masyarakat sering menolak ataupun mempersoalkan kehadiran perusahaan. Khusus untuk perusahaan-perusahaan besar, yang sering dipersoalkan adalah masalah polusi yang diakibatkannya, maka itu mesti ada proses daur ulang terhadap limbah-limbah industri.

Ketika industrinya terpusat sementara keberadaan Indonesia sebagai negara kepulauan, janganlah heran saat mendapati harga barang terlampau mahal di daerah-daerah yang terjauh dari pulau Jawa. Mahalnya empat kali lipat dibanding harga barang di pulau Jawa. Kenyataannya, di pulau Jawa, uang koin Rp. 100 masih berlaku, sementara di daerah-daerah yang terjauh tak berlaku lagi akibat mahalnya harga barang-barang dagangan.

Kondisi ini membuat perkembangan ekonomi di daerah tak berkembang pesat, sebab segalanya didatangkan dari pulau Jawa. Maka itu, sudah semestinya pemerintah membangun industri atau pabrik di daerah secara merata sesuai potensi daerahnya masing-masing. Misalnya, pemerintah harus membangun pabrik kertas di Papua mengingat luasnya hutan atau pabrik gula dan lain sebagainya.

Semoga perkembangan industri di Indonesia jangan lagi terpusat, melainkan menyebar demi menunjang perkembangan ekonomi di daerah agar semakin maju seperti di pulau Jawa dan beberapa pulau lainnya yang dunia industrinya semakin berkembang maju. 

Artikel Terkait