Arti kata kertas menurut KBBI adalah sebuah barang lembaran yang dibuat dari bubur rumput, jerami, kayu dan sebagainya yang biasa ditulisi atau untuk pembungkus. Meskipun, kita sekarang sedang berada di zaman modern tepatnya dunia digital namun kebutuhan masyarakat akan kertas tidak bisa kita pungkiri. Saya sangat setuju dengan yang disampaikan dalam pembahasan lomba cerita tentnag kertas bahwa kita bisa melihat peranan kertas tidak hanya berguna untuk bidang baca – tulis atau pertukaran informasi seperti media cetak. Kertas juga mengambil peranan penting dalam kebutuhan kita sehari – hari, contohnya seperti tisu, bungkus kado, kotak penyimpanan, tas, hingga kartu nama. Semakin modern suatu masyarakat, tidak dapat dipungkiri bahwa semakin besar kebutuhannya terhadap kertas, khususnya dalam penggunaannya sebagai pembungkus dan pembersih. Sehingga, kita semua harus merenungkan dan mengilas balik kebutuhan kita akan kertas dan menyadari bahwa kita juga harus memperhatikan kelestarian hutan agar deforestasi hutan dapat di kurangi.

Bersumber dari kememperin.go.id yang dituliskan di dalam website mereka berupa siaran pers menyebutkan bahwa industri pulp dan kertas di dalam negeri akan memiliki potensi pertumbuhan yang cukup signifikan. Salah satu faktor pendorongnya adalah upaya Pemerintah yang mengusulkan agar sektor ini masuk dalam kelompok sektor industri yang mendapatkan harga gas kompetitif. “Kementerian Perindustrian telah mengusulkan industri pulp dan kertas untuk dimasukkan dalam kelompok bidang industri pengguna gas harga tertentu pada revisi Perpres No. 40 tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi

Industri pulp dan kertas merupakan salah satu sektor unggulan yang terus dipacu pengembangannya karena memiliki ketersedian bahan baku dan pasar domestik yang cukup besar serta didukung dengan penerapan teknologi canggih. “Bukti industri pulp dan kertas kita mempunyai daya saing kuat, dibuktikan dengan negara – negara lain yang mengenakan kita dumping seperti Turki, Australia, Amerika dan Jepang,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto usai menghadiri Kongres asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) 2016 di Jakarta, Rabu (19/10). Hal itu mempertegas bahwa industri pulp dan kertas merupakan salah satu industri yang memberikan kontribusi secara nyata berupa memberikan devisa untuk negara dan membuka lapangan pekerjaan di daerah hutan yang dikonversi sebagai tempat industri.

Seperti yang dipaparkan langsung oleh Airlangga  dalam siaran pers yang saya ambil intinya sebagai berikut, seperti peluang pengembangan industri pulp dan kertas di dalam negeri cukup terbuka karena didukung dengan ketersediaan sumber bahan baku kayu dari hutan, tanaman industri, dan hutan rakyat. Kemudian, bahan baku non kayu seperti tan dan kosong kelapa sawit, kenaf, dan abaca. Serta iklim tropis di negara Indonesia yang memungkinkan tanaman dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan di daerah sub tropis.

Selama beberapa tahun terakhir, Airlangga juga menambahkan bahwa pertumbuhan industri pulp dan kertas nasional mengalami pasang surut sehubungan dengan tantangan yang dihadapi baik dari dalam maupun luar negeri. Pertumbuhan sektor ini mengalami penurunan sekitar 2,89 persen pada tahun 2012 dan 0,53persen tahun 2013.

Industri kertas menjadi salah satu industri prioritas yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional. Sehingga pihak yang terkait terus mendorong industri pulp dan kertas nasional dapat berkembang menjadi lebih baik.

Untuk itu, Pemerintah dan pelaku usaha, termasuk yang tergabung dalam APKI, perlu bersinergi lebih kuat dalam rangka mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi industri pulp dan kertas nasionalsaat ini. Disisi lain , industri pulp dan kertas memiliki peranan yang cukup penting dalam perekonomian nasional.

