Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga.

Bagi aku sendiri, aku setuju dengan kalimat prinsip hidup di atas. Siapa yang tidak mau? Di usia muda bisa menikmati hidup dengan foya-foya alias bersenang-senang. Di usia tua menikmati harta karena kaya raya, kemudian meninggal pun dengan bahagia, karena masuk surga. Amin. 

Siapa yang tidak mau? Indah nian hidup ini, kata teman dari pulau Sumatra sana ketika kami habis bersenang-senang, habis jalan di Malioboro, cuci mata, dan membeli barang murah meriah dari cuci gudang.

Tapi, itu dulu ketika menjadi mahasiswa (i). Mahasiswa strata satu (S1). Ketika kami tidak ada jadwal kuliah, kami akan jalan. Bisa ke kos teman, objek wisata alias keluar kota, mall atau pasar, dan lain sebagainya. Paling sering sih ke mall. 

Walaupun saat itu aku juga beberapa teman aktivis yang selalu "berjuang", yang suka memberikan nasihat tentang kemahasiswaan, aku tetap suka belanja, shopping.

Walaupun dulu, waktu kuliah, suka membaca buku, tetap saja aku suka belanja. Shopping kebutuhan perempuan. Bukan karena aku mahasiswi, karena aku juga punya teman cowok yang normal, sehat, dan waras mengatakan hobinya adalah shopping.

ShoppingApaan tuh!

Setiap hari, (pasti) kita melakukan aktivitas jual-beli alias belanja. Jika ibu rumah tangga hampir setiap hari berbelanja sayur-mayur, ikan, bumbu rempah, dan lain sebagainya untuk dimasak.

Bagi anak sekolah, mereka tiap hari akan jajan di lingkungan sekolahnya.  Bagi pegawai pemerintah dan swasta, biasanya sebelum masuk kantor membeli makanan untuk sarapan atau di saat makan siang. Belum lagi beli bensin untuk kendaraannya. 

Pengguna transportasi umum membeli tiket atau karcis sebelum naik ke kendaraannya. Atau pedagang daging ayam ke pasar atau ke peternak dulu membeli ayam baru pergi menjualnya. Berbelanja adalah ritual karena bagian dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Bagaimana dengan berbelanja, shopping ke Mall?

Aku banyak melihat aktivitas ini menjadi pilihan yang asyik. Bagaimana tidak? Berbelanja di Mall, di mana banyak barang-barang yang bagus dipajang. Setiap orang yang datang berpakaian indah. 

Suasana ramai. Terkadang ada musik live, aktris atau aktor yang datang. Baunya wangi, bisa menonton di bioskop, bisa sekalian makan, dan membuat kita lupa pada beban hidup. Kita bisa belanja atau cuci mata saja. 

Mahasiswa (i) di Kosku Hari ini

Jika melihat mahasiswi-mahasiswi yang ngekos denganku hari ini, jangan kaget. Kosnya biasa, cuma seharga lima ratus ribu per bulan, itu pun sudah sama listrik dan bisa dibagi dengan teman alias berdua. Walaupun kamarnya biasa saja, tidak ada fasilitas dari ibu kos kecuali lemari dan meja, namun barang-barang milik anak kos itu luar biasa.

Lihat saja baju-baju mereka dari butik berkelas. Kerudung atau hijab yang beraneka warna dan model tersusun sampai dalam satu lemari plastik, kabin tersendiri. Sepatu-sepatu dari beli online tersusun di dalam tempat sepatu yang digantung. 

Tas-tas dari merek ternama yang mungkin lebih mahal dari harga kamarnya ada di atas lemari. Produk kecantikan atau kosmetik mahal yang membuat muka cantik dan glowing berada banyak di meja, kalah saing dengan buku cetak yang hanya bisa dihitung jari. 

Hari ini, mereka mengandalkan laptop, ipad, dan smartphone.

Gaya hidup ke mall kalau tidak kuliah. Pulang malam karena menonton film yang midnight bersama pacarMembeli makanan dan minuman via pengantaran. Tidak ada yang salah dengan horang kayah. 

Namun, ada yang kurang ketika mereka bergosip tentang kesalahan pemerintah sekarang. Katanya sehingga banyak terjadi kebakaran hutan, bencana alam, banyak korupsi, dan aksi.

Waduh! Dapat berita saja dari hoaks di media sosial, juga dari sharing di grup maya. Mereka membaca buku saja (hampir) tidak pernah. Kuliah saja seperti mau ikut pegelaran busana. Ikut kegiatan mahasiswa tapi kok yang diurus hanya konsumsi. Skripsi saja membeli. Ikut kegiatan saja karena ikut-ikutan. Eh, mau mengkritisi pemerintah sekarang?

Setan apa yang merasukimu!

Mahasiswi keren itu harusnya; setelah ke mall itu, main sana ke kolong jembatan, melihat kehidupan orang yang tak punya. Setelah membeli baju, baju yang lainnya disumbangkan di baksos. Kuliah yang rajin, jangan lupa membaca buku.

Saat bermedsos ria, berselancar juga mencari berita yang benar biar berimbang. Ketika ada acara diskusi, atau seminar, pilihlah yang menantang keilmuan, bukan yang "membenturkan ilmu dan menantang keadaan".

Seperti kalimat yang viral di jagat media sosial, "Jangan salah pengkajian." Hmmm... entahlah. Entah apa yang salah, dan entah apa yang benar. 

Terakhir, Enjoy your life! Silakan menikmati hidup, namun kalian harusnya bisa melihat apa yang terjadi pada bangsa hari ini. Dan berpikir "jalan" mana yang terbaik untuk negara untuk konteks hari ini agar Indonesia tetap indah selama-lamanya. Amin.

Yukz shopping ke Mall! Tapi tetap dengan menjaga KEWARASAN.