Perkembangan teknologi kini sudah sangat berkembang pesat. Semakin canggih teknologi semakin memudahkan manusia dalam melakukan dan mencapai sesuatu. In the future everything will be glasses. Bertatap muka tidak akan diperlukan lagi dalam menjalin komunikasi, jarak bukanlah hambatan dalam mencapai sesuatu, zaman bukanlah penghalang dalam menggali sesuatu.

Di masa yang akan mendatang hidup kita dapat dikatakan sebagai time mechine atau yang biasa dikenal sebagai mesin waktu. Rasa penasaran akan zaman es, zaman penjajahan, dan zaman-zaman sebelum kita ada semuanya dapat kita ketahui dengan mudah melalui teknologi di masa depan. Dengan adanya teknologi, semua rasa keingintahuan akan tepenuhi.

Jika kita memutar ulang waktu pada zaman dimana tidak ada yang namanya touch screen, hal-hal yang sekarang terjadi terasa mustahil untuk terjadi. Layar yang dapat bergerak hanya dengan sentuhan? Mustahil! Itulah yang kita pikirkan disaat semuanya belum terjadi. “Tidak ada yang tidak mungkin bagi teknologi” tidakkah terdengar seperti “Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan”? 

Di masa depan, teknologi akan mengambil alih seluruh otoritas yang ada. Jika teknologi mengambil alih bangsa Indonesia, masih adakah umat yang memegang teguh arti sila pertama dari pancasila yang menyatakan “Ketuhanan yang Maha Esa” ataukah kalimat sila pertama dari pancasila tergantikan menjadi “Keteknologian yang Maha Esa”?

Ketika segala seuatu dapat diciptakan oleh teknologi, segala sesuatu yang mustahil menjadi terjadil melalui teknologi. Masih adakah sikap masyarakat Indonesia yang mengandalkan Tuhan? Atau malah  berubah menjadi masyarakat yang mengandalkan teknologi dan mengandalkan kepintaran dan kemampuannya sendiri?

Semakin maju teknologi di bumi maka semakin angkuh dan jahat pula makhluk yang hidup di dalamnya. Segala sesuatu dapat dilihat hanya dengan satu kedipan mata. Segala sesuatu dapat digapai melalui satu jentikan jari. Segala sesuatu dapat di temukan hanya melalui satu sentuhan pada layar kaca.

Indonesia dimasa depan tidak memerlukan lagi masyarakat yang akan berlelah-lelah membungkuk hanya untuk menanam padi. Mesin yang akan berjalan untuk menanam padi. Para ibu-ibu tidak perlu lagi pegal-pegal karena lelah menampi beras karena mesin yang akan mengambil alih itu semua.

Para pemilik perusahaan besar tidak akan perlu lagi menggaji karyawan yang terkadang datang terlambat, kerja bermalas-malasan ataupun kerja dengan tidak maksimal. Pemilik perusahaan hanya perlu menggunakan mesin yang akan bekerja dengan tepat waktu, lebih teliti dalam mengerjakan segala sesuatu, dan akan menghasilkan sesuatu dengan maksimal.

Teknologi hanya akan membawa keuntungan bagi masyarakat yang: memiliki uang banyak, berkuasa, dan terlebih lagi bagi orang yang pintar. Semakin pintar seseorang dalam mengembangkan teknologi maka semakin membawa keuntungan pula baginya dalam memasarkan produk yang dikembangkannya.

Semakin banyak uang yang dimiliki seseorang ,semakin mudah baginya untuk membeli alat teknologi berapapun harganya demi memajukan produktivitas yang mereka miliki dan pasarkan. Baik dan buruknya teknologi bagi Indonesia di masa mendatang tergantung dari sudut pandang masyarakat Indonesia itu sendiri.

Indonesia di masa mendatang akan memiliki begitu banyak anak muda sehingga diprediksikan bahwa Indonesia di masa depan dapat memipin perekonomian dunia. Namun akankah prediksi tersebut akan benar terjadi? Mampukah anak muda Indonesia bersaing demi perekonomian bangsa di masa depan?

Sebagai generasi muda Indonesia, ada baiknya bagi kita untuk memiliki sudut pandang positf bagi perkembangan teknologi di masa mendatang. Dengan mengetahui ide-ide yang akan dikembangkan di masa mendatang, kita dapat memiliki motivasi yang besar untuk mau belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh mulai dari sekarang untuk mengembangkan ide yang sudah ada.

Karena jika generasi Indonesia ingin menjadi pemimpin perekonomian dunia maka generasi muda Indonesialah yang harus bisa menjadi pengembang ilmu teknologi bukan malah menjadi masyarakat yang konsumtif terhadap perkembangan teknologi. Karena jika masyarakat Indonesia dapat menjadi pengembang teknologi maka di masa yang akan datang Indoneisa tidak akan terjajah dengan yang namanya teknologi. 

Karena segala sesuatu, kita yang akan mengatur melalui teknologi yang kita kembangkan. Juga sebaliknya, jika kita menjadi masyarakat yang konsumtif maka kita akan menjadi terjajah akan perkembangan teknologi. Karena itulah kita harus bisa menjadi orang yang mengendalikan teknologi bukan orang yang terkendali oleh teknologi.

Sikap yang konsumtif hanya akan membawa penjajahan bagi bangsa. Mau tidak mau, suka tidak suka, teknologi akan tetap berkembang pada bangsa dan Negara Indonesia. Karena itulah mengapa, sebelum kita yang terjajah oleh teknologi, kita harus menjadi orang yang mejajah dan menaklukan ilmu telebih dahulu sebelum ada yang memulai terlebih dahulu.

Karena itu sebaiknya, pengetahuan akan baik dan buruknya teknologi harus diinformasikan dan diajarkan bagi anak-anak penerus bangsa agar memiliki motivasi yang kuat untuk jangan mau terjajah oleh ilmu dan teknologi, melainkan memiliki motivasi yang mau mejajah dan menaklukan ilmu demi menjadi orang yang dapat mengontrol ilmu dan teknologi.