Secara bahasa kata sedekah berasal dari bahasa arab shodaqota yang secara bahasa berarti tindakan yang benar, pada awal pertumbuhan Islam, sedekah diartikan sebagai pemberian yang disunahkan.[1]

Sedekah dalam agama Islam ialah suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu, suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridha Allah dan pahala semata.[2]

Sedangkan secara syara’ sedekah diartikan sebuah pemberian seseorang secara ikhlas kepada orang yang berhak menerima yang diiringi oleh pahala dari Allah. Contoh memberikan sejumlah uang, beras atau benda-benda lain yang bermanfaat kepada orang lain yang membutuhkan.

Di dalam al-qur’an juga banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan. Di dalam salah satu hadist, Rasullulah bersabda “sebaik-baik orang diantara kamu adalah yang memberi makan dan menjawab salam” (HR. Ahamad bin Hambali).

Bulan ramadhan merupakan salah satu bulan mulia yang sangat dinantikan kedatangannya. Bukan tanpa sebab, pada bulan ini Allah melipat gandakan setiap kebaikan. Salah satu bentuk kebaikan yang bisa dilakukan adalah dengan sedekah.

Dan kedatangan bulan Ramadhan setiap tahunnya tak henti menjadi penghibur hati orang mukmin. Bagaimana tidak, beribu keutamaan ditawarkan di bulan ini. Pahala diobral, ampunan Allah bertebaran memenuhi setiap ruang dan waktu.

Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Islam sering menganjurkan umatnya untuk  banyak sedekah. Di bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan lagi.

Bentuk shodaqoh dibulan Ramadhan sangat beragam. Bisa berbagi dengan uang, makanan, bantuan, atau pertolongan ke orang lain. Dan tersenyum terhitung sebagai shodaqoh, karena itu bisa membuat orang yang melihat kita ikut senang.

Ada jenis shodaqoh utama di bulan ini yang sudah ditradisikan para ulama; yaitu berbagi makanan siap santap atau membagikan takjil. Yakni sedekah dalam bentuk jamuan makan untuk orang-orang yang berpuasa. Khususnya kepada mereka yang miskin dan kekurangan.

Seharusnya kita bersyukur kepada Allah karena telah diberikan kesempatan untuk bisa menyambut bulan puasa, dengan adanya kita bisa berjumpa lagi dengan bulan yang penuh keberkahan nah makanya  kita  harus  berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.

Dan intinya, shodaqoh memberi makan orang lain di bulan Ramadhan adalah amal kebaikan yang berpahala besar. Jangan sampai amal ini terlalaikan oleh kita di tengah ramainya amal-amal shalih lainnya di bulan mulia ini.

Ketika kita bersedekah dalam hal materi memang harta kita akan berkurang akan tetapi, dimata Allah justru harta kita itu bertambah karena disitu kita telah bersedekah yaitu memberikan harta kita kepada orang yang lebih membutuhkan, disitu Allah akan membalas kebaikan kita dengan berlipat ganda.

Allah juga telah menjelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Hadid ayat 18 bahwa orang yang bersedekah pahalanya akan dilipat gandakan. “Sesungguhnya orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka”.

Kita telah mengetahui betapa besarnya pahala puasa Ramadhan. Bayangkan jika kita bisa menambah pahala puasa kita dengan pahala puasa orang lain, maka pahala yang kita raih lebih berlipat lagi. Subhanallah! dan ini bisa terjadi dengan sedekah.

Dan Sedekah itu hukumnya dibolehkan selama benda yang disedekahkan itu adalah milik sendiri dan benda itu dari segi zatnya suci, diperoleh dengan cara yang benar, meskipun jumlahnya sedikit.

Oleh Karena itu maka berlomba-lomblah dalam berbuat kebaikan, tidak ada salahnya kok jika kita berbuat kebaikan kepada orang lain, apalagi kepada orang yang lebih membutuhkan, karena kita adalah makhluk sosial.

Banyak sekali keutamaan yang bisa kita dapatkan ketika kita bersedekah dibulan Ramadhan salah satunya yaitu Mendapatkan keringanan di akhirat “Barangsiapa yang meringankan kesusahan seorang mukmin di antara kesusahan-kesuahan dunia, niscaya Allah akan meringnkan kesusahannya di antara kesusahan-kesuahan hari kiamat.

Orang yang selau bersedekah niscaya derajatnya akan diangkat oleh Allah SWT. Orang itu akan selalu mendapatkan keberkahan akan rezekinya, akan selalu merasakan cukup. Berbeda dengan orang yang kikir,meskipun ia banyak hartanya tetapi hidupnya tidak akan tenang dan selalu banyak pikiran yang melanda.

Bersedakah itu tidaklah membuat kita semakin miskin,karena rezeki itu sudah diatur oleh yang maha kuasa. Akan tetapi sedekah itu dapat menyebabkan bertambahnya rezeki,bukan menguranginya. Ada pepatah tentang sedekah yaitu jangan menunggu kaya lalu sedekah tetapi sedekahlah agar kamu kaya.

Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadan adalah melalui sedekah. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah dibulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan.

Terkadang kita sering lupa bahwa yang telah memberi rizki adalah Allah, maka jangan merasa khawatir jika kita bersedekah kepada orang lain harta kita akan berkurang, pada ingat gak cerita Qorun yang diberi azab oleh Allah karena dia merasa bahwa rezeki yang dia miliki berasal dari kerja keras mereka sendiri.

Padahal rezeki yang di miliki oleh si Qorun bukan lain pemberian dari Allah tetapi dia merasa sombong, sehingga dia enggan untuk menyedekahkan hartanya kepada orang lain, oleh karena itu dia meninggal dalam keadaan mengenaskan, naudhubillah semoga kita tidak termasuk golongan yang seperti itu.

Bodynote :

[1] Abdul Rahman Ghazali, Ghufron Ihsan dan Sapiudin Shidiq, Fiqh Muamalat, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010) hlm. 149

[2] Yazid bin Abdul Qadir Jawaz, Sedekah Sebagai Bukti Keimanan dan Penghapus Dosa (tt. Pustaka at-Taqwa, 2009), hlm, 36.