Indonesia merupakan produsen kertas yang menempati peringkat ke-6 dan untuk industri pulp peringkat ke-9 di dunia. “Pada tahun 2015, kontribusi industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman dalam pembentukan PDB mampu mencapai Rp. 87,7 triliun.

Selanjutnya, industri pulp dan kertas nasional memberikan kontribusi terhadap devisa negara masing-masing sebesar USD 1,73miliar dan USD 3,57 miliar serta menyerap tenaga kerja langsung sekitar 260 ribu orang dan sebanyak 1,1 juta untuk tenaga kerja tidak langsung.

Sementara itu, melihat data konsumsi kertas per kapita per tahun di Indonesia yang baru sekitar 32.6 kilogram (kg), menjadikan peluang besar untuk pengembangan industri pulp dan kertas. Pasalnya, di negara-negara maju, konsumsi kertas per kapita per tahun di Amerika Serikat mencapai 324 kg, Belgia 295 kg, Denmark 270, Kanada 250 kg, Jepang 242 kg, Singapura180 kg, Korea 160 kg, dan Malaysia 106 kg.

“Peluang di dalam negeri juga didorong seiring dengan meningkatnya pendidikan masyarakat dan kegiatan ekonomi lainnya yang membutuhkan produk kertas, seperti kertas tulis cetak, kertas kemasan pangan, kertas kantong semen, kertas bungkus,dan kotak karton gelombang,” sebut Airlangga.

Disamping itu, pasar ekspor yang tumbuh sekitar 2,1 persen per tahun, juga merupakan peluang yang dapat diisi Indonesia terutama dengan makin berkurangnya peran negara-negara Skandinavia seperti Finlandia, Swedia, dan Norwegia yang sebelumnya merupakan negara pemasok utama pulp dan kertas di pasar internasional

Pada kesempatan yang sama, Ketua APKI Misbahul Hudamengatakan, industri pulp dan kertas sebagai sektor unggulan berbasis sumberdaya alam sangat membutuhkan dukungan dari multistakeholders di Indonesiatermasuk pemerintah sehingga dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi negara secara ekonomi dan lingkungan serta mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Selama ini, APKI telah menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam melakukan berbagai dialog seperti untuk kebijakan penurunan harga gas, SNI kemasan pangan, SVLK, kebijakan ekspordan impor,serta kebijakan impor kertas daur ulang,” papar Huda.

Huda pun meyakini, dengan keunggulan komparatif dari segi ketersediaan bahan baku dan iklim tropis, industri pulp dan kertasnasional dapat tumbuh positif dengan dukungan dari multistakeholders.

Mengingat akan pentingnya industri pulp dan kertas di Indonesia, hal ini seharusnya membangun kesadaran bagi pihak yang di atas dan masyarakat sekitar untuk berkerjasama agar industri kertas tetap produktif namun tidak merusak ekosistem alam. Untuk menuju perekonomian yang berkelanjutan mungkin cara ini perlu diterpakan secara maksimal bukan hanya sebuah gagasan saja.

Kebijaksanaan – kebijaksanaan yang menopang sesuatu peralihan menuju perekonomian hutan yang lebih berkelanjutan akan sangat penting bagi masa depan hutan alam di Indonesia.

Di Indonesia, langkah – langkah berikut akan memajukan peralihan ke perekonomian hutan yang berkelanjutan.

Lakukan investasi hutan secara menyeluruh dan gunakan metode – metode pembukuan sumber alam untuk menentukan status nyata serta kecenderungan – kecenderungan basis sumber serta nilai – nilai lengkap penggunaan alternatif.

Pertanggungjawabkan sepenuhnya dan secara terbuka biaya – biaya dan manfaat – manfaat ekonomi, ekologi, dan sosial pengusahaan hutan Indonesia

Hapus kebijaksanaan – kebijaksanaan yang menjurus pada pemborosan sumber atau yang mensubsidi pihak – pihak tertentu dengan merugikan masyarakat.

Padukan penggunaan hutan yang berkelanjutan dan berikan perangsang untuk pelestarian hutan.  

Hal yang penting untuk perbaikan penerapan kebijakan di masa mendatang, kebijakan pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan harus memiliki daya penegakan untuk dapat diterapkan secara tegas dan mempersempit ruang bagi terjadinya perilaku penyimpangan kebijakan.