Kewajiban seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk mengembalikan kondisi negara dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara serta berjuang melawan pandemi adalah kunci utamanya. Bersatu tanpa memandang perbedaan antar golongan, suku, bahkan agama. Tak ada saling menyalahkan satu sama lain, karena menyalahkan satu pihak bukanlah bagian dari karakter pribadi bangsa Indonesia. 

Sejatinya, prinsip implementasi nilai persatuan adalah menemukan solusi melalui kerja dari seluruh elemen masyarakat untuk bisa bebas dari Covid-19. Cara utama negara yang berhasil bebas dari pandemi Covid-19 adalah negara yang memiliki solidaritas, persatuan dan kesatuan yang kuat dari pemerintah hingga masyarakat.

Situasi pandemi Covid-19 saat ini menunjukan bahwa pentingnya pemahaman implementasi nilai persatuan Pancasila terhadap masyarakat untuk meyakinkan bahwa dengan di rumah saja untuk mencegah kontak fisik merupakan salah satu hal yang termasuk mengimplementasikan nilai persatuan Pancasila. 

Adapun Pacasila sebagai dasar negara tidak bisa dilepaskan dari aktivitas masyarakat, karena nilai yang terkandung di dalamnya merupakan sifat bangsa Indonesia sejak zaman dahulu hingga sekarang. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang nilai persatuan adalah upaya preventif agar masyarakat tidak melanggar imbauan dari pemerintah terkait dengan upaya penanganan Covid-19. Sejatinya, pemahaman nilai Pancasila adalah hal yang paling mendasar sebagai bentuk kontrol masyarakat tanpa perlu penegakan secara represif kepada masyarakat.

Bersatu padu untuk menghadapi masalah ini menjadi sangat penting agar negara Indonesia tetap kokoh sebagai wujud implementasi nilai persatuan. Solidaritas warga sangat diperlukan di masa pandemi Covid-19 untuk saling menguatkan di tengah keberagaman dengan bentuk partisipasi publik dalam membantu tenaga medis maupun warga yang terdampak. 

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, khususnya nilai persatuan terjewantahkan secara aktual di masa pandemi Covid-19, ketika masyarakat mau secara sukarela bergotong royong, bekerjasama untuk meringankan beban masyarakat yang sedang kesulitan.

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, dalam menghadapi pandemi Covid-19, kita harus mengimplemantisakan nilai persatuan yang terkandung di dalam Pancasila. Bersatu dan bergerak cepat melibatkan seluruh elemen masyarakat melakukan langkah penyadaran terhadap masyarakat di akar rumput.

Memahamkan masyarakat terkait pentingnya melakukan imbauan pemerintah agar tidak beraktivitas di luar rumah. Meninggalkan gesekan-gesekan dalam bidang apapun yang tidak perlu. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama dan berpikir secara jernih bahwa pandemi Covid-19 adalah masalah bangsa dan harus dihadapi bersama.

Penyelamatan bangsa Indonesia ini adalah tugas seluruh anak bangsa. Dalam hal menyelamatkan bangsa, tidak bisa masyarakat bergerak sendiri atau pemerintah berupaya tanpa masyarakat. Semua terkait erat dan saling menguatkan. 

Kata Bung Hatta, "Jatuh bangunnya negara ini sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain hormat terhadap bangsa ini bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa merusak dan mencuri kekayaan ibu pertiwi."

Pemerintah harus transparan dalam memberikan informasi dan bergerak secara konkret, tidak hanya melakukan imbauan saja. Pemerintah pun juga harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat. 

Selain itu, elemen sipil juga harus berpikir jernih dan jangan sampai ada pihak memanfaatkan bencana ini. Elite politik juga jangan sampai memanfaatkan momen ini untuk menyerang pemerintah. Para pemodal juga jangan sampai memanfaatkan situasi dengan menimbun alat kesehatan seperti, masker, alat pelindung diri (APD), dan hand sanitizer.

Sangat ironis, ternyata selama pandemi Covid-19, tidak begitu banyak ditemukan solidaritas dan kerjasama antara elemen masyarakat. Hal ini dapat disaksikan dari kolaborasi dari pemerintah maupun masyarakat dalam pencegahan dan pengentasan penyebaran Covid-19. Kejadian ini ditandai dengan angka penyebaran Covid-19 yang terus meningkat hingga akhir tahun, bahkan Jakarta menerapkan kembali PSBB awal tahun 2021. 

Pada kasus omnibus law, kita dapat menyaksikan, walaupun diklaim dapat menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja, Undang-Undang ini justru mendapat penolakan dari sebagian kalangan, seperti mahasiswa, buruh/pekerja, dan elemen masyarakat sipil lainnya.

Pada kasus kepulangan Habieb Rizieq, misalnya, dapat disaksikan adanya keterbelahan di tengah masyarakat. Hal ini pun terjadi pada Pilkada serentak yang menjadi pesta demokrasi, ternyata ada beberapa Penyelenggara Pemilu, baik di pusat maupun di daerah terpapar Covid-19.

Dan sangat ironis, ada pejabat yang korupsi di tengah pandemi Covid-19. Hal semacam ini memperlihatkan memudarnya persatuan dan kebersamaan, munculnya keterbelahan, dan mengecilnya sensitivitas kepedulian antar elemen masyarakat.

Seharusnya, masyarakat bersatu berjuang bersama-sama dalam menghadapi Covid-19. Misalnya, dalam bidang kesehatan di masa pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat membutuhkan aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila tersebut berupa persatuan yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi pandemi Covid-19 secara bersama-sama dari segala elemen masyarakat.

Nilai persatuan juga dapat diwujudkan dalam kesatuan pemerintah pusat dan daerah serta seluruh komponen masyarakat dalam mencegah dan mengatasi penyebaran Covid-19. Melalui persatuan, pelaksanaan manajemen penanganan Covid-19 akan lebih efektif dan juga tidak terpecah belah ketika melakukan penanganan Covid-19. 

Negara yang berhasil keluar dari pandemi Covid-19 dinahkodai oleh kebijaksanaan pemimpin yang mengutamakan keselamatan rakyat, dan juga memiliki rasa persatun dan kesatuan yang kuat.

Ideologi Pancasila sebagai benteng pertahanan perlu diperkuat dalam upaya melindungi dan mengamankan ibu pertiwi bersama seluruh elemen bangsa. Konstruksi benteng pertahanan tersebut dibangun dengan sistem nilai Pancasila dan semangat perstuan dan gotong royong. 

Hal itu perlu diperkuat dari waktu ke waktu di tengah arus perubahan zaman yang tidak pernah berhenti, ibarat sungai yang terus mengalir. Oleh karena itu, pemahaman dan pengimplementasian nilai-nilai Pancasila merupakan hal sangat penting dalam upaya preventif agar masyarakat tidak melanggar aturan atau imbauan pemerintah terkait upaya penyelesaian dan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Ketika bangsa sedang mengalami masa sulit seperti ini, kekuatan Pancasila dapat menjadi sandaran filosofis dan benteng pertahanan untuk lepas dari semua masalah yang menjerat sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Nilai persatuan merupan cerminan dalam kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila, yaitu dapat disbeut dengan nilai gotong royong atau kebersamaan. Pada suatu hari nanti, perwujudan dari nilai-nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila bukan hanya menunjukkan keberhasilan melaksanakan gotong royong, tetapi juga dalam kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan untuk mewujudkan ketahanan nasional. 

Adapaun ketahanan nasional adalah sebagai upaya untuk mendayagunakan seluruh potensi dan aset yang dimiliki bangsa Indonesia guna mengatasi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan, salah satunya adalah Covid-19.

Proses menanggulangi pandemi Covid-19 yang terbilang tidak mudah, membuat pemerintah memberlakukan berbagai kebijakan. Namun, pada akhirnya berhasil atau tidaknya upaya penanganan atau mengatasi pandemi Covid-19 sangat tergantung dari usaha seluruh elemen masyarakat.

Membangun daya tahan sebagai bagian dari membangun ketahanan nasional. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat harus saling bersatu memberi kontribusi bagi ketahanan masyarakat yang menjadi pelaksanaan dari nilai persatuan sebagai inti dari Pancasila